Sunday, February 26, 2012

Hebatnya Keyboard

Pengguna komputer biasanya terampil menggunakan keyboard, mulai dari yang sederhana seperti mengetik status di FB, update Twitter, menulis email, ngobrol via chatting, hingga yang serius seperti menyusun skripsi, membuat hitungan keuangan, membuat presentasi, termasuk yang suka membuat program. Semua butuh dan senang pakai keyboard, tidak ada yang mengeluh mengapa tidak bisa melakukan itu semua dengan klik mouse saja?

Manfaat besar keyboard tidak hanya untuk mengetik seperti di atas, tapi juga mengetik untuk menjalankan program agar cepat dan hemat tenaga. Kalau Anda menggunakan sistem operasi Linux di komputer desktop atau server, keyboard dapat digunakan untuk hampir semua keperluan. Berikut ini hanya sedikit contoh hebatnya keyboard.

1. Mengganti alamat IP ethernet atau wlan, misal menjadi 192.168.1.234. Mengetik keyboard-nya (sebagai user root atau diawali perintah sudo su -) adalah ifconfig eth0 192.168.1.234 atau ifconfig wlan0 192.168.1.123

2. Mengganti alamat MAC Wi-Fi atau ethernet, misal agar diizinkan mengakses jaringan internet. Mengetik keyboard-nya (sebagai root):  ifconfig wlan0 hw ether 00:11:22:33:44:55

3. Mendengarkan lagu mp3, misal nama file lagu bernyanyi.mp3 ada di direktori /home/rus. Mengetik keyboard-nya: mpg123 /home/rus/bernanyi.mp3 

4. Mengubah ukuran foto besar menjadi kecil, misal foto-besar.jpg berukuran 12 MP (4.000.000x3.000.000) diubah menjadi menjadi foto kecil.jpg 0,5 MP atau SVGA (800x600). Mengetik keyboardnya: convert -resize 800 foto-asli.jpg foto-kecil.jpg 

Keyboard memang serba guna, jika kita mau menggunakannya. :-) 

Monday, February 20, 2012

Distro Linux Indonesia

Mengapa Membuat Distro Linux Indonesia?


Bangsa Indonesia boleh berbesar hati karena banyak pengembang FOSS yang karyanya diakui secara nasional maupun internasional. Sebagian karya “anak bangsa” itu berbentuk sistem operasi lengkap atau distro Linux, misalnya (urut abjad pertama) BlankOn, Briker, Igos Nusantara, MiGOS, POCI, Soerya, dan Zencafe.

Mengapa pengembangan distro Indonesia itu penting, padahal sudah banyak pilihan distro dari luar negeri siap untuk digunakan oleh bangsa Indonesia? Berikut ini beberapa alasan para pengembang Linux/FOSS membuat distro Linux khas Indonesia. Alasan pertama adalah penguasaan produk dan kepemilikan merek. Ini sangat terkait dengan hak cipta atau lisensi FOSS yang mengizinkan pembuatan turunan tanpa harus menggunakan merek produk awalnya.

Alasan kedua untuk memenuhi kebutuhan pengguna Indonesia yang belum terpenuhi dengan mudah oleh distro luar negeri. Hampir semua distro lokal memberikan dukungan berbagai format multimedia dan bahasa lokal. Kebutuhan lain adalah kelengkapan program yang paling banyak digunakan di Indonesia, misalnya GIMP untuk pengolah foto yang tidak lagi disertakan sebagai bawaan CD beberapa distro terkenal seperti Ubuntu dan Mandriva.

Alasan ketiga untuk membangun komunitas pengembang FOSS yang memiliki ikatan kuat dan bekerja sama secara berkesinambungan. Bahkan dalam pengembangan distro BlankOn, alasan ketiga ini dijadikan tujuan utama, yaitu membangun sistem dan infrastruktur pengembangan FOSS, dengan distro BlankOn sebagai salah satu produknya. BlankOn dibuat untuk perkantoran secara umum.

Alasan keempat untuk menghasilkan produk yang sangat fokus ke penggunaan tertentu, misalnya Briker untuk VoIP atau IP-PBX dan Zencafe untuk warnet atau internet cafe. Beberapa distro lain dikembangkan khusus untuk kebutuhan pemerintahan, misalnya distro MiGOS (Minang Goes Open Source) di Provinsi Sumatera Barat, Soerya di Kota Surabaya, dan Deep-ix di Kab Aceh Tengah. Ada pula distro khusus untuk administrasi pendidikan sekolah, misalnya Linux Biasawae dengan aplikasi Sisfokol terpasang secara default.

