Friday, October 10, 2008

Menunggu Datangnya Game Windows di Linux

Masih ada sedikit kendala bagi pengguna komputer desktop untuk beralih sepenuhnya ke sistem operasi Linux. Salah satu kendala itu adalah belum tersedianya game “Windows” di Linux. Kendala lainnya, ada beberapa vendor hardware yang belum mendukung Linux dan ada beberapa program yang dianggap penting oleh pengguna hanya dapat dijalankan di MS Windows seperti untuk urusan dengan pemerintah atau pihak lain.

Anda yang sudah memilih Linux sebagai sistem operasi utama tidak perlu khawatir, karena kuantitas dan kualitas game di Linux terus meningkat seperti yang disajikan infoLINUX edisi 10/2008. Beberapa game yang tersedia di Linux itu juga dibuat mirip dengan game proprietary, misalnya LinCity yang mirip dengan SimCity, Flightgear yang mirip dengan Flight Simulator, dan sebagainya.

Game “Windows” masih sangat ditunggu-tunggu para gamers di Indonesia. Game “Windows” yang kami maksudkan adalah program permainan komputer yang dibuat khusus untuk sistem operasi MS Windows dan sangat popular bagi masyarakat Indonesia khususnya anak-anak dan remaja. Beberapa game “Windows” tersedia gratis atau berbayar di Internet. Game-game itu dapat diakses dengan komputer personal dan disediakan oleh para pengelola warnet atau game center. Meskipun sebagian game “Windows” dapat dijalankan di Linux melalui program emulator, kami melihat gamers belum merasa puas kalau game “Windows” tidak dijalankan di atas MS Windows.

Gamers sangat berharap para pembuat game popular saat ini segera menyediakan versi Linux, meskipun game itu tidak Open Source. Demikian pula para pengguna hardware tertentu seperti beberapa jenis winmodem (modem internal), scanner, dan webcam akan merasa nyaman pindah ke Linux jika para pembuat hardware itu menyediakan driver produknya untuk Linux.

Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya pengguna Linux akan mendorong para vendor game dan hardware merilis produk atau drivernya untuk Linux. Kita tunggu saja.

5 comments:

ahmadharis said...

Mungkin Pak Rus bisa ndongeng ke pihak lyto biar game favoritku skarang, Cabal Online bisa run di Linux. Pasti mantap.... hehehehe

idotkontji said...

salam kenal ya pak.. pak warnet dekat rumah saya menggunakan OS Linux, ketika saya membuat blog di blogspot, saya langsung merubahya dengan template baru yang disediakan di blogspot itu sendiri, tetapi ketika saya "view blog" tapilannya tidak berubah sama sekali dan saya sudah mencobanya beberapa kali,, tetapi ketika saya menggunakan IE di rumah teman saya, blog itu ternyata sudah berubah tampilannya... nah, kok bisa kayak gitu ya pak? katanya harus di clear-in dulu cache nya masalahnya saya tidak tahu bagaimana meng-clear-kan cache tersebut di komputer warnet? info ini saya dapat dari teman saya, lewat YM,,, kira2 selain hal di atas kemungkinan apa lagi sehingga terjadi hal seperti itu? terim kasih.

rosyidi alwan said...

Nampaknya berharap terlalu lebih bukanlah suatu yang cukup tepat. Semoga saja semuanya berjalan seperti itu, tapi toh segmen pengguna komputer begitu banyak dan beragam..
Dan khusus untuk Indonesia,
motivasi menggunakan LInux mungkin lebih seperti iman..
Kalau belum ada keikhlasan untuk mencari "hidayah" untuk menggunakan Linux, seperti apapun lengkapnya Linux, tetap akan tidak menarik..
Dan sebaliknya, walaupun masih ada beberapa keterbatasan, kalau memang pintu "hidayah" sudah ditemukan, orang akan dengan senang dan bersemangat menggunakan Linux, dan akan melakukan segala cara agar sistem Linux dapat optimal bekerja..
Kenapa motivasi menggunakan Linux masih seperti iman? Karena kita tidak bisa menghindar dari kenyataan, bahwa isu HaKi sama sekali belum menjadi isu yang populer dan penting bagi mayoritas pengguna komputer pribadi di Indonesia..
Memasarkan Linux, untuk kalangan luas, terutama untuk generasi mudanya, adalah dengan menonjolkan segi emosional. Bahwa Linux di cipta dengan semangat berbagi yang luar biasa, bahwa Linux dikembangkan dengan saling berbagi ilmu, dan (walaupun mkn tidak etis) menonjolkan segi2 negatif dari sistem propritari yang sangat condong dengan kapitalisme yang serakah.
Dilain pihak, mengidentikan Linux dengan anekdot2 anak muda akan sangat membantu, misal Linux Rock, atau Linux imut dan lain sebagainya...
Pengalaman saya justru, banyak teman2 tertarik dengan LInux karena fitur 3D yang sangat luar biasa menawan, bukan tanya bagaimana cara orpek, cara ini-itu, tapi justru tanya "kok tampilan Linux sangat indah yah?"
Jika Linux dicipta dengan semangat berbagi dan cinta,
maka mengajak orang untuk menggunakan LInux akan tidak berbeda dengan misi Gospel, atau Jihad.. Menyebarkan kebaikan dan kebenaran..
Untuk kalangan korporasi, pertimbangan rasional bahwa Linux akan menjanjikan low-cost, adlah tidak perlu diragukan, tapi bagaimana dengan orang awam?
Pengguna awam akan sangat tertarik dengan hal2 yang emosional, dan alasan rasional untuk LInux yang sangat laku bagi pengguna PC Indonesia hanya satu : LINUX BEBAS DARI VIRUS WINDOWS..
Semoga saja LInux akan terus berkembang, berkembang dan berkembang.. Dan suatu saat, LInux akan menjadi sistem operasi masa depan yang akan menjadi pemain utama, menyaingi sistem operasi proprietary yang sudah ada.. Amiin..

nodeps said...

klo bgitu di tunggu ajah Pak Rus... soal e saiah pake sopwere transgaming cedega... msh bnyak yg belum supporttt... game-game nya....

okey said...

Ayolaaah para programer aku dah pingin main cabal onlin di linux aku pingin bantu tapi keterbatasan 'ilmu jadi cuma bisa berharap dan berdo'a dan sedikit mencari info di internet .....kutunggu...wahai para programer..