Showing posts with label lp3t-nf. Show all posts
Showing posts with label lp3t-nf. Show all posts

Sunday, March 27, 2011

Fakir-miskin juga Berhak jadi Teknokrat



Fakir-miskin juga Berhak jadi Teknokrat...

Di Minggu pagi yang cerah 6 Maret 2011, saya silaturahim ke sebuah pesantren "Open Source" di belakang masjid Kubah Emas Cinere Depok. Saya melihat semangat para santri yang luar biasa untuk menguasai teknologi informasi berbasis Open Source.

Pesantren yang dikelola bersama antara Yayasan Profesi Terpadu Nurul Fikri (LP3T-NF) dan LAZIS PT PLN ini istimewa karena tiga hal: 1) kurikulumnya mencakup teknologi, kewirausahaan/kepemimpinan, dan akhlak mulia, 2) perangkat lunak yang digunakan dan dipelajari berbasis Open Source, 3) semua santrinya berasal dari keluarga dhuafa atau fakir-miskin. Setahu saya, ini satu-satunya pesantren "Open Source untuk Fakir-miskin" yang ada di dunia. Kalau ada pesantren serupa di tempat lain, mohon Anda beri tahu saya. Para pengelola pesantren ini berharap ada banyak pesantren serupa di Indonesia.

Tiga latar belakang pendirian pesantren ini adalah: 1) kurangnya pemimpin yang memiliki wawasan iptek dan berakhlak mulia, 2) kurangnya tenaga ahli di bidang TI berbasis Open Source, 3) sedikitnya keluarga fakir-miskin yang memiliki kesempatan menjadi ahli TI dan pemimpin di berbagai lini kehidupan. Menurut kami, anak dari keluarga fakir-miskin juga punya hak dan kewajiban menjadi teknokrat, yakni pemimpin formal (birokrat) maupun non formal yang dijadikan pemimpin karena penguasaannya di bidang ICT (teknologi).

Mungkin ada yang bertanya, mengapa berbasis Open Source? Karena telah banyak bukti bahwa untuk menguasai teknologi informasi secara bebas tanpa ketergantungan pihak lain harus menggunakan konsep Open Source, software yang bebas digunakan, dipelajari, dan disebarluaskan secara legal tanpa harus membeli lisensi.

Catatan: Kata Open Source ini mewakili gerakan Free Software dan Open Source Software, dengan contoh produk bernama sistem operasi Linux, aplikasi perkantoran LibreOffice, pemrograman Python, Java dan PHP, database MySQL dan PostgreSQL, server web Apache, server email Postfix, server proxy Squid, menggambar dengan Inkscape, dan mengedit foto dengan Gimp, dan lain-lain.

Tuesday, January 25, 2011

Mengubah Warnet Jadi Training dan Testing Center

Mengubah/Melengkapi Warnet Jadi Training dan Testing Center... Sebuah Ide Gila...

Sudah lama saya menerima kabar yang kurang baik dari teman-teman pemilik warnet. Sejak lebih dari satu tahun terakhir, omset warnet menurun tajam, bahkan beberapa warnet tutup karena tidak layak lagi untuk mencari makan, alias merugi. Di saat bersamaan saya baca dan lihat berita menyedihkan, banyak penggangguran tapi banyak lowongan kerja tak terisi. Kontradiktif.

Solusinya, beberapa bulan saya menggali ide untuk memanfaatkan warnet. Beberapa ide sudah dijalankan teman-teman, antara lain mengubah warnet sebagai usaha desain grafis, jual-beli komputer, perbaikan komputer, dukungan teknis LAN dan wireless LAN, jasa pengetikan skripsi yang kadang tidak hanya mengetik, dan lain-lain. Tapi satu ide yang saya belum lihat digarap serius, yakni tempat pelatihan komputer yang bersertifikasi. Istilah asingnya (bukan latah pakai istilah asing), Training and Testing Center.

Masalahnya, selama ini pelatihan yang bersertifikasi selalu identik dengan biaya mahal dan rumit menjalankannya. Mahal karena tingginya biaya lisensi software, biaya lisensi pelatihan, dan biaya sertifikasi lulusan. Rumit karena harus punya badan usaha (PT atau Yayasan) dan harus izin ke pemerintah (dinas tenaga kerja dan atau pendidikan). Bandingkan itu semua dengan umumnya warnet.

Ide gilanya, ada lembaga training yang sudah pengalaman bertindak sebagai penjamin mutu (misal LP3T-NF), ada lembaga sertifikasi untuk soal-soal dan sistem ujiannya (misal YPLI-BlankOn), ada yang menjalankan sistem pengajaran (pengelola warnet), dan ada yang diajar (pelanggan warnet: pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum). Semua software yang digunakan harus berlisensi FOSS atau "gratis" (tanpa biaya lisensi), semua modul berlisensi Open Content atau Creative Commons (tanpa biaya lisensi), dan sistem pelatihan serta ujian "belisensi" bagi hasil. Pelatihan dan ujian dapat berbasis online dengan tetap menjaga kejujuran.

