Posts

Showing posts with the label blankon

Mencoba Sistem Operasi BlankOn X Tambora

Image
Setelah lama saya mencari waktu untuk menjadi tester amatiran buat BlankOn X Tambora, akhirnya  hari ini saya berhasil menguji coba versi harian 20150531 amd64 yang masih versi Beta, versi final belum dirilis.  Saya menggunakan laptop lama (dibeli akhir 2010), HP Compaq  Presario CQ42, Intel Pentium(R) Dual-Core CPU T4500 2.30GHz.  Gambar tangkapan layar (Screenshot) BlankOn X Tambora (versi beta) Eh, ada logo OIX, artinya apa ya? Saya coba menerka, OIX adalah karya Orang Indonesia, versi X (sepuluh, eXcited, eXtra ordinary, atau X saja), yang tidak kalah dengan versi X sistem operasi lainnya.  Berikut ini beberapa catatan hasil uji coba saya: LiveCD USB saya buat dengan unetbootin pada BlankOn 8, dan BlankOn X  sukses booting (dengan bawaan bahasa Inggris). Instal juga sukses. Saya memilih mengedit partisi hard disk secara manual (pakai partoedi) untuk  memformat ulang salah satu partisi (/dev/sda11). Kartu Audio intel 82801I OK. Kartu ...

BlankOn 8 atau Mint 13 atau Ubuntu 12

Image
Libur lebaran 2012 ini saya mencoba tiga distro Linux turunan Debian, yakni BlankOn 8, Mint 13 , dan Ubuntu 12.04. Saya coba membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing dari sisi tampilan dan menu desktop, serta dari sisi kecepatan booting hingga muncul desktop. Tampilan desktop dan menu Manokwari milik BlankOn 8 Kesimpulan saya, dari sisi tampilan: BlankOn cocok untuk yang mementingkan kesederhanaan dengan desktop Manokwari-nya. Mint 13 untuk yang memementingkan kemiripan dengan tampilan lama (Windows, Gnome 2, KDE). Dan Ubuntu untuk yang sudah suka Unity Ubuntu. Dari sisi kecepatan booting, BlankOn paling cepat, sedangkan Ubuntu dan Mint relatif sama. Catatan: Kesimpulan ini tidak berarti menjadi penilai salah satu lebih baik dari yang lain, karena setiap pengguna memiliki keinginan yang berbeda. Pengguna yang ingin praktis, cepat, sederhana, BlankOn bisa jadi pilihannya. Pengguna yang ingin tampilan mirip Windows bisa jadi memilih Mint. Dan pengguna yang telah man...

Menunggu Kelahiran Linux BlankOn 8

Tidak semua kegiatan menunggu itu membosankan. Salah satu yang bisa menyenangkan adalah menunggu rilis produk software kesukaan, misal BlankOn  8 Rote, karena ada versi-versi pendahulu sebelum keluar versi final. Mirip menunggu pertandingan final Piala Dunia atau Piala Eropa, ada pertandingan-pertandingan awal yang juga menyenangkan ditonton. Bedanya, menunggu rilis software seperti BlankOn 8 Rote ini memberi kesempatan semua orang ikut menjadi "pemain", bahkan bisa ikut menjadi "penentu" hasil akhir. Menjadi pemain dalam pengembangan distro Linux dapat dilakukan mulai dari sebelum ada rilis awal, misalnya mengusulkan program yang disertakan. Menjadi pemain juga bisa dilakukan setelah ada rilis alfa, beta, atau racikan, misalnya menjadi penguji-coba atau tester dan melaporkan hasil tesnya. Jika Anda berminat menjadi "pemain" BlankOn, Anda bisa mulai dengan mencoba edisi harian, misalnya versi harian 30 Juli 2012  Blankon 8 Standar  atau BlankOn 8 Sajad...

