Sunday, August 16, 2009

Buat apa Indonesia merdeka? Buat apa Linux open source?

..........Introspeksi sejenak menyambut hari kemerdekaan RI dan TIK.........

Di bidang negara, mengapa para pendiri negara kita memilih merdeka? Mengapa tidak bergabung saja dengan Jepang atau salah satu negara sekutu, Amerika atau Belanda atau yang lain? Kan tinggal pakai aturan yang ada, tinggal menikmati jabatan, tidak perlu perang, apalagi harus gerilya, tidak perlu menyusun undang-undang, tidak perlu belajar ilmu membangun negara baru, yang penting enak to? Mengapa hayo?

Karena, para Bapak Bangsa (the founding fathers) negara kita, saya dan juga Anda, ingin kedaulatan (menentukan nasib sendiri), punya kebebasan dalam mengelola negara, menentukan bentuk negara, bisa menjaga keamanan negara, mengatur sendiri kekayaan dan keuangan negara, tidak diatur pihak lain, apalagi pihak lain itu terbukti hanya mencari keuntungan sendiri.

Di bidang TIK, mengapa pakai Open Source atau software merdeka? Mengapa tidak ambil saja yang ada (Proprietary)? Kan tinggal pakai, tidak perlu mengubah kebiasaan, tidak perlu belajar, tidak perlu mengembangkan software sendiri, yang penting enak to? Mengapa hayo?

Karena, kami dan juga (saya yakin) Anda, ingin kedaulatan dalam menggunakan software, menentukan program apa yang mau kita pakai, mengatur sendiri bagaimana menyebarkan program, bisa menjaga keamanan software, mengatur sendiri bisnis software, tidak diatur pihak lain, apalagi terbukti pihak lain itu hanya mencari keuntungan sendiri.

Lalu apa hubungan Kemerdekaan 17 Agustus dengan Linux dan Open Source? Sistem operasi adalah tulang punggung semua komputer/gadget yang kita gunakan, dan Linux itu tokoh popularnya. Kalau kita ingin bebas dari tekanan pihak luar (untuk membayar lisensi mahal), bebas dari virus, bebas dari dosa (membajak software), bebas mengembangkan sendiri, dan bebas dari ketergantungan, maka kita harus merdeka di bidang TIK dengan menggunakan Linux atau program open source atau free software lainnya.

Memang kita belum bisa lepas 100% dari negara lain, tapi kita ingin semakin merdeka dalam mengelola negara. Memang kita belum bisa lepas 100% dari software lain, tapi kita ingin semakin merdeka dalam mengelola TIK.

Negara Indonesia: Sekali Merdeka Tetap Merdeka!
TIK Indonesia: Sekali Merdeka Tetap Merdeka!

Free bukan Gratis, Free adalah Freedom alias Merdeka!
...................................................

6 comments:

Pradna said...

termasuk membuat OS dengan citarasa Indonesia yang merdeka :)

A L T H E A said...

merdeka :)

fxekobudi said...

Seperti sebuah proses untuk menggapai kemerdekaan itu, saya sangat yakin dengan perjuangan Pak Rusmanto untuk tetap teguh memperkenalkan Linux dan Open Source untuk kemerdekaan TIK di Indonesia. Selamat berjuang Pak, kami siap mendukung dan membantu..

rosyidi alwan said...

Walau tidak mudah, tetapi harga diri (dan kedaulatan) adalah nilai yang tak bisa di tawar..

Andy said...

Merdekaaaa!!...
*nggak ada kata telat untuk merdeka*

Anonymous said...

A computer is like an air conditioner, it stops working when you open Windows.