Targetnya, akan menghasilkan banyak SDM kompeten, yang saat ini dan ke depan sangat dibutuhkan dunia kerja, antara lain:
  • Sistem operasi Linux/Unix (tanpa buta Windows karena ada versi demo atau trialnya)
  • Infrastruktur jaringan komputer (Bind, Postfix, Apache, Samba, Squid, dll.)
  • Desain grafis dan multimedia (Gimp, Inkscape, Scribus, Blender, Kino, Audacity, qCAD, FreeCAD, dll.)
  • Pemrograman yang paling populer di dunia web dan mobile (PHP, Java, dll.)
  • Database yang tidak diragukan lagi manfaatnya (MySQL, PostgreSQL, dll.)
  • Aplikasi Perkantoran yang sesuai ISO dan SNI (OpenOffice.org/LibreOffice, dll.)

Pertanyaannya, adakah di antara Anda yang berminat menjalankan ide gila ini? Kalau ada, mari kita berjuang bersama untuk mengurangi pengangguran dan mengisi lowongan kerja. Saya percaya rezeki akan mengalir dari arah yang tidak diduga. :-)

Catatan: Tawaran ide ini tidak hanya untuk warnet.

Friday, January 21, 2011

Menjemput Rezeki Terkait Desain Grafis

Menjemput Rezeki Terkait Desain Grafis ...

Jumlah pelaku bisnis di bidang desain grafis seperti penerbitan dan periklanan (cetak dan elektronik) sangat besar di Indonesia. Saya belum menemukan data lengkap, tapi saya memperkirakan jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu. Usaha ini menyerap tenaga kerja ratusan ribu hingga jutaan orang. Anda bisa lihat buktinya di pinggir-pinggir jalan, media cetak dan elektronik, hingga pakaian dan peralatan yang Anda gunakan beraktivitas saat ini.

Semua usaha itu membutuhkan program untuk menggambar, mengedit foto, dan atau menata tampilan (layouting). Semuanya pasti ingin untung. Dan semuanya pasti ingin bahagia di seluruh waktu kehidupannya, mulai di dunia sekarang, di alam barzah nanti, dan di akhirat yang akan datang. Tidak ada yang ingin menderita seperti Gayus (maaf Pak Gayus, semoga Anda telah tobat hari ini), meskipun suka gayus (garang asem yang untuk sarapan). :-)

Ukuran bisnis terkait desain grafis ini mulai dari usaha rumah tangga dan kaki lima (usaha mikro), usaha kecil, usaha menengah, koperasi, hingga konglomerat media cetak dan elektronik. Bentuk produk (jasa/barang) juga sangat beragam, antara lain iklan, stempel, logo, spanduk, poster, baliho, brosur, poster, buku, bulletin, majalah, tabloid, hingga koran harian beroplah jutaan eksemplar. Bahkan mungkin tidak Anda duga, usaha tekstil dan fashion (batik, kaos, topi, dll.), aksesoris, dan sebagainya itu juga butuh program desain grafis.

Para pengembang dan penggiat Open Source telah mengenalkan beberapa program untuk ini sejak lebih sepuluh tahun yang lalu. Para pelajar, mahasiswa, karyawan, dan pengusaha terlihat sangat semangat dengan berbagai caranya mengenalkan program Open Source terkait grafis yang diharapkan bisa untuk menjemput rezeki yang halal, baik, dan berkah. Salah satunya seperti pesan-pesan yang akan lewat di bawah ini ... :-)
  • Judul: Workshop Sehari Desain Grafis dan DTP Berbasis Open Source
  • Tempat: LP3T-NF Rawamangun, Jl. Paus Raya 92F (samping kanan terminal bis) Jakarta Timur.
  • Waktu: Kamis 27 Januari 2011, pukul 09.00 - 16.30 WIB.
  • Materi: Pengantar gambar digital, menggambar dengan Inkscape, mengedit foto atau gambar bitmap dengan Gimp, dan menata tampilan dengan Scribus.
  • Instruktur: Penulis buku Desain Grafis InfoLINUX dan pengajar komputer di sebuah lembaga pendidikan.
  • Penyelenggara: Majalah InfoLINUX bekerja sama dengan PinPoint Event Organizer.
    Jika Anda atau teman, anak, adik, kakak, om, tante, ibu, bapak, bahkan nenek dan kakek Anda ingin bekerja dan berusaha terkait desain grafis secara halal, baik, dan berkah, maka kesempatan ini sangat sayang ditinggalkan. Info selengkapnya silakan email ke pinpoint.event@gmail.com.