Posts

ILC, GCOS, RMS, Olimpiade Office, dll.

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 telah mengilhami beberapa personal, organisasi profesi, komunitas, sekolah, lembaga pemerintah dan swasta, serta perguruan tinggi di Indonesia untuk berbuat sesuatu yang beda pada Oktober 2009 ini. Setahu saya, semua itu bukan asal beda, tapi kegiatan yang menguras fisik dan psikis untuk memajukan TIK Indonesia dengan memasyarakatkan peranti lunak Merdeka/Open Source. Kegiatan itu antara lain: ILC 2009 (Indonesian GNU/Linux Conference ) di Unhas Makassar, 10-11 Oktober 2009. GCOS (Global Conference on Free/Open Source Software) , di Shangri-La Hotel Jakarta, 26-27 Oktober 2009. RMS (Richard M. Stallman) Berbicara tentang Free Software dan GNU/Linux , di Gedung BPPT Jakarta, 28 Oktober, dan di Univ Indonesia Depok (tentative, 29 Oktober). Juga beberapa kegiatan serupa di Univ Negeri Padang (tentative 17-18 Oktober), Univ Merdeka Malang (tentative 19 Oktober), Univ Persada Indonesia YAI Jakarta (tentative 28 Oktober), dan final Olimpiade Office Open Source...

Idul Fitri 1430H Jatuh pada 20 September 2009

Ini bukan ramalan, prakiraan, atau prediksi. Anda dapat melakukan pengamatan dan perhitungan yang sangat akurat dengan Linux, berdasarkan ketentuan Tuhan bahwa matahari, bulan, dan bumi beredar pada garis edarnya dengan sangat teratur. Tidak pernah sedetikpun bulan berhenti mengitari bumi, dan tidak pernah sedetikpun bumi bersama bulan berhenti mengitari matahari. Kecuali Tuhan menghendaki lain, misalnya Tuhan menghentikan gerakan bumi sedetik saja, yang artinya hari kiyamat telah datang sebelum 1 Syawal 1430H. Jadi, keteraturan yang luar biasa atas kehendak Tuhan Sang Pencipta alam semesta itu menjadikan manusia dapat menentukan kapan 1 Syawal dengan tepat. Kalau pun terjadi perbedaan orang menetapkan 1 Syawal, bukan karena perbedaan edar matahari, bumi, dan bulan, tapi karena perbedaan kriteria dan acuan dalam menentukan bulan sabit (hilal). Para ahli falak melakukan penentuan 1 Syawal melalui Rukyatul-Hilal atau melihat bulan sabit. Ada beberapa kriteria rukyatul hilal, dua di anta...

Buat apa Indonesia merdeka? Buat apa Linux open source?

..........Introspeksi sejenak menyambut hari kemerdekaan RI dan TIK......... Di bidang negara, mengapa para pendiri negara kita memilih merdeka? Mengapa tidak bergabung saja dengan Jepang atau salah satu negara sekutu, Amerika atau Belanda atau yang lain? Kan tinggal pakai aturan yang ada, tinggal menikmati jabatan, tidak perlu perang, apalagi harus gerilya, tidak perlu menyusun undang-undang, tidak perlu belajar ilmu membangun negara baru, yang penting enak to? Mengapa hayo? Karena, para Bapak Bangsa (the founding fathers) negara kita, saya dan juga Anda, ingin kedaulatan (menentukan nasib sendiri), punya kebebasan dalam mengelola negara, menentukan bentuk negara, bisa menjaga keamanan negara, mengatur sendiri kekayaan dan keuangan negara, tidak diatur pihak lain, apalagi pihak lain itu terbukti hanya mencari keuntungan sendiri. Di bidang TIK, mengapa pakai Open Source atau software merdeka? Mengapa tidak ambil saja yang ada (Proprietary)? Kan tinggal pakai, tidak perlu mengubah kebia...

