Posts

Showing posts with the label linux

Mencoba Sistem Operasi BlankOn X Tambora

Image
Setelah lama saya mencari waktu untuk menjadi tester amatiran buat BlankOn X Tambora, akhirnya  hari ini saya berhasil menguji coba versi harian 20150531 amd64 yang masih versi Beta, versi final belum dirilis.  Saya menggunakan laptop lama (dibeli akhir 2010), HP Compaq  Presario CQ42, Intel Pentium(R) Dual-Core CPU T4500 2.30GHz.  Gambar tangkapan layar (Screenshot) BlankOn X Tambora (versi beta) Eh, ada logo OIX, artinya apa ya? Saya coba menerka, OIX adalah karya Orang Indonesia, versi X (sepuluh, eXcited, eXtra ordinary, atau X saja), yang tidak kalah dengan versi X sistem operasi lainnya.  Berikut ini beberapa catatan hasil uji coba saya: LiveCD USB saya buat dengan unetbootin pada BlankOn 8, dan BlankOn X  sukses booting (dengan bawaan bahasa Inggris). Instal juga sukses. Saya memilih mengedit partisi hard disk secara manual (pakai partoedi) untuk  memformat ulang salah satu partisi (/dev/sda11). Kartu Audio intel 82801I OK. Kartu ...

Beberapa Pilihan bagi Pengguna Win XP

Beberapa kawan curhat, apa yang harus dilakukan terhadap aplikasi yang digunakannya di Windows XP, sementara Microsoft tidak lagi memberi dukungan jika ada masalah keamanan atau bug di Windows XP. Padahal aplikasi kawan itu penting untuk kantornya, sedangkan pindah ke Windows versi baru sangat berat secara teknis dan biaya. Berikut ini beberapa saran yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan kondisi komputer, keuangan, sdm, dan operasional jangka pendek-menengah-panjang. Jika aplikasi yang harus jalan di Windows XP itu tidak digunakan secara terus-menerus, pasang Windows XP dan aplikasinya di mesin virtual di Linux, misal mengggunakan VirtualBox. Mesin virtual dan Windows XP hanya dijalakan jika perlu saja. Jika khawatir komputer bermasalah atau diserang cracker karena banyak celah keamanan, matikan jaringan Windows XP di VirtualBox tersebut.   Jalankan wine atau program emulator sejenis untuk menjalankan aplikasi itu di Linux. Jika aplikasi berjalan mulus dengan win...

Mengapa Sulit Mendapatkan Sarjana Komputer

Beberapa teman dari perusahaan yang membutuhkan sarjana komputer curhat ke saya, di era internet dan open source ini masih sulit mendapatkan karyawan baru yang punya ilmu dasar komputer dan skill yang sesuai kebutuhannya. Misal sarjana komputer (D3/S1) yang faham konsep pemrograman dan networking, plus terampil menggunakan Linux dan membuat program php atau java dengan database mysql. Saya rasa ini masalah klasik atau sudah lama terjadi, tapi mengapa masih belum banyak solusi, ya? Ketika masalah itu saya bawa ke beberapa teman di perguruan tinggi yang mengelola program studi TI, SI, IL, MI, komentarnya beragam. Ada yang komentar, perguruan tinggi tidak wajib memberikan keterampilan tapi cukup memberi pemahaman atau konsep. Ada lagi yang komentar, perguruan tinggi sudah memberikan skill, tapi tidak dengan produk terbaru karena perubahan yang cepat tidak mampu diikuti para dosennya, misal Linux, PHP, Java, dan MySQL. Lalu ketika saya bawa kembali jawaban itu ke teman yang butuh kar...

