Showing posts with label bisnis. Show all posts
Showing posts with label bisnis. Show all posts

Sunday, June 01, 2014

Kuliah Apa yang Prospeknya Bagus

Setiap tahun, di masa-masa pendaftaran calon mahasiswa baru perguruan tinggi, saya menerima pertanyaan dari teman-teman yang punya anak mau mendaftar kuliah. Pertanyaan paling sering, "Jurusan apa yang prospek kerjanya bagus?" Pertanyaan lain, biasanya dari orang tua yang anaknya perempuan, "Jurusan apa yang lulusannya mudah menjadi wirausaha atau bekerja dari rumah?" Berikut ini jawaban saya berdasar pengamatan dan pengalaman, bukan hasil riset ilmiah. 

Saya biasanya menjawab agak di luar inti pertanyaan. Saya jelaskan semua jurusan atau program studi bisa membekali mahasiswa untuk bekerja maupun berwirausaha, selama mahasiswa senang atau punya passion di jurusan itu. Tapi para penanya tidak puas dengan jawaban saya. Ternyata, mereka bertanya ke saya karena "buta" hubungan kuliah dengan dunia kerja/usaha dan tidak tahu apa passion anaknya. Yang terakhir itu membuat saya harus menjawab dengan menyebut nama-nama jurusan atau program studi. 

Meskipun latar belakang kuliah dan kerja saya terkait komputer, saya berusaha menjawab jujur ke para penanya. Jurusan ilmu pasti yang paling tinggi prospek mendapatkan kerja maupun berwirausaha atau bekerja dari rumah adalah Kedokteran, dan jurusan ilmu sosial adalah Psikologi. Ilmu pasti setelah Kedokteran adalah Ilmu Komputer (Teknik Informatika) atau Sistem Komputer, dan ilmu sosial setelah Psikologi adalah Ekonomi (Manajemen atau Akuntansi). Gabungan keduanya (ilmu komputer dan ilmu ekonomi) adalah Sistem Informasi. Di beberapa perguruan tinggi, pemilih Sistem Informasi lebih banyak daripada Teknik Informatika (Ilmu Komputer), bisa jadi karena ingin mendapatkan ilmu komputer dan manajemen/bisnis secara bersamaan, atau karena tidak suka ilmu komputer yang mendalam, tapi suka memanfaatkan program komputer untuk bisnis. 

Wednesday, November 18, 2009

Mengapa Anda Mendukung FOSS?

Ini hasil wawancara virtual saya dengan beberapa pelaku bisnis ICT di dunia.

Tanya: Mengapa perusahaan Anda sebagai operator telekomunikasi atau penyedia jasa akses internet mendukung FOSS?
Jawab: Makin banyak orang menggunakan Linux dan FOSS lainnya, pemasukan perusahaan kami naik karena makin banyak orang mendownload software melalui internet. Juga akan makin banyak orang punya komputer dan gadget untuk mengakses internet karena harganya makin murah. Tentu sebagian pengguna FOSS dalam bentuk komputer atau gadget akan mengakses internet melalui perusahaan kami, sehingga keuntungan perusahaan kami meningkat.

Tanya: Mengapa perusahaan Anda sebagai pembuat hardware (prosesor, memory, dan periperal komputer lainnya, server, pc desktop, laptop, netbook, nettop, router, smartphone dan handphone, dll.) mendukung FOSS?
Jawab: Makin banyak pengembangan software free/open source yang bagus, makin murah harga software. Akibatnya, harga hardware kami juga makin murah, pembeli hardware makin banyak yang sebagiannya membeli hardware kami, sehingga pemasukan dan keuntungan perusahaan hardware kami meningkat.

Tanya: Mengapa perusahaan Anda di bidang media seperti mesin pencari, email gratis, blog, social networking, portal berita, dan sebagianya mendukung FOSS?
Jawab: Karena perusahaan media sangat membutuhkan software-software bagus yang murah sebagai infrastruktur jaringan dan server kami, juga pengembangan aplikasi bisnis kami, sehingga biaya operasional kami makin kecil. Demikian pula pengakses kami makin banyak karena harga komputer dan internet makin murah, makin banyak iklan kami peroleh, dan tentu saja keuntungan kami meningkat.

Tanya: Terakhir untuk Anda bertiga, bagaimana kalau semua software itu tergolong FOSS?
Jawab: Tentu kami makin senang, karena monopoli software berkurang, kekhawatiran orang mengcopy software menjadi hilang, sehingga yang mengakses internet terus bertambah dan pembeli hardware baru makin banyak. Ini artinya kita kembali seperti awal, bahwa semua software itu open source.

Tanya: Maaf saya lupa bertanya ke Anda yang berbisnis software, mengapa mendukung FOSS, padahal Anda jualan software?
Jawab: Justru itulah yang kami harapkan, karena kami jualan software, bukan jualan lisensi. Jika semua pebisnis software jualan software, tidak jualan lisensi, maka posisi kami sejajar. Siapa yang memberikan produk dan support terbaik, dia yang menang. Bukan seperti sekarang, hanya yang kuat yang menang.

Tuesday, March 17, 2009

Apakah Anda memiliki software komputer?