Pengguna Linux tidak harus Belajar Linux

Dari hasil pengamatan dan wawancara kami ke para karyawan di berbagai perusahaan, terutama yang tidak memiliki latar pendidikan komputer, kami tidak banyak menemukan keluhan atau kesulitan pengguna ketika pertama menggunakan Linux. Mereka tidak melalui proses belajar lebih dulu, tapi langsung menggunakan komputer yang telah terinstal Linux untuk bekerja. Kalau pun belajar, biasanya belajar sambil bekerja. Kelompok pengguna awam yang kami temui adalah pengguna komputer untuk perkantoran. Program yang digunakan antara lain OpenOffice (Office yang otomatis ada di umumnya Linux), program untuk mengakses web, email, dan chatting, program untuk mengedit foto, serta sebagian juga pakai program untuk memutar lagu dan film. Beberapa perusahaan yang kami kunjungi itu juga bukan perusahaan TI. Sedikit contoh jenis usaha dan lokasinya adalah perusahaan farmasi (di Solo dan Semarang, Jawa Tengah), kargo/kurir (di Jakarta dan Cengkareng - Banten), otomotif (Jakarta dan Depok - Jawa Barat), penerbita...

Seandainya Aku Jadi... hanya tahu BlankOn

Tulisan ini terinspirasi dari posting di milis UMS Goes Open Source yang bersumber dari Forum di MyQuran.org . Jika Anda pertama kali membeli komputer dan menginstalnya dengan CD Linux, misalnya BlankOn , apa yang Anda rasakan? Anda akan menyimpulkan bahwa Linux itu sistem operasi komputer yang siap pakai. Dengan sebuah CD Linux, Anda dapatkan pula OpenOffice, pengedit foto GIMP, penggambar Inkscape, pengelola projek Planner, akuntansi GnuCash, dan lain-lain. Semua program itu terpasang secara otomatis saat pertama menginstal komputer dengan sebuah CD BlankOn. Jika kemudian karena alasan politis atau bisnis Anda diminta berpindah ke sistem operasi lain dan diberikan sebuah DVD Windows misalnya, apa yang Anda pikirkan? Di benak Anda DVD Windows tentu juga berisi MS Office, Photoshop, CorelDraw, MS Project, Zahir Accounting, seperti CD BlankOn yang Anda punya sebelumnya. Tapi apa yang terjadi, Anda akan kecewa berat, bahkan bisa frustrasi, karena setelah DVD Windows terinstal, tidak ...

Mimpi Indah dan Mimpi Sedih Blogger

Sangat indah menjadi rakyat sebuah negara atau minimal kabupaten/kota yang sepenuhnya menggunakan Linux dan/atau software open source lainnya. Tidak ada rahasia di bidang software, kecuali sebagian datanya yang memang harus dirahasiakan. Tidak ada biaya lisensi, sehingga uang rakyat dapat lebih banyak digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Tidak ada ketergantungan, sehingga pemerintah dan rakyat bebas menggunakan dan mengembangkan TIK-nya. Masih indah jika untuk sementara waktu ada sebagian kecil komputer yang menggunakan sistem operasi proprietary karena ada software aplikasi yang belum dapat dijalankan dengan Linux, sambil menunggu aplikasi itu tersedia versi open source-nya. Betapa sedihnya jika tiba-tiba semua rumus matematika, fisika, elektronika, dan semua protokol seperti TCP/IP (jaringan internet), HTTP (web), SMTP (email), serta semua program open source dipatenkan atau dijadikan proprietary. Dunia ini akan terasa gelap, karena untuk mengakses internet harus lebih dulu membaya...