Beberapa Contoh Memahami Perbedaan

Anda pernah membaca atau mendengar kalimat "Sepakat untuk Tidak Sepakat"? Jika pernah dan Anda sepakat bahwa kita bisa "sepakat untuk tidak sepakat", maka kita sama-sama memahami adanya perbedaan. Perbedaan pendapat itu bisa terjadi (antara lain) karena perbedaan acuan yang digunakan untuk berpendapat. Sebagai contoh, pengguna Linux yang baru mencoba Windows berpendapat menggunakan Windows itu susah, karena acuan dia berpendapat adalah menggunakan Linux. Demikian pula sebaliknya, pengguna Windows yang baru mencoba Linux berpendapat Linux itu susah. Ini juga terjadi pada pengguna smartphone atau PC tablet, ada yang cocok dengan Android, ada yang pilih Meego, ada pula yang pilih IOS (Ipad/Iphone), dsb. Sesama pengguna Linux pun ada banyak perbedaan. Misal Linux BlankOn dinilai mudah bagi yang biasa pakai Ubuntu. Lalu Linux IGN (IGos Nusantara) juga dinilai mudah bagi yang biasa pakai RedHat atau Fedora. Bahkan dengan distro Linux yang sama, ada yang berpendapat m...

Pro-Kontra Sertifikasi SDM Linux

Pro-Kontra Sertifikasi SDM Linux ... Mengapa sertifikasi SDM (termasuk kompetensi komputer berbasis Linux) kadang ditanggapi pro dan kontra? Penyebabnya antara lain ada SDM yang memperoleh kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan setelah memiliki sertifikat kompetensi (pro) dan ada SDM yang mendapatkan pekerjaan dengan mudah meskipun tidak memiliki sertifikat kompetensi lalu menilai sertifikasi tidak berguna (kontra). Saya lihat keduanya benar sesuai kondisi masing-masing, sehingga pro-kontra ini tidak bertentangan. Sertifikasi itu hanya cara mendapatkan bukti atau pengakuan bahwa seseorang kompeten di suatu bidang. Bukti itu dibutuhkan misalnya untuk melamar kerja pada perusahaan atau lembaga yang membutuhkan bukti. Sertifikasi kadang juga dibutuhkan untuk proses seleksi atau lelang proyek pengadaan barang/jasa, sebagai salah satu kriteria penilaian. Di bidang personalia atau pengembangan SDM, sertifikasi bisa dijadikan salah satu kriteria penentuan gaji dan atau jabatan. Contoh ...

Anak-pinak Linux dan Unix

Anak-pinak Linux dan Unix ... Pesta penuh ceria terjadi di berbagai belahan dunia untuk menyambut kedatangan Linux Ubuntu 11.04 yang namanya Natty Narwhal. Kita bisa lihat daftar penyelenggara yang tercatat di sini . Saya yakin masih banyak lagi penyelenggara pesta rilis yang tidak mendaftarkan diri ke pusat Ubuntu, misalnya yang akan terlaksana pada Sabtu 14 Mei di Depok dan Minggu 15 Mei di Semarang ( klik di sini ) . Ubuntu yang Open Source itu memiliki keturunan atau "anak" di Indonesia, yakni BlankOn . Dalam waktu dekat, pengembang BlankOn akan merilis versi 7 yang diberi nama Pattimura. Kalau BlankOn disebut anak Ubuntu, maka Ubuntu adalah anak Debian . Semua itu merupakan sistem operasi komputer terkenal yang berisi kernel Linux plus program-program dari pengembang GNU (GNU's Not Unix) dan pengembang lainnya. Unix merupakan cikal-bakal Linux, tapi Linux bukan anak Unix, karena Linux tidak dibuat dari kode program Unix. Sistem operasi terkenal untuk hp dan komput...

Model Bisnis Open Source

Model Bisnis Open Source... Open Source Software atau Free Software tidak identik dengan produk gratis. Kedua istilah itu hanya merupakan konsep pembuatan dan penyebaran, termasuk penjualan software dan jasa/barang terkait software. Banyak peluang wirausaha berbasis teknologi atau technopreneur dengan memanfaatkan konsep Open Source. Berikut ini beberapa model bisnis yang telah digunakan banyak perusahaan dengan sukses. 1. Competency-based services: Jasa berbasis kompetensi tanpa punya produk sendiri. Contoh: LPI (sertifikasi), NF (pelatihan), dll. 2. Distribution, services, and branding: Jasa plus produk. Contoh: RedHat, BlankOn, dll. 3. Widget frosting: Menjual produk seperti hardware (widget) yang menggunakan OSS (frosting). Contoh: Acer, IBM, Samsung, dll. 4. Accessorizing: Majalah, buku, CD/DVD, dll. 5. Loss Leader: Mengubah produk jadi FOSS agar tetap memimpin pasar. Contoh: Mozilla 6. Free the software, sell the brand: Membebaskan lisensi (FOSS), dan menjual merek. Contoh: Googl...