BlankOn 8 atau Mint 13 atau Ubuntu 12

Image
Libur lebaran 2012 ini saya mencoba tiga distro Linux turunan Debian, yakni BlankOn 8, Mint 13 , dan Ubuntu 12.04. Saya coba membandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing dari sisi tampilan dan menu desktop, serta dari sisi kecepatan booting hingga muncul desktop. Tampilan desktop dan menu Manokwari milik BlankOn 8 Kesimpulan saya, dari sisi tampilan: BlankOn cocok untuk yang mementingkan kesederhanaan dengan desktop Manokwari-nya. Mint 13 untuk yang memementingkan kemiripan dengan tampilan lama (Windows, Gnome 2, KDE). Dan Ubuntu untuk yang sudah suka Unity Ubuntu. Dari sisi kecepatan booting, BlankOn paling cepat, sedangkan Ubuntu dan Mint relatif sama. Catatan: Kesimpulan ini tidak berarti menjadi penilai salah satu lebih baik dari yang lain, karena setiap pengguna memiliki keinginan yang berbeda. Pengguna yang ingin praktis, cepat, sederhana, BlankOn bisa jadi pilihannya. Pengguna yang ingin tampilan mirip Windows bisa jadi memilih Mint. Dan pengguna yang telah man...

Menunggu Kelahiran Linux BlankOn 8

Tidak semua kegiatan menunggu itu membosankan. Salah satu yang bisa menyenangkan adalah menunggu rilis produk software kesukaan, misal BlankOn  8 Rote, karena ada versi-versi pendahulu sebelum keluar versi final. Mirip menunggu pertandingan final Piala Dunia atau Piala Eropa, ada pertandingan-pertandingan awal yang juga menyenangkan ditonton. Bedanya, menunggu rilis software seperti BlankOn 8 Rote ini memberi kesempatan semua orang ikut menjadi "pemain", bahkan bisa ikut menjadi "penentu" hasil akhir. Menjadi pemain dalam pengembangan distro Linux dapat dilakukan mulai dari sebelum ada rilis awal, misalnya mengusulkan program yang disertakan. Menjadi pemain juga bisa dilakukan setelah ada rilis alfa, beta, atau racikan, misalnya menjadi penguji-coba atau tester dan melaporkan hasil tesnya. Jika Anda berminat menjadi "pemain" BlankOn, Anda bisa mulai dengan mencoba edisi harian, misalnya versi harian 30 Juli 2012  Blankon 8 Standar  atau BlankOn 8 Sajad...

Hebatnya Keyboard

Pengguna komputer biasanya terampil menggunakan keyboard, mulai dari yang sederhana seperti mengetik status di FB, update Twitter, menulis email, ngobrol via chatting, hingga yang serius seperti menyusun skripsi, membuat hitungan keuangan, membuat presentasi, termasuk yang suka membuat program. Semua butuh dan senang pakai keyboard, tidak ada yang mengeluh mengapa tidak bisa melakukan itu semua dengan klik mouse saja? Manfaat besar keyboard tidak hanya untuk mengetik seperti di atas, tapi juga mengetik untuk menjalankan program agar cepat dan hemat tenaga. Kalau Anda menggunakan sistem operasi Linux di komputer desktop atau server, keyboard dapat digunakan untuk hampir semua keperluan. Berikut ini hanya sedikit contoh hebatnya keyboard. 1. Mengganti alamat IP ethernet atau wlan, misal menjadi 192.168.1.234. Mengetik keyboard-nya (sebagai user root atau diawali perintah sudo su -) adalah ifconfig eth0 192.168.1.234 atau ifconfig wlan0 192.168.1.123 2. Mengganti alamat MAC Wi-Fi at...

Merdeka atau Mati

Merdeka atau Mati ...  Masih menyambut Hari Pahlawan yang setiap tahun diperingati selalu memotivasi saya untuk mengobarkan jiwa kepahlawanan. Saat ini, perang untuk menguasai sebuah negara tidak lagi harus dengan senjata pemusnah badan, tapi dengan senjata pemusnah jiwa. Mati tidak berarti mati badan, tapi bisa "mati" jiwa. Jika jiwa rakyat suatu negara dikuasai negara lain, sangat mudah negara lain itu menguasai badannya pula. "Perang" kini dilakukan tidak hanya dari satu-dua sisi atau bidang, tapi dari banyak bidang, salah satunya dari bidang TIK (teknologi informasi dan komunikasi). "Serangan" melalui  TIK juga dapat menggunakan banyak jenis "senjata". Contoh pertama, messenger (chat, bbm, dsb), email, social networking, dan SMS/MMS, yang seluruh datanya disimpan oleh pihak asing. Artinya apa? Banyak komunikasi penting dan rahasia suatu negara dapat dibaca oleh negara lain yang menguasai/memiliki server atau infrastruktur utama TIK. Conto...