Musibah di bidang TIK

Pernahkah Anda menerima musibah di bidang TIK? Pernahkah data Anda hilang atau rusak karena virus, data penting/rahasia tersebar karena worm, software dirusak cracker (hacker jahat), hard disk rusak sebelum sempat diback-up, atau komputer hilang karena pencurian, kebakaran, gempa bumi, atau kebanjiran? Jika pernah, jangan-jangan Anda pernah pula berbuat aniaya? Kata menganiaya atau menzhalimi atau lalai dipakai banyak pihak, baik itu manusia (dengan berbagai agama, kepercayaan, golongan, suku, warna kulit, atau partai politiknya) maupun Tuhan yang mencipta manusia. Bedanya, Tuhan Sang Pencipta tidak pernah menganiaya diri sendiri dan makhluk ciptaan-Nya, sedangkan manusia, banyak yang menganiaya diri sendiri, orang lain, atau ciptaan Tuhan lainnya. Saya yakin ini dipercayai oleh semua orang yang mengaku adanya Tuhan, apapun agamanya. Banyak musibah dalam berbagai bidang di dunia ini biasanya karena manusia menganiaya diri sendiri, orang lain, atau ciptaan Tuhan lainnya. Tentu ada penye...

Apakah Anda memiliki software komputer?

Pengantar: Saya menulis ini karena membaca berita yang sangat menyedihkan di detikinet.com . Maksud saya, ini saat tepat Anda "menyelamatkan" Indonesia (termasuk diri Anda) dengan berbisnis yang terkait software free/open. Kata "memiliki" dapat berarti macam-macam. Saya hanya membahas kata memiliki dalam hal software. Software di tulisan ini adalah program komputer berupa perintah-perintah yang tersimpan dalam penyimpanan data elektronik. Komputer adalah peralatan yang terdiri atas software dan hardware. Bentuk komputer bisa berupa handphone, netbook, notebook, pc, mini computer, mainframe, dan sebagainya. Apakah Anda memiliki software komputer yang dapat Anda gunakan untuk bekerja? Jika komputer Anda berisi BlankOn Linux, maka Anda dapat menjawab "Ya", karena Anda memiliki software itu dalam arti sebenarnya. Anda dapat menggunakan untuk apa saja (personal, warnet, dan bisnis lainnya), dapat memodifikasi, menjual secara utuh atau Anda lepas hardware dan so...

Masih Soal Bisnis Software

Diskusi tentang istilah memang menarik sekaligus bisa membingungkan, bahkan menyesatkan jika tidak paham apa yang dimaksud oleh pembuat/penemu istilah itu. Di dunia ini ada istilah freeware (software gratis) dan ada free software (software merdeka). Saya gunakan kata merdeka, karena pencetus free software menjelaskan kata free adalah freedom. Meskipun mirip, kata merdeka lebih pas daripada bebas (imho). Tidak ada bebas tanpa batas, demikian pula tidak ada merdeka tanpa batas. Arti dan batasan free software antara lain: - Boleh digunakan dan disebarluaskan, namun tidak boleh menuntut pembuatnya jika ada akibat negatif dari penggunaan dan penyebaran software itu. Sebenarnya tidak boleh menuntut ini berlaku untuk hampir semua software, misal software proprietary yang diserang virus lalu merusak data, pengguna tidak dapat menuntut pembuat software itu dengan alasan softwarenya bisa diserang virus. - Boleh dimodifikasi, namun ada batasan, misal untuk lisensi GPL, hasil modifikasi yang diril...

Tip Mendirikan Training Center

Intro: Facebook memotivasi saya lebih banyak mengisi blog ini. :) Tulisan berikut ini hasil copy paste dari http://linux.or.id/node/3020 dengan sedikit modifikasi. 1. Pilih bentuk lembaga, apakah murni mencari keuntungan (ada dividen/sisa-hasil-usaha untuk pendiri/pemegang saham) atau lebih ke sosial (keuntungan tidak diberikan ke pendiri tapi digunakan untuk operasional termasuk utk gaji pengelola). Jika pertama (profit oriented) buat PT atau CV atau Koperasi. Jika kedua (not for profit), bisa berbentuk Yayasan. Keduanya boleh cari penghasilan, hanya beda dalam penggunaan laba. 2. Pilih bentuk pengelolaan, apakah mendirikan sendiri dari awal atau bergabung dengan lembaga lain. Bergabung itu berbentuk franchising, licensing, atau kerja sama bagi hasil. 2. a) Jika mendirikan sendiri, buat rencana usaha, mulai dari menetukan target pasar (siapa saja yang diharapkan mendaftar sebagai peserta) dan menentukan jenis pelatihan seperti apa yang akan diberikan (termasuk apa bedanya dengan yang ...