Nama-nama distro Linux itu hanya sebagian dari banyak distro Linux dan karya software Indonesia lainnya. 

Wednesday, January 11, 2012

Mengapa Menolak Linux?

Linux dan berbagai program yang tersedia untuknya telah diterima oleh jutaan komputer "server" di dunia. Linux (Android) juga telah diterima oleh ratusan juta hingga milyaran komputer "jaman sekarang" berbentuk tablet PC dan handphone. Definisi PC di sini adalah komputer untuk bekerja personal. Jika tanpa kata tablet, maka PC dapat berbentuk desktop (komputer di meja) atau laptop (komputer di pangkuan, notebook atau netbook).

Jika Anda penasaran Linux untuk server, gunakan www.netcraft.com untuk mengetahui sistem operasi (OS) apa yang digunakan oleh server-server raksasa milik "perusahaan-perusahaan raksasa". Misalnya semua server dengan sub domain google.com, demikian pula search.microsoft.com menggunakan OS Linux.

Lalu, mengapa ada PC dan penggunanya "menolak Linux" padahal banyak server dan penggunanya menerima GNU-Linux, dan banyak pengguna tablet/handphone menerima Android-Linux?

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman di Indonesia, adanya PC dan penggunanya "menolak Linux" antara lain disebabkan oleh salah satu atau beberapa hal ini:
  1. PC itu berisi perangkat keras yang belum mendukung Linux, misalnya printer dan scanner merek dan tipe tertentu.
  2. Pengguna PC itu membutuhkan program yang tidak dapat dijalankan di Linux, misalnya RKAKL yang saat ini dipakai pemerintah Indonesia dan games yang saat ini masih popular. 
  3. Pengguna PC itu diperintah oleh atasan atau bosnya untuk membuat dokumen perkantoran (teks, spreadsheet, presentasi, gambar) atau tugas lain yang harus dijalankan dengan sistem operasi bukan Linux.
  4. Pengguna PC telah mendapatkan program bukan Linux dalam PC yang dibelinya, sehingga selama memakai PC tidak mengenal Linux. Tak kenal, maka tak sayang. 
  5. Pengadaan barang/jasa di berbagai instansi tidak mensyaratkan Open Source dan bahkan mengarah ke merek tertentu, sehingga Linux tidak memenuhi ketentuan pengadaan.
Setelah tahu penyebabnya, berikut ini solusi agar Linux diterima oleh PC dan penggunanya:
  1. Beli PC atau perangkat keras PC yang telah mendukung Linux, misalnya (bukan promosi, hanya contoh) printer LaserJet/Deskjet HP, printer dan scanner Canon MP287 (meskipun harus download driver lebih dulu), dll. 
  2. Meminta pemerintah memberikan program yang wajib dipakai bisa jalan atau diakses dari Linux, misalnya tersedia RKAKL versi Linux atau versi web yang dapat diakses dari browser web di Linux.
  3. Membuat kesepakatan bersama para pengguna PC, termasuk pemimpinnya atau atasannya, untuk menggunakan program yang sesuai dengan standar dokumen perkantoran yang telah menjadi SNI (Standar Nasional Indonesia) dan ISO/IEC 26300, yakni OpenDocument Format, misalnya OpenOffice dan LibreOffice. 
  4. Memesan ke toko/penjual PC atau pemenang lelang pengadaan PC untuk memasang Linux dan semua program penting seperti Open/LibreOffice, Gimp, Inkscape, dan lain-lain pada komputer yang dikirimnya. 
  5. Memberi tahu kepada para penyusun dokumen pengadaan barang/jasa pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan tentang prinsip dasar bahwa Open Source itu netral. Jika syarat pengadaan menyebutkan harus Open Source, maka siapa pun dapat menyediakannya, karena tidak ada software yang tidak dapat dijadikan Open Source jika pembuatnya "mau". 

Open Source itu netral. Open Source itu adil (fair). Open Source itu kebersamaan. Dan Linux itu Open Source.

