Friday, May 12, 2017

Mudik Lebaran 2017 tidak Macet Parah


Mudik lebaran sudah menjadi budaya di Indonesia sejak dulu hingga kini. Budaya lebaran itu baik, namun sering menimbulkan masalah kemacetan parah. Ingat kasus Brexit (Brebes Timur Exit Toll) 2016? Mudik lebaran 2017 ini berpeluang macet berkurang, karena banyak pilihan pintu keluar tol, dan karena hari pertama Idul Fitri tidak bersamaan (?)

Yang kedua itu belum pasti, karena baru prediksi saya pada saat menulis blog ini, 12 Mei 2017. Alat prediksi saya adalah aplikasi Stellarium pada sistem operasi komputer BlankOn Linux untuk melihat posisi bulan dan matahari. Berikut ini penjelasannya.


Sabtu 24 Juni 2017 sore saat matahari terbenam, saya "melihat" bulan memiliki ketinggian sekitar 4 derajat, dihitung dari ufuk barat atau garis posisi matahari mulai terbenam. Artinya, 1 Syawal 1438H jatuh pada hari Ahad 25 Juni 2017.

Tapi seandainya pada 24 Juni 2017 sore ketika matahari terbenam itu tidak ada yang melihat bulan dengan mata telanjang ataupun teropong, maka ada peluang pemerintah memutuskan 1 Syawal pada Senin 26 Juni 2017, sedangkan sebagian masyarakat tetap sholat Idul Fitri pada 25 Juni 2017.  Sholat Idul Fitri yang tidak bersamaan ini akan memecah jumlah pemudik khusus satu hari sebelum 1 Syawal.

Akan ada yang mengambil perjalanan Sabtu malam Ahad dan akan ada yang memilih perjalanan setelah sholat Idul Fitri, Ahad siang atau Ahad malam. Saat tiba di kampung halaman, pemudik bisa bertemu saudara untuk "merayakan" 1 Syawal kedua pada Senin 26 Juni 2017. Ini hanya prediksi saya, pastinya tunggu hari H :-)

4 comments:

Ci2212 said...

Mbah Rus, setahu saya pemudik sejati H-7 dah ngacir :). Jarang kepadatan lalulintas terjadi di H-1

Rusmanto M. said...

Setuju Pak Chris Ci2212, pemudik sejati tidak suka dadakan, meskipun suka tahu bulat...hehehe.

ryan_oke said...

Di kalender dinding saya, 1 Syawal (kalender Hijriyah) dengan 1 Sawal (kalender Jawa), ada selisih 1 Hari. Sedangkan 1 Ramadhan dan 1 Pasa ada di hari yang sama.

Rusmanto M. said...

Mas ryan_oke, kalender Jawa menggunakan rumus atau murni hisab, misal bergantian 29 dan 30. Jika bulan Ruwah ini 29 hari, maka bulan Puasa 30 hari. Karena 1 Puasa/Ramadhan pada 27 Mei, maka 30 hari Puasa akan menetapkan 1 Syawal pada 26 Juni.