Tip Mempercepat (bisa) ke Linux

Saya tidak biasa menulis blog di siang hari, kecuali hari ini (11/3/2009, 15:11 WIB), karena ada pertanyaan teman di facebook tentang cara cepat bisa Linux. Jawab saya sekalian saya jadikan blog/note. Petunjuk penggunaan tip: Silakan coba pilihan ganda ini, boleh urut dari nomor 1 atau pilih mana yang paling cocok dengan sikon Anda. Saya yakin Anda bisa! :-) 1. Beli CD/DVD Linux Live-CD lalu coba dan belajar langsung di komputer. Biaya antara Rp 5.000 s.d. 15.000. 2. Beli buku/majalah yang ada CD/DVD-nya, lalu baca dan coba. Biaya sekitar Rp 50.000 s.d. 150.000. 3. Ikut kursus singkat Linux Dasar atau Fundamental dg biaya sekitar Rp 500.000 s.d. 1,5 juta. 4. Ikut kursus intensif Linux, waktu bejalar beberapa minggu s.d. bulanan, biaya Rp 5 juta s.d. 15 juta. 5. ... Silakan tambahkan (beri komentar) untuk membantu teman yang ingin cepat bisa menggunakan Linux.

Mau bisnis software atau lisensi?

Pertanyaan ini saya tujukan kepada teman yang minta nasihat untuk memulai bisnis membuat software yang dapat dijalankan di Linux. Teman saya itu tidak langsung menjawab, tapi malah balik bertanya, "Apa bedanya jualan software dan lisensi?" Lalu saya jelaskan, jika kamu ingin berjualan software di Linux, kamu akan dapat uang dari kerja kamu membuat software. Setelah software kamu serahkan, maka software itu menjadi milik pembeli. Sedangkan jika kamu ingin jualan lisensi, maka software yang kamu serahkan tetap milikmu, pembeli hanya dapat menggunakan, tapi tidak memiliki software buatanmu itu. Contoh perusahaan yang berjualan lisensi adalah Microsoft. Temanku itu akhirnya memilih jualan software, plus jasa lainnya seperti support (dukungan teknis), training (pelatihan), dan customization (kustomisasi). Dia tidak mau jualan lisensi, karena jualan lisensi akan mendorong orang lain melanggar hukum dengan membajak software itu (baca: mau menggunakan tapi tidak mau membayar lisensi)...

Tahun Baru tanpa Suspend dan Hibernate

Setelah lebih setahun menggunakan BlankOn 2 untuk komputer kerja, dan tidak pernah diupdate, apalagi diupgrade, hari ini (1 Januari 2009) saya memutuskan pindah ke BlankOn 4, meski masih belum "senyaman" BlankOn 2. Laptop kelas rendah yang saya pakai sejak 2005 secara mulus "ketemu jodoh" sama BlankOn 2 pada 2007, setelah gonta-ganti pasangan selama 2 tahun. Jodoh? Ya, karena semua hardware berjalan baik di BlankOn 2, mulai dari hardware standar seperti vga dan sound, hingga yang kadang menjengkelkan seperti modem dan acpi (khususnya suspend dan hibernate). BlankOn 4? Saya tak tahu mengapa kadang gagal suspend dan hibernate, kadang berhasil di laptop "tua" saya itu. Karena dua hal itu tidak terlalu penting buat saya, maka: pada malam tahun baru yang telah lewat, saya bulatkan tekat (baca tekad), untuk bersama BlankOn empat, sampai suatu saat, ada distro yang lebih tepat. :-)