Thursday, December 08, 2011

5 Alasan Pengguna Awam PC Windows Diharapkan Pindah ke Linux

  1. Linux seperti BlankOn itu program atau software yang boleh digunakan untuk siapa saja, termasuk yang tidak "tahu" lisensi. Windows hanya utk yang "tahu" lisensi shg pengguna PC yang tidak tahu lisensi bisa dituduh melanggar hukum karena membeli PC berisi Windows ilegal atau bajakan. 
  2. Linux seperti BlankOn itu aman dari virus sehingga pengguna PC awam tidak perlu belajar dan install anti virus seperti ketika masih pakai Windows. 
  3. Linux seperti BlankOn itu cukup install dari sebuah CD atau DVD sudah berisi program office dan grafis. Sedangkan install Windows belum otomatis ada office dan grafis, kecuali sudah ada dalam PC ketika dibeli. 
  4. Linux seperti BlankOn itu produk Indonesia dengan menu dan ada manual berbahasa Indonesia sehingga mudah digunakan dan tidak melanngar hukum Indonesia jika diperjualbelikan, termasuk untuk mengikuti tender proyek pemerintah. Tidak ada Linux BlankOn BM (Black Market) karena boleh dijual di tempat gelap maupun terang...hihihi ini canda
  5. Linux seperti BlankOn itu barang halal, shg dapat dijadikan sarana amal dengan mengcopy dan membagi ke siapa saja untuk beramal. Mengcopy dan membagi Windows tanpa izin atau beli lisensi itu melanggar hukum negara dan agama meskipun utk amal.

Saturday, November 19, 2011

Merdeka atau Mati

Merdeka atau Mati ... 

Masih menyambut Hari Pahlawan yang setiap tahun diperingati selalu memotivasi saya untuk mengobarkan jiwa kepahlawanan. Saat ini, perang untuk menguasai sebuah negara tidak lagi harus dengan senjata pemusnah badan, tapi dengan senjata pemusnah jiwa. Mati tidak berarti mati badan, tapi bisa "mati" jiwa. Jika jiwa rakyat suatu negara dikuasai negara lain, sangat mudah negara lain itu menguasai badannya pula. "Perang" kini dilakukan tidak hanya dari satu-dua sisi atau bidang, tapi dari banyak bidang, salah satunya dari bidang TIK (teknologi informasi dan komunikasi).

"Serangan" melalui  TIK juga dapat menggunakan banyak jenis "senjata". Contoh pertama, messenger (chat, bbm, dsb), email, social networking, dan SMS/MMS, yang seluruh datanya disimpan oleh pihak asing. Artinya apa? Banyak komunikasi penting dan rahasia suatu negara dapat dibaca oleh negara lain yang menguasai/memiliki server atau infrastruktur utama TIK. Contoh kedua program komputer untuk pemerintahan, jika menggunakan software tertutup (proprietary) maka tidak ada yang bisa menjamin data tidak bocor ke luar negeri. Kedua contoh itu juga saling terkait, karena messenger, email, dan sms juga menggunakan software. Dengan 2 contoh itu saja, apakah ada solusinya agar kita lebih merdeka? Jelas ada, kalaupun belum bisa 100 persen merdeka, paling tidak bisa mengurangi "penjajahan".

Solusi contoh pertama, pastikan komunikasi penting atau rahasia tidak menggunakan server asing, misal untuk email rahasia gunakan server sendiri. Solusi contoh kedua, gunakan software terbuka atau FOSS (Free/Open Source Software) sehingga dapat dipastikan keamanannya dan dapat dikuasai tanpa harus tergantung ke pihak asing. Misalnya dengan menggunakan Linux dan FOSS lainnya.

Masih banyak lagi contoh senjata lainnya dari bidang TIK. Belum lagi bidang-bidang lain seperti hiburan, makanan/minuman/hirupan, pakaian, pergaulan dan jiwa sosial lainnya (melunturkan kesetiakawanan, meningkatkan hedonis), dsb. Silakan Anda pikirkan atau tuliskan di blog masing-masing lalu sebarkan melalui sarana TIK bahwa jiwa kepahlawanan tidak lagi harus mengobarkan semangat perang dengan senjata modern seperti nuklir dan pesawat tempur, apalagi hanya bambu runcing, tapi bisa dengan mengobarkan semangat kemandirian dan kemerdekaan dari tekanan atau pengaruh negatif asing.