Beberapa Contoh Memahami Perbedaan

Anda pernah membaca atau mendengar kalimat "Sepakat untuk Tidak Sepakat"? Jika pernah dan Anda sepakat bahwa kita bisa "sepakat untuk tidak sepakat", maka kita sama-sama memahami adanya perbedaan. Perbedaan pendapat itu bisa terjadi (antara lain) karena perbedaan acuan yang digunakan untuk berpendapat. Sebagai contoh, pengguna Linux yang baru mencoba Windows berpendapat menggunakan Windows itu susah, karena acuan dia berpendapat adalah menggunakan Linux. Demikian pula sebaliknya, pengguna Windows yang baru mencoba Linux berpendapat Linux itu susah. Ini juga terjadi pada pengguna smartphone atau PC tablet, ada yang cocok dengan Android, ada yang pilih Meego, ada pula yang pilih IOS (Ipad/Iphone), dsb. Sesama pengguna Linux pun ada banyak perbedaan. Misal Linux BlankOn dinilai mudah bagi yang biasa pakai Ubuntu. Lalu Linux IGN (IGos Nusantara) juga dinilai mudah bagi yang biasa pakai RedHat atau Fedora. Bahkan dengan distro Linux yang sama, ada yang berpendapat m...

Pro-Kontra Sertifikasi SDM Linux

Pro-Kontra Sertifikasi SDM Linux ... Mengapa sertifikasi SDM (termasuk kompetensi komputer berbasis Linux) kadang ditanggapi pro dan kontra? Penyebabnya antara lain ada SDM yang memperoleh kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan setelah memiliki sertifikat kompetensi (pro) dan ada SDM yang mendapatkan pekerjaan dengan mudah meskipun tidak memiliki sertifikat kompetensi lalu menilai sertifikasi tidak berguna (kontra). Saya lihat keduanya benar sesuai kondisi masing-masing, sehingga pro-kontra ini tidak bertentangan. Sertifikasi itu hanya cara mendapatkan bukti atau pengakuan bahwa seseorang kompeten di suatu bidang. Bukti itu dibutuhkan misalnya untuk melamar kerja pada perusahaan atau lembaga yang membutuhkan bukti. Sertifikasi kadang juga dibutuhkan untuk proses seleksi atau lelang proyek pengadaan barang/jasa, sebagai salah satu kriteria penilaian. Di bidang personalia atau pengembangan SDM, sertifikasi bisa dijadikan salah satu kriteria penentuan gaji dan atau jabatan. Contoh ...

Anak-pinak Linux dan Unix

Anak-pinak Linux dan Unix ... Pesta penuh ceria terjadi di berbagai belahan dunia untuk menyambut kedatangan Linux Ubuntu 11.04 yang namanya Natty Narwhal. Kita bisa lihat daftar penyelenggara yang tercatat di sini . Saya yakin masih banyak lagi penyelenggara pesta rilis yang tidak mendaftarkan diri ke pusat Ubuntu, misalnya yang akan terlaksana pada Sabtu 14 Mei di Depok dan Minggu 15 Mei di Semarang ( klik di sini ) . Ubuntu yang Open Source itu memiliki keturunan atau "anak" di Indonesia, yakni BlankOn . Dalam waktu dekat, pengembang BlankOn akan merilis versi 7 yang diberi nama Pattimura. Kalau BlankOn disebut anak Ubuntu, maka Ubuntu adalah anak Debian . Semua itu merupakan sistem operasi komputer terkenal yang berisi kernel Linux plus program-program dari pengembang GNU (GNU's Not Unix) dan pengembang lainnya. Unix merupakan cikal-bakal Linux, tapi Linux bukan anak Unix, karena Linux tidak dibuat dari kode program Unix. Sistem operasi terkenal untuk hp dan komput...