Menghibur 1.500 Pengagum Linux

Image
Hampir sepuluh tahun yang lalu, tepatnya 22 April 1999, saya tak menduga ada seminar Linux diminati oleh sekitar 500 orang. Info seminar itu di sini: www.elektroindonesia.com/elektro/seminar.html Kamis, 18 Desember 2008, saya lebih terkejut lagi, karena harus presentasi, lebih tepatnya menghibur, tentang apa itu Linux dan Open Source Software, di hadapan sekitar 1.500 peserta. Ada pegawai pemda, guru, pelajar/mahasiswa, dan masyarakat umum di gedung Tegar Beriman, kompleks kantor Pemda Kabupaten Bogor, Cibinong. Seminar yang diselenggarakan oleh sebuah Warintek bekerja sama dengan Pemkab Bogor, Depkominfo, dan PGRI Kabupaten Bogor ini dalam rangka Bogor Goes Open Source. Dari beberapa pertanyaan peserta terungkap bahwa banyak orang belum kenal apa itu Linux dan OSS. Tidak aneh, bukan? Karena promosi/sosialisasi OSS di Indonesia masih sangat lemah. Imho, ini tugas kita bersama dan peluang serta tantangan bagi yang mau usaha di bidang OSS. :) Sisi kiri dari 1.500 peserta: Sisi tengah da...

Mengapa Kau Pilih Linux Jadi 'Istrimu'?

Judul itu pertanyaan untuk saya. Kalau ditujukan untuk wanita, "Mengapa kau pilih Linux jadi 'suamimu'?" Padahal ada Windows yang ngetop habis, seperti selebritis, terkenal dan mau kau jadikan istri atau suami. Ada juga Mac OS X yang cantik atau ganteng, meskipun tidak terkenal seperti Windows. Mengapa? Tidak mudah menjawabnya. Namun saya coba tulis di bawah ini, dengan sub judul "Mencintai tidak selalu Menjadikan sebagai 'Istri/Suami'." Semoga Anda puas....hehehe bergaya Tukul. Linux bisa saya "miliki" sepenuhnya, bisa saya "apa-apakan", terserah apa maunya saya. Linux, meskipun dulunya tidak rupawan, bisa saya ubah menjadi rupawan buat saya, tetap aman dari penyakit virus, dan tetap stabil tidak suka menyeleweng. Kalau saya tidak bisa mempercantiknya, saya bisa minta tolong orang lain. Memang, rupawan buat saya belum tentu rupawan buat orang lain. Tapi itulah cinta, kadang sulit diterima nalar, tapi tidak buta, karena mata hati ...

Apanya yang Gratis?

Ini ada tanya jawab virtual. Linux di tanya jawab ini mewakili software free/open source lainnya. Tanya (T): Katanya Linux itu gratis, apanya? Jawab (J): Yang gratis dari Linux adalah izin atau lisensi-nya. T: Izin untuk apa? J: Izin mendapatkan Linux itu gratis, namun bisa ada biaya untuk mendownload, mengcopy, mengirim ke tujuan pemesan, dan menginstal ke komputer. T: Apakah hanya izin mendapatkan yang gratis? J: Tidak, menggunakannya tidak perlu bayar izin, mempelajari cara kerja Linux tidak perlu bayar izin, mengubah atau mengembangkannya tidak perlu bayar izin, dan menyebarluaskan termasuk menyewakan dijadikan warnet atau bahkan menjualnya juga tidak perlu izin. T: Dari mana pembuat Linux dapat uang? J: Dari pekerjaan membuat program, termasuk saat ikut membuat Linux. Pembuat Linux biasanya tidak jualan lisensi (surat izin di bidang software). T: Bisakah cari uang selain membuat Linux? J: Bisa, misalnya memodifikasi Linux agar sesuai kebutuhan pengguna tertentu. T: Adakah uang d...