Tulisan ini bukan anti asing, tapi anti penjajahan. :-)

Friday, October 28, 2011

Anda Setuju Sumpah Pemuda?

Anda Setuju Sumpah Pemuda? ...

Ketika saya ditanya dengan pertanyaan ini, saya tidak langsung menjawab setuju. Bukan berati saya tidak setia dengan Sumpah Pemuda, tapi saya perlu berpikir lebih dulu apa akibat dari sumpah itu. Mengaku bertumpah darah yang satu Tanah Air Indonesia, tidak ada masalah bagi saya. Apalagi mengaku berbangsa yang satu Bangsa Indonesia, saya sangat setuju dan setia. Tapi menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia, saya renungkan dulu, ... dan saya juga setuju :-)

Menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia saya maknai ketika saya berkomunikasi dengan sesama bangsa Indonesia, saya harus menggunakan Bahasa Indonesia. Buku yang saya tulis untuk bangsa Indonesia harus berbahasa Indonesia. Dan software komputer yang saya promosikan untuk bangsa Indonesia harus berbahasa Indonesia.

Maka dari itu, saya menulis blog ini menggunakan software BlankOn buatan teman-teman saya orang Indonesia, yang setia dengan sumpah pemuda, melalui software buatannya. Meskipun saya pernah bertanya, mengapa bernama BlankOn, dan mengapa tidak belangkon? Saya dapat jawaban itu hanya nama, dan nama berbau asing yang punya banyak makna itu tidak mengurangi semangat para pengembang dan penggunanya untuk setia menggunakan Bahasa Indonesia, selain menguasai "bahasa ibu" dan bahasa asing yang berguna untuk berkomunikasi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Monday, September 19, 2011

Sumpah Pemuda dengan BlankOn

Sumpah Pemuda dengan BlankOn ... 

Saya pernah ditanya mengapa sangat getol mempromosikan nama BlankOn sebagai sistem operasi "komplit" buatan Indonesia, bukankah nama itu identik dengan Jawa? Saya jawab, BlankOn bukan belangkon dan tidak hanya mendukung aksara Jawa. BlankOn diharapkan menjadi nama pemersatu para pengembang, pebisnis, pengguna TIK berbasis FOSS di Indonesia. 

Indonesia itu ada karena ada suku-suku dan ada bahasa-bahasa: Aceh, Ambon, Bali, Batak, Bugis, Dayak, Jawa, Madura, Sunda, dan lain-lain. 
(Urut abjad sebagian nama suku di Indonesia). 

Ingat sumpah pemuda, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, yang artinya ada banyak nusa, banyak bangsa (suku), dan banyak bahasa, yang dipersatukan dengan nama Indonesia. BlankOn telah mendukung beberapa aksara bahasa-bahasa itu dengan bahasa utama Bahasa Indonesia. 

Ngomong-ngomong, dua tahun terakhir ini Linux menunjukkan pertumbuhan sangat tinggi sebagai sistem operasi komputer mobile atau smartphone. Android yang berbasis Linux saat ini telah merajai dunia dengan menguasai sekitar 40 persen pasar smartphone. Belum lagi Meego, WebOS, dan Chrome yang semuanya berbasis Linux dan digunakan vendor-vendor raksasa seperti Nokia, HP, dan Google. 

Apa yang membuat para vendor besar itu “jatuh cinta” kepada Linux? Alasan utamanya juga karena Linux bebas dikembangkan secara bersama, sehingga semua vendor diuntungkan. Ini sejalan dengan yang dilakukan para ilmuwan sejak dulu, bersatu bahu-membahu mengembangkan iptek untuk kepentingan bersama. Itu juga semangat sumpah pemuda dalam skala dunia di bidang iptek. 

Lalu bagaimana dengan Linux di komputer desktop? Inilah area yang saat ini belum dikuasai Linux, meskipun banyak distro atau varian Linux yang telah memenuhi kebutuhan umumnya pengguna komputer. Penyebabnya adalah ketergantungan yang lama terhadap software proprietary, ditambah masih bebasnya menggunakan software ilegal alias bajakan. Namun banyak pengamat memprediksi Linux akan menjadi sistem operasi masa depan untuk desktop, mengikuti jejak server dan mobile. Dan BlankOn telah siap sebagai produk Linux desktop dan server Indonesia, yang juga sedang dikembangkan menjadi produk mobile.