Model Bisnis Open Source

Model Bisnis Open Source... Open Source Software atau Free Software tidak identik dengan produk gratis. Kedua istilah itu hanya merupakan konsep pembuatan dan penyebaran, termasuk penjualan software dan jasa/barang terkait software. Banyak peluang wirausaha berbasis teknologi atau technopreneur dengan memanfaatkan konsep Open Source. Berikut ini beberapa model bisnis yang telah digunakan banyak perusahaan dengan sukses. 1. Competency-based services: Jasa berbasis kompetensi tanpa punya produk sendiri. Contoh: LPI (sertifikasi), NF (pelatihan), dll. 2. Distribution, services, and branding: Jasa plus produk. Contoh: RedHat, BlankOn, dll. 3. Widget frosting: Menjual produk seperti hardware (widget) yang menggunakan OSS (frosting). Contoh: Acer, IBM, Samsung, dll. 4. Accessorizing: Majalah, buku, CD/DVD, dll. 5. Loss Leader: Mengubah produk jadi FOSS agar tetap memimpin pasar. Contoh: Mozilla 6. Free the software, sell the brand: Membebaskan lisensi (FOSS), dan menjual merek. Contoh: Googl...

Pejuang BlankOn yang Tak Kenal Lelah

Pejuang BlankOn yang Tak Kenal Lelah... Di kampung saya, kata "berjuang" itu biasa digunakan untuk menyebut pekerjaan guru honorer. Disebut berjuang karena mau mengajar tanpa gaji. Kalaupun ada honor, nilainya hanya cukup untuk makan sehari-hari dirinya sendiri. Kalau guru honorer ingin memberi makan istri dan anaknya, maka harus cari uang dari pekerjaan lainnya. Mengapa para guru itu mau berjuang? Karena para guru itu punya semangat dan passion , bahwa menjadi guru atau berbagi ilmu itu akan membuatnya bahagia, meskipun pekerjaan itu tidak seketika memberinya uang. Bahagia tidak diukur dari uang, tapi dari kegiatannya memberi manfaat untuk banyak orang. Kata "berjuang" juga sangat tepat saya gunakan untuk kegiatan para pengembang ilmu pengetahuan, dan pengembang program komputer seperti yang Anda gunakan untuk membaca tulisan saya ini. Pelakunya disebut pejuang. Contoh karya pejuang yang sederhana tapi sangat nyata manfaatnya adalah pengembangan Linux BlankOn . Pa...

Jika Linux hanya Android

Jika Linux "hanya" Android... Android telah membuat Linux dan Open Source menjadi sangat "manusiawi" dan "nyaman" digunakan. Pengguna Android merasakan Linux yang ada di hp (handphone/smartphone) atau tablet-nya itu bukan barang aneh. Lalu mengapa Linux selain Android tidak/belum bisa seperti Android? Penyebab pertama Android mudah diterima pengguna hp dan tablet (Android-Pad) adalah karena Android menggabungkan Linux dan program-programnya dengan perangkat keras hp dan tablet dalam satu paket perakitan dan penjualan. Itu tidak/belum terjadi dengan umumnya sistem operasi Linux non Android. Umumnya Linux masih dikembangkan secara "mandiri" atau terpisah dengan perakitan komputer. Selain Android, hanya beberapa Linux yang sukses dalam penjualan karena berhasil memaket dengan perakitan dan penjualan hardware ini, salah satu contohnya Linux RedHat yang dipaket dalam penjualan server. Kita masih menunggu Linux Meego yang sedang ditinggal induknya - N...