Buku TIK Berbasis Linux/OSS untuk SMA/MA

Image
Ini blog terpendek yang pernah saya tulis (wong jarang ngeblog...hehehe). Tadi malam (28-10-2008) saya sangat bahagia, karena ikut menemani perjalanan teman-teman guru SMA menulis buku TIK berbasis software Linux / Free / Open Source hingga dapat diterbitkan oleh Kementerian Ristek dan diserahkan ke Departemen Pendidikan Nasional untuk disebarluaskan ke seluruh SMA/MA di Indonesia. Foto serah terima: Foto lainnya: http://picasaweb.google.com/rusmanto/PenulisBukuDanMenristek .

Menunggu Datangnya Game Windows di Linux

Masih ada sedikit kendala bagi pengguna komputer desktop untuk beralih sepenuhnya ke sistem operasi Linux. Salah satu kendala itu adalah belum tersedianya game “Windows” di Linux. Kendala lainnya, ada beberapa vendor hardware yang belum mendukung Linux dan ada beberapa program yang dianggap penting oleh pengguna hanya dapat dijalankan di MS Windows seperti untuk urusan dengan pemerintah atau pihak lain. Anda yang sudah memilih Linux sebagai sistem operasi utama tidak perlu khawatir, karena kuantitas dan kualitas game di Linux terus meningkat seperti yang disajikan infoLINUX edisi 10/2008. Beberapa game yang tersedia di Linux itu juga dibuat mirip dengan game proprietary, misalnya LinCity yang mirip dengan SimCity, Flightgear yang mirip dengan Flight Simulator, dan sebagainya. Game “Windows” masih sangat ditunggu-tunggu para gamers di Indonesia. Game “Windows” yang kami maksudkan adalah program permainan komputer yang dibuat khusus untuk sistem operasi MS Windows dan sangat popular bagi...

Linux bukan hanya untuk orang IT dan kaya

Kemarin (Selasa, 8/7/2008) saya terima email yang mengingatkan saya ke masa sepuluh tahun lalu, ketika umumnya distro Linux masih sulit digunakan. Belum ada program seperti MS Office. Teman pengirim email itu bilang, sulit mengajak para guru sekolah untuk "kembali ke jalan yang benar" dengan menggunakan Linux. Kata para guru itu, Linux hanya cocok digunakan oleh lulusan perguruan tinggi jurusan IT (kuliah yang berbau komputer atau Information Technology) dan orang kaya, Linux tidak cocok untuk pengguna komputer biasa dan kaum dhuafa. Saat ini, untuk kebutuhan sekolah umum, TK hingga SMA, RA hingga MA, sebuah CD atau DVD Linux yang telah terinstal dalam komputer, pasti siap digunakan untuk pembelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Setelah terinstal dalam komputer, Linux dapat digunakan untuk mengenal komputer, mengetik, menghitung, menggambar, membuat presentasi, mengakses internet/intranet, mendesain grafis, membuat halaman web, mengakses multimedia, dan lain-lai...

Hambatan dan Solusi Linux untuk Pendidikan

Tulisan ini saya rangkum dari pengalaman saya dan teman-teman mengelola lembaga pendidikan formal (TK hingga SMA melalui http://dps.nurulfikri.com) dan non formal (http://www.nurulfikri.com): 1. Fasilitas pendidikan yang sudah kuno, misal sebelumnya menggunakan Windows 95/98 dan MS Office 97 karena komputer hanya sekelas Pentium I-II dengan RAM 64-128 MB. * Solusi: Upgrade atau tukar tambah komputer. * Solusi alternatif 1: Pasang jaringan dan komputer server sehingga komputer lama menjadi thin-client atau diskless. * Solusi alternatif 2: Pilih Linux yang ringan, seperti Damn Small Linux dengan pengolah kata Abiword, spreadsheet Gnumeric, dan sebagainya. 2. Pengajar dan atau teknisi/laboran kesulitan belajar sendiri Linux dan FOSS. * Solusi: Adakan pelatihan untuk guru dan teknisi/laboran. * Solusi alternatif 1: Belikan CD/DVD dan atau buku Linux untuk bahan belajar guru/teknisi secara mandiri. * Solusi alternatif 2: Ganti ...