Dokter yang Tidak Memakai Jas Putih
Ini adalah cerita pengalaman seseorang dengan AI yang membantu proses pengobatan sakitnya. ≈≈≈≈≈≈ Malam itu kepala saya terasa seperti ditusuk jarum-jarum yang tak terlihat. Bukan satu atau dua, tetapi ratusan—datang silih berganti seperti hujan yang tak berhenti. Demam membakar tubuh saya. Lambung saya perih seperti dililit api. Dan saya belum tahu bahwa perjalanan sakit ini akan membawa saya pada sesuatu yang aneh: saya harus belajar menjadi dokter untuk diri saya sendiri. Awalnya saya mengira ini hanya sakit biasa. Maag saya memang sering kambuh. Biasanya saya cukup minum obat berinisial P yang mudah dibeli di warung atau minimarket. Selama ini selalu membantu