Pejuang BlankOn yang Tak Kenal Lelah

Pejuang BlankOn yang Tak Kenal Lelah... Di kampung saya, kata "berjuang" itu biasa digunakan untuk menyebut pekerjaan guru honorer. Disebut berjuang karena mau mengajar tanpa gaji. Kalaupun ada honor, nilainya hanya cukup untuk makan sehari-hari dirinya sendiri. Kalau guru honorer ingin memberi makan istri dan anaknya, maka harus cari uang dari pekerjaan lainnya. Mengapa para guru itu mau berjuang? Karena para guru itu punya semangat dan passion , bahwa menjadi guru atau berbagi ilmu itu akan membuatnya bahagia, meskipun pekerjaan itu tidak seketika memberinya uang. Bahagia tidak diukur dari uang, tapi dari kegiatannya memberi manfaat untuk banyak orang. Kata "berjuang" juga sangat tepat saya gunakan untuk kegiatan para pengembang ilmu pengetahuan, dan pengembang program komputer seperti yang Anda gunakan untuk membaca tulisan saya ini. Pelakunya disebut pejuang. Contoh karya pejuang yang sederhana tapi sangat nyata manfaatnya adalah pengembangan Linux BlankOn . Pa...

Jika Linux hanya Android

Jika Linux "hanya" Android... Android telah membuat Linux dan Open Source menjadi sangat "manusiawi" dan "nyaman" digunakan. Pengguna Android merasakan Linux yang ada di hp (handphone/smartphone) atau tablet-nya itu bukan barang aneh. Lalu mengapa Linux selain Android tidak/belum bisa seperti Android? Penyebab pertama Android mudah diterima pengguna hp dan tablet (Android-Pad) adalah karena Android menggabungkan Linux dan program-programnya dengan perangkat keras hp dan tablet dalam satu paket perakitan dan penjualan. Itu tidak/belum terjadi dengan umumnya sistem operasi Linux non Android. Umumnya Linux masih dikembangkan secara "mandiri" atau terpisah dengan perakitan komputer. Selain Android, hanya beberapa Linux yang sukses dalam penjualan karena berhasil memaket dengan perakitan dan penjualan hardware ini, salah satu contohnya Linux RedHat yang dipaket dalam penjualan server. Kita masih menunggu Linux Meego yang sedang ditinggal induknya - N...

Mengubah Warnet Jadi Training dan Testing Center

Mengubah/Melengkapi Warnet Jadi Training dan Testing Center... Sebuah Ide Gila... Sudah lama saya menerima kabar yang kurang baik dari teman-teman pemilik warnet. Sejak lebih dari satu tahun terakhir, omset warnet menurun tajam, bahkan beberapa warnet tutup karena tidak layak lagi untuk mencari makan, alias merugi. Di saat bersamaan saya baca dan lihat berita menyedihkan, banyak penggangguran tapi banyak lowongan kerja tak terisi. Kontradiktif. Solusinya, beberapa bulan saya menggali ide untuk memanfaatkan warnet. Beberapa ide sudah dijalankan teman-teman, antara lain mengubah warnet sebagai usaha desain grafis, jual-beli komputer, perbaikan komputer, dukungan teknis LAN dan wireless LAN, jasa pengetikan skripsi yang kadang tidak hanya mengetik, dan lain-lain. Tapi satu ide yang saya belum lihat digarap serius, yakni tempat pelatihan komputer yang bersertifikasi. Istilah asingnya (bukan latah pakai istilah asing), Training and Testing Center . Masalahnya, selama ini pelatihan yang ber...

Desktop Publishing antara Berbohong dan Mencuri

Desktop Publishing antara Berbohong dan Mencuri ... Ide menulis ini mencuat pada saat saya mengedit buku tentang Desktop Publishing dengan Free/Open Source Software, setelah beberapa saat sebelumnya mendengar berita tentang kebohongan. Tulisan ini tidak ada hubungan dengan politik dan kenegaraan, tapi berhubungan dengan karya cipta buku yang menggunakan komputer untuk menulis, membuat gambar, mengedit, melayout, dan "kebohongan" yang mungkin dilakukan oleh teman "maya" saya bernama Layouter, nama yang keren sesuai dengan profesinya. :-) Layouter mendapatkan order untuk melayout dan mencetak sebuah buku. Pemesannya meminta agar Layouter membuat desain dan tata letak buku itu dengan program CorelDraw, Photoshop, dan InDesign sebagai Desktop Publishing, lalu menyerahkan hasil cetak dengan menyertakan file dalam format PDF. Layouter menyanggupi dengan syarat boleh membuat buku itu menggunakan Inkscape, Gimp, dan Scribus. Alasannya, keuntungan usaha Layouter dalam setahu...

Takut sama Hacker?

Takut sama Hacker? Kata hacking dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi masih sering diartikan secara negatif sebagai perbuatan yang merugikan orang lain. Demikian pula hacker atau orang yang melakukan hacking sering disalahartikan sebagai orang yang melakukan tindak kiriminal kelas tinggi. Istilah yang lebih pas untuk pelaku kriminal adalah cracker atau perusak, misalnya penjebol bank atau mesin ATM untuk mengambil uang yang bukan miliknya. Hacking merupakan perbuatan mulia karena tujuan dasar hacking adalah untuk kebaikan, misalnya mengoprek suatu software secara mendalam untuk mencari celah keamanan sebuah sistem komputer. Contoh hasil hacking, sistem komputer yang telah di-hack menjadi lebih aman daripada sebelum di-hack. Kita sebagai pengguna Linux semestinya berterima kasih kepada para hacker seperti Linus Torvalds, Richard Stallman, dan lain-lain. Indonesia juga memiliki banyak hacker, misalnya para pengembang Linux BlankOn dan produk berbasis FOSS lainnya. Kar...

Berbisnis Memakai BlankOn

Berbisnis Memakai BlankOn Berbisnis memakai belangkon sudah biasa dilakukan para pedagang di Jogja dan Solo, tapi "Berbisnis Memakai BlankOn" di bidang ICT itu seperti apa ya? Saya mendapat pertanyaan itu dari teman yang membaca susunan acara workshop IT dalam rangka pemberiaan penghargaan terhadap karya ICT di Indonesia. Lihat di sini http://www.inaicta.web.id/kompetisi-dan-acara/workshop/ meskipun sekarang judulnya sudah diganti menjadi "Berbisnis Memakai BlankOn Linux", Sabtu 24 Juli 2010 pukul 13-16 WIB, di Balai Sidang Senayan Jakarta, Ruang Nuri. Di workshop selama 3 jam yang berbayar 25.000/50.000 untuk membayar sewa komputer itu saya akan menunjukkan peluang bisnis dari dua sisi yang berbeda berbentuk workshop teknis dan non teknis. 1. Bisnis dengan Memanfaatkan BlankOn sebagai Alat Bantu (Tools) Misalnya mulai dari cara menggunakan CD Linux BlankOn 6 Ombilin untuk pekerjaan kantor: pengolah kata seperti MS Word, pengolah angka seperti MS Excel, presentasi...

Lowongan Bekerja dan Beramal di Perusahaan Linux

Lowongan Bekerja dan Beramal di Perusahaan Linux Linux BlankOn -- bukan belangkon -- dibuat oleh para pekerja untuk digunakan sebagai sarana kerja dan beramal.  Siapa pun, termasuk Anda, dapat bekerja di "Perusahaan" Linux BlankOn . Lowongan kerja di BlankOn ini terbuka kapan saja dan di mana saja. Sarana kerja Anda adalah internet dan komputer Anda. Anda berminat bekerja di "perusahaan" Linux itu? Jika ya, segera kunjungi http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/Memulai . Modalnya hanya kemauan untuk bekerja, tentu termasuk kemauan untuk belajar, karena belajar bagian dari bekerja.  Lalu apa hasilnya? Hasil kerja di "perusahaan" Linux adalah karya cipta. Jika Anda bekerja, maka Anda punya hak cipta. Hasil lain adalah pengalaman dan pembelajaran mengembangkan software, menguji software, menulis dokumen, bekerja dalam tim, bercengkerama dengan pengembang lain, dan sebagainya.  Berapa gajinya dan berapa beramalnya? Di sinilah uniknya bekerja di "perusahaan...

Linux, Android, BlankOn, dan Windows di Indonesia

Linux, Android, BlankOn, dan Windows di Indonesia Linux adalah nama sistem operasi komputer yang merdeka (free) dan terbuka (open source) untuk digunakan dan dikembangkan siapa saja, termasuk oleh bangsa Indonesia.  Android adalah sebutan untuk robot yang terkenal dalam film Star Wars (1977), lalu menjadi judul film fiksi ilmiah "Android" (1982). Sekarang Android mulai popular di Indonesia sebagai sistem operasi berbasis Linux untuk telepon genggam cerdas (smartphone).  BlankOn berasal dari kata "belangkon", yakni tutup kepala beberapa suku di Indonesia seperti Jawa dan Sunda. Sekarang BlankOn dikenal sebagai sistem operasi Linux yang ditujukan untuk pengguna komputer di Indonesia, agar pikirannya yang dulu terkunci mati (blank) oleh program berpemilik (proprietary) menjadi terbuka (on) terhadap program merdeka (free/open source).  Windows adalah nama sistem operasi yang sangat terkenal di Indonesia, tapi tidak merdeka karena harus membayar izin untuk menggunakannya...

Open Source itu Netral

Ketika para pengguna, pengembang, pebisnis, pencinta, dan pendukung Open Source meminta pemerintah RI fokus ke pemanfaatan softawre yang dikembangkan dengan cara Open Source atau konsep pengembangan software dengan cara gotong-royong, sebagian pihak memrotes dengan alasan itu tidak netral. Tuduhan tidak netral itu salah, karena Open Source bukan nama vendor, bukan nama produk, bahkan bukan nama teknologi. Kalau memihak ke BlankOn saja misalnya, baru itu tidak netral dipandang dari sudut globalisasi saat ini. Belum tahu ke depan. :-) Pada awalnya, semua software dikembangkan dengan konsep Open Source. Baru setelah ada UU Hak Cipta tentang software, ada gerakan Closed Source atau Proprietary. Jadi, Closed Source atau proprietary hal itu baru. Istilah Open Source baru heboh, setelah dunia ICT dikuasasi (cenderung di-monopoli) software proprietary. Open Source hanya cara orang membuat dan mendistribusikan software. Siapa pun dapat dan boleh berbisnis dengan konsep Open Source. Perusahaan...

Seandainya Aku Jadi... hanya tahu BlankOn

Tulisan ini terinspirasi dari posting di milis UMS Goes Open Source yang bersumber dari Forum di MyQuran.org . Jika Anda pertama kali membeli komputer dan menginstalnya dengan CD Linux, misalnya BlankOn , apa yang Anda rasakan? Anda akan menyimpulkan bahwa Linux itu sistem operasi komputer yang siap pakai. Dengan sebuah CD Linux, Anda dapatkan pula OpenOffice, pengedit foto GIMP, penggambar Inkscape, pengelola projek Planner, akuntansi GnuCash, dan lain-lain. Semua program itu terpasang secara otomatis saat pertama menginstal komputer dengan sebuah CD BlankOn. Jika kemudian karena alasan politis atau bisnis Anda diminta berpindah ke sistem operasi lain dan diberikan sebuah DVD Windows misalnya, apa yang Anda pikirkan? Di benak Anda DVD Windows tentu juga berisi MS Office, Photoshop, CorelDraw, MS Project, Zahir Accounting, seperti CD BlankOn yang Anda punya sebelumnya. Tapi apa yang terjadi, Anda akan kecewa berat, bahkan bisa frustrasi, karena setelah DVD Windows terinstal, tidak ...

Apakah Anda memiliki software komputer?

Pengantar: Saya menulis ini karena membaca berita yang sangat menyedihkan di detikinet.com . Maksud saya, ini saat tepat Anda "menyelamatkan" Indonesia (termasuk diri Anda) dengan berbisnis yang terkait software free/open. Kata "memiliki" dapat berarti macam-macam. Saya hanya membahas kata memiliki dalam hal software. Software di tulisan ini adalah program komputer berupa perintah-perintah yang tersimpan dalam penyimpanan data elektronik. Komputer adalah peralatan yang terdiri atas software dan hardware. Bentuk komputer bisa berupa handphone, netbook, notebook, pc, mini computer, mainframe, dan sebagainya. Apakah Anda memiliki software komputer yang dapat Anda gunakan untuk bekerja? Jika komputer Anda berisi BlankOn Linux, maka Anda dapat menjawab "Ya", karena Anda memiliki software itu dalam arti sebenarnya. Anda dapat menggunakan untuk apa saja (personal, warnet, dan bisnis lainnya), dapat memodifikasi, menjual secara utuh atau Anda lepas hardware dan so...