Thursday, January 01, 2009

Tahun Baru tanpa Suspend dan Hibernate

Setelah lebih setahun menggunakan BlankOn 2 untuk komputer kerja, dan tidak pernah diupdate, apalagi diupgrade, hari ini (1 Januari 2009) saya memutuskan pindah ke BlankOn 4, meski masih belum "senyaman" BlankOn 2.

Laptop kelas rendah yang saya pakai sejak 2005 secara mulus "ketemu jodoh" sama BlankOn 2 pada 2007, setelah gonta-ganti pasangan selama 2 tahun. Jodoh? Ya, karena semua hardware berjalan baik di BlankOn 2, mulai dari hardware standar seperti vga dan sound, hingga yang kadang menjengkelkan seperti modem dan acpi (khususnya suspend dan hibernate). BlankOn 4? Saya tak tahu mengapa kadang gagal suspend dan hibernate, kadang berhasil di laptop "tua" saya itu.

Karena dua hal itu tidak terlalu penting buat saya, maka:
pada malam tahun baru yang telah lewat,
saya bulatkan tekat (baca tekad),
untuk bersama BlankOn empat,
sampai suatu saat,
ada distro yang lebih tepat. :-)

7 comments:

rosyidi alwan said...

ehemm3x...
kalau nemu yang tepat kenapa mesti tergoda dg yang baru? (walau mungkin keliatan sexy dan modis).
Saya saja masih menggunakan ubuntu 6.06 LTS dan sangat2 nyaman sekali...
BAgaimana tidak, kompi saya PIII dengan ram 384, ndak mungkin lah ganti 8.04...
mau ganti distro lain jelas malas...
KAdang dan sering kita tergoda untuk menyeleweng dan tidak setia dengan pasangan kita... hahaha. PAdahal kan yang udah lama menemani kita bukan berarti ketinggalan jaman, yang peting fungsionality... appereance nomer 13, kalau memang resource udah hebat... Salam Linux!

Rusmanto said...

Sepakat dengan tulisan mas Rosyidi, kalau sudah nyaman mengapa harus ganti pasangan? Proses migrasi memang belum 100 persen mulus, sehingga saya masih pertahankan BlankOn 2. Saya tidak meng-upgrade, tapi menginstall BlankOn 4 di partisi hard disk yang berbeda dengan BlankOn 2. Partisi swap sama, sehingga jadi bermasalah jika saya mati suri (hibernate) lalu ganti tutup kepala (BlankOn). Kalau hanya tidur (suspend) tidak masalah, bahkan ganti pasangan (distro) pun tidak masalah.

rosyidi alwan said...

KAdang kalau dipikir sepintas, versi dan varian distro yang teramat banyak dan teramat sering diperbarui, membuat Linux terasa tidak profesional dan bak mainan para computer-freak.
Tapi tentu saja itu tidak benar. Saya sangat senang dengan konsep Ubuntu 8.04.1 (Daripada dengan Ubuntu 8.10). Untuk hal ini kita tidak perlu malu untuk menjiplak konsep Microsoft, yang hanya mengeluarkan Service-Pack, bukan versi baru sistem.
Walau secara tehnikal sama, yaitu upgrade sistem, tapi dalam LInux itu memang lebih kompleks. Sudah semestinya suatu saat ada yang berpikir untuk membuat "service pack" for Linux : Ubuntu, Fedora, Mandriva. Buat apa ganti nama Ubuntu ini, nanti Ubuntu itu. Fedora entah, nanti Fedora berantah. Mandriva anu, Mandriva inu. Lebih baik dibuat rilis yang stabil seperti Debian. 3 atau 4 tahun sekali. Lainnya, dibuat paket "servica pack" saja, yang dibundel komplit dengan segala dependensinya, yang bisa didownload secara manual pakai warnet, lalu di instal manual di sistem Linux kita. Subhanallah! Andai saja itu terpikirkan oleh para pengembang Linux, saya jamin Linux akan dengan cepat menjajah dunia komputer di jagat raya ini.

gnine said...

Saya masih setia dengan slackware pak...

Salam kenal pak

Andy MSE said...

Baru kemaren saya melihat sendiri laptop pak Rus, ternyata sealiran dengan saya, hehehe... saya juga masih setia pakai mesin Celeron 1.5GHz, dengan memory 1GB dan harddisk berkapasitas 40MB saja. Yang penting kerjaan lancar. Apalagi didukung ubuntu. Kebetulan semua hardware jalan lancar juga.

reuben said...

pak rusmanto... saya mau tanya... kenapa ya laptop saya (axioo) gak bisa di install linux?
dari ubuntu, mandriva, blankon, linare, semua gak ada yg bisa, pada waktu penginstallan pasti hang ditengah jalan...

Rusmanto said...

Buat reuben, tolong tulisakan tipe komputer secara lengkap dan email ke saya di rus @ infolinux.co.id untuk saya teruskan ke teman di perusahaan pembuat axioo. Sebelumnya, coba dulu saat boot ditambahkan opsi acpi=off dan noapic sesuai petunjuk pada menu boot instalasi masing-masing distro.