Dosa-dosa TIK oleh Bangsa Indonesia

Dosa-dosa TIK oleh (sebagian) Bangsa Indonesia... Sebuah Introspeksi... Mengapa bangsa Indonesia sering ditimpa bencana atau musibah? Di bawah ini hanya tiga dari banyak kemungkinan penyebabnya. NB: "dosa-dosa" merupakan kata pengganti untuk perbuatan aniaya atau yang merugikan orang lain. Mengaku punya Tuhan, tapi mendurhakainya. Tuhan yang Maha Adil melarang manusia mengambil hak orang lain secara tidak adil. Tapi, banyak manusia melawan pedoman itu, misalnya mengambil hak cipta orang lain di bidang software, khususnya yang "berpemilik" atau proprietary . Membuat aturan, tapi melanggarnya. Pemerintah bersama DPR telah menetapkan UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Tapi, berapa juta orang yang melanggar UU ini? Membuat janji, tapi mengingkarinya. Betapa banyak (meskipun tidak semuanya) pejabat pemerintah dan anggota DPR/DPRD yang telah berjanji/bersumpah saat diangkat dalam jabatannya, tapi tidak menepatinya. Padahal, semua pemimpin akan dimintai pertangg...

Mengubah Warnet Jadi Training dan Testing Center

Mengubah/Melengkapi Warnet Jadi Training dan Testing Center... Sebuah Ide Gila... Sudah lama saya menerima kabar yang kurang baik dari teman-teman pemilik warnet. Sejak lebih dari satu tahun terakhir, omset warnet menurun tajam, bahkan beberapa warnet tutup karena tidak layak lagi untuk mencari makan, alias merugi. Di saat bersamaan saya baca dan lihat berita menyedihkan, banyak penggangguran tapi banyak lowongan kerja tak terisi. Kontradiktif. Solusinya, beberapa bulan saya menggali ide untuk memanfaatkan warnet. Beberapa ide sudah dijalankan teman-teman, antara lain mengubah warnet sebagai usaha desain grafis, jual-beli komputer, perbaikan komputer, dukungan teknis LAN dan wireless LAN, jasa pengetikan skripsi yang kadang tidak hanya mengetik, dan lain-lain. Tapi satu ide yang saya belum lihat digarap serius, yakni tempat pelatihan komputer yang bersertifikasi. Istilah asingnya (bukan latah pakai istilah asing), Training and Testing Center . Masalahnya, selama ini pelatihan yang ber...

Sembilan Kebohongan Kurang Dua dengan Open Source

Tujuh kebohongan dengan Open Source yang bukan hoax ini mungkin pernah saya dan Anda lakukan dengan berbagai alasan. 1. Sedang pakai Pidgin untuk online di Gtalk/YM, tapi dalam status tertulis "Sedang Pergi". 2. Sedang pakai Firefox untuk akses FB dan baca blog atau Notes saya ini dengan santai, tapi di status Chat tertulis "Busy". 3. Mau mengirim email dengan Evolution ke seseorang, tapi lebih dulu Edit > Setting lalu mengganti alamat email dengan nama@kamuinisiapa.sih. 4. Menjalankan server email Postfix dari laptop, tapi dalam file /etc/postfix/main.conf ada baris "myhostname = infolinux.co.id". 5. Sharing direktori ke jaringan dengan Samba , tapi di dalam file /etc/samba/smb.conf ada baris "server string = ... (Windows Server)". 6. Memasang Linux di laptop dual boot dengan Windows, tapi dalam menu boot loader Grub hanya ada Linux. 7. Mengakses internet pakai Wine dan IE di Linux, tapi bilang ke teman hanya menggunakan program Open S...

Jika hari gini tidak ada FOSS, Apa Jadinya?

Jika hari gini tidak ada FOSS, Apa Jadinya? Sebagai renungan akhir tahun 2010, mensyukuri nikmat, dan menyambut 2011. Biaya jasa TIK seperti akses internet menjadi sangat mahal, karena dengan kondisi saat ini semua bisnis terkait internet sudah menggunakan FOSS, biaya akses internet masih mahal bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Juga jasa TIK lainnya. Akses ke Facebook, Twitter, Google dan lain-lain menjadi berbayar mahal, sehingga kita semua akan putus hubungan dengan semua teman baik kita di internet, karena semua aplikasi internet itu dibangun dengan produk-produk berbasis FOSS yang tidak perlu biaya izin untuk menggunakannya seperti Linux, Apache, PHP, Java, Python, MySQL, dll. Harga barang TIK (komputer, hp, router, access point, dan alat TIK lainnya) menjadi sangat mahal, sehingga tidak terjangkau oleh pemerintah, perusahaan, pendidikan, apalagi masyarakat umum seperti saya dan Anda, karena biaya izin sistem operasi dan office saja lebih dari dua juta rupiah per satuan barang...

