Pro-Kontra Sertifikasi SDM Linux

Pro-Kontra Sertifikasi SDM Linux ...

Mengapa sertifikasi SDM (termasuk kompetensi komputer berbasis Linux) kadang ditanggapi pro dan kontra? Penyebabnya antara lain ada SDM yang memperoleh kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan setelah memiliki sertifikat kompetensi (pro) dan ada SDM yang mendapatkan pekerjaan dengan mudah meskipun tidak memiliki sertifikat kompetensi lalu menilai sertifikasi tidak berguna (kontra).

Saya lihat keduanya benar sesuai kondisi masing-masing, sehingga pro-kontra ini tidak bertentangan. Sertifikasi itu hanya cara mendapatkan bukti atau pengakuan bahwa seseorang kompeten di suatu bidang. Bukti itu dibutuhkan misalnya untuk melamar kerja pada perusahaan atau lembaga yang membutuhkan bukti.

Sertifikasi kadang juga dibutuhkan untuk proses seleksi atau lelang proyek pengadaan barang/jasa, sebagai salah satu kriteria penilaian. Di bidang personalia atau pengembangan SDM, sertifikasi bisa dijadikan salah satu kriteria penentuan gaji dan atau jabatan.

Contoh sertifikasi Linux di Indonesia diselenggarakan oleh YPLI ada di Sertifikasi BlankOn. Contoh lain yang telah diakui secara internasional ada di Linux Professional Institute.

Comments

abu najiyah said…
tempat ujian harus di jakarta ya?wah kalo iya, milih yang kontra.Andai bisa online, atau bisa diselenggarakan di berbagai kota
ruslinux said…
Tempat ujian (maksudnya ini contoh untuk BlankOn dan LPI) bisa online dari mana saja, dengan syarat ada partner testing center. Testing center bertugas menjaga peserta agar tidak terjadi kesalahan tes yg disengaja (misal joki) maupun tidak disengaja (salah soal, salah nama, dsb.).
Sekedar menambahkan info, Pak. Selain LPI, sertifikasi Linux yang cukup populer adalah RHCE (Red Hat Certified Engineer).
nahja said…
RHCT juga gan
mski d.bwah RHCE

Popular posts from this blog

BlankOn 8 atau Mint 13 atau Ubuntu 12

Linux tanpa Kata Linux

Komunitas Open Source Indonesia Kehilangan Salah Satu Pejuangnya