Pengantar:
Saya menulis ini karena membaca berita yang sangat menyedihkan di detikinet.com. Maksud saya, ini saat tepat Anda "menyelamatkan" Indonesia (termasuk diri Anda) dengan berbisnis yang terkait software free/open.

Kata "memiliki" dapat berarti macam-macam. Saya hanya membahas kata memiliki dalam hal software. Software di tulisan ini adalah program komputer berupa perintah-perintah yang tersimpan dalam penyimpanan data elektronik. Komputer adalah peralatan yang terdiri atas software dan hardware. Bentuk komputer bisa berupa handphone, netbook, notebook, pc, mini computer, mainframe, dan sebagainya.

Apakah Anda memiliki software komputer yang dapat Anda gunakan untuk bekerja? Jika komputer Anda berisi BlankOn Linux, maka Anda dapat menjawab "Ya", karena Anda memiliki software itu dalam arti sebenarnya. Anda dapat menggunakan untuk apa saja (personal, warnet, dan bisnis lainnya), dapat memodifikasi, menjual secara utuh atau Anda lepas hardware dan software-nya, bahkan dapat Anda gandakan lalu Anda jual juga hasil penggandaan Anda. Catatan: BlankOn Linux hanya contoh.

Apakah Anda memiliki software komputer bernama MS Windows? Jawabnya pasti "Tidak", meskipun Anda telah membeli komputer yang dibundel dengan MS Windows "asli". Anda tidak memiliki Windows, kecuali Anda punya saham MS mayoritas...hehehe. Mengapa? Karena Anda hanya diizinkan oleh MS untuk menggunakan Windows itu, tidak ada hak memodifikasi, tidak boleh melepaskan Windows lalu menjualnya ke orang lain, tidak boleh menggandakan untuk perusahaan sendiri, apalagi untuk perusahaan lain, bahkan menyewakan Windows untuk warnet saja tidak boleh tanpa izin MS. Catatan: MS Windows hanya contoh.

Jika Anda berbisnis (membuat, memodifikasi, mengintegrasi, dll.) software open/free, Anda memiliki software yang Anda bisniskan itu sepenuhnya meskipun pembuat software itu bukan Anda sendiri. Hak cipta tetap melekat pada pembuat software open/free, yang tidak perlu membayar untuk mendapatkan izin-nya. Anda memiliki hak jual dan hak-hak bisnis lainnya dari modifikasi, kustomisasi, integrasi dengan software lain, membundel dengan hardware, memberi support, memberi training, dan lain-lain. Karena Anda juga pemiliknya. Sebaliknya, jika Anda berbisnis software proprietary, Anda hanya memiliki apa yang Anda buat atau apa yang Anda beli izinnya untuk membisniskannya. Catatan: syarat dan ketentuan berlaku, yang tertulis dalam lisensi tiap software.

Sunday, March 15, 2009

Masih Soal Bisnis Software

Diskusi tentang istilah memang menarik sekaligus bisa membingungkan, bahkan menyesatkan jika tidak paham apa yang dimaksud oleh pembuat/penemu istilah itu. Di dunia ini ada istilah freeware (software gratis) dan ada free software (software merdeka). Saya gunakan kata merdeka, karena pencetus free software menjelaskan kata free adalah freedom. Meskipun mirip, kata merdeka lebih pas daripada bebas (imho). Tidak ada bebas tanpa batas, demikian pula tidak ada merdeka tanpa batas.

Arti dan batasan free software antara lain:
- Boleh digunakan dan disebarluaskan, namun tidak boleh menuntut pembuatnya jika ada akibat negatif dari penggunaan dan penyebaran software itu. Sebenarnya tidak boleh menuntut ini berlaku untuk hampir semua software, misal software proprietary yang diserang virus lalu merusak data, pengguna tidak dapat menuntut pembuat software itu dengan alasan softwarenya bisa diserang virus.

- Boleh dimodifikasi, namun ada batasan, misal untuk lisensi GPL, hasil modifikasi yang dirilis ke publik juga harus GPL.

- Richard Stallman sebagai pencetus free software juga tidak setuju menyebut free software sebagai non komersial, karena free software dapat dikomersialkan dalam berbagai bentuk. Misalnya:

1. Menjual free software dalam bentuk CD, DVD, paket dengan hardware, paket dengan software lain, paket dengan buku, dsb. Contoh: menjual hardware server, plus Linux, plus database perusahaan. Harganya bisa sangat mahal, meskipun Linux-nya Free Software.

Catatan: Menjual di sini benar-benar menjual software, bukan menjual surat izin (lisensi) seperti software proprietary, karena izin/lisensi free software dapat diperoleh tanpa biaya. Free Sosftware *bukan tanpa lisensi* tapi *tanpa biaya lisensi*.

2. Menjual hasil modifikasi, misalnya ada teman yang membuatkan Linux khusus untuk sebuah perusahaan besar. Hasil modifikasi software berlisensi GPL untuk digunakan internal tidak harus dilisensikan GPL.

3. Menjual support terhadap free software, pelatihan (baca juga artikel Tip Mendirikan Training Center), dll.

Karena istilah free software sering menimbulkan salah tafsir sebagai software gratis, maka akhir 90-an Eric S Raymond mengusulkan pakai istilah open source software.