Indahnya Memasuki Terminal di Linux

Image
Indahnya Memasuki Terminal di Linux... Jujur saja, saya sebenarnya kurang suka masuk terminal di Indonesia, karena terminal yang kadang harus saya masuki itu identik dengan kesemrawutan, kelambatan (ngetem), kekotoran (sampah dan WC bau), kemiskinan (banyak pengemis), bahkan kejahatan (saya pernah kecopetan ketika naik bis kota). Masuk terminal juga tidak bisa sembarangan, harus dari pintu samping atau belakang. Tidak bisa masuk lewat pintu depan, apalagi lewat "jendela" karena dianggap tidak taat aturan lingkungan terminal. Sebaliknya, saya sangat suka masuk ke terminal Linux, karena sering memudahkan saya untuk bekerja dan berkarya sehari-hari bersama komputer bersistem operasi Linux. Terminal di Linux identik dengan kerapihan, kecepatan, kebersihan, kaya fitur, bahkan sangat bersahabat. Masuk terminal bisa melalui jendela (X Window) dengan lingkungan kerja (desktop environment) apa saja, bahkan bisa melalui pintu depan (sebelum X Window ada) atau jalur tanpa jendela (A...

Siapa yang Untung jika Linux Berjalan pada Jutaan Komputer di Indonesia?

Siapa yang Untung jika Linux Berjalan pada Jutaan Komputer di Indonesia? Seandainya 8 juta komputer atau 80-an persen komputer -- yang menurut sebuah survey masih pakai software bajakan -- berjalan di atas sistem operasi Linux, siapa saja yang diuntungkan? Meskipun ini baru mengandai-andai, tidak mustahil ini terjadi, dengan syarat saya dan Anda yang memulainya. Organisasi Bisnis: Perusahaan atau operator telekomunikasi dan ISP, karena pengguna Linux memiliki kesempatan mendowload banyak program tanpa biaya lisensi, sehingga semakin banyak pengguna Linux semakin banyak pengakses internet. Organisasi Publik: Pemerintah Indonesia, karena ranking sebagai negara pembajak software akan turun, dan devisa akan dihemat, lalu rakyatnya jadi lebih sehat jasmani/rohani karena menggunakan software legal, halal, dan tidak-mahal. Organisasi Non Profit: Lembaga Pendidikan, karena dapat mengajarkan TIK dengan benar sesuai kurikulum, tanpa harus membajak atau mengemis minta diskon besar. Personal: R...

Cara lain Mengenalkan Linux

Cara lain Mengenalkan Linux Jika Anda pengguna Linux atau paling tidak sudah tahu baiknya Linux, Anda dapat mengenalkan Linux dengan cara seperti ini. NB: Merek-merek selain Linux yang disebut ini hanya contoh, tidak ada maksud promosi positif maupun negatif: Pasta gigi tidak hanya Odol, bahkan Odol sudah almarhum di Indonesia. Motor tidak hanya Honda, anak kecil juga sudah tahu. Projektor tidak hanya InFocus, banyak pilihan selain InFocus. Router tidak hanya Cisco, banyak jenis router yang bermerek maupun tidak bermerek. Program komputer tidak hanya Windows, bahkan ada yang lebih dari Windows. Dia lah Linux, lebih aman, lebih banyak pilihan, lebih murah lisensinya, dan lebih bisa dimiliki sepenuhnya. Peringatan!  Linux tergolong "program berbahaya" karena dapat membawa Anda lupa dengan program yang lain, termasuk lupa makan, lupa istri/suami, lupa anak, lupa kerja, lupa tidur, bahkan bisa lupa Tuhan -- saking asyiknya bersama Linux yang baru, tahu-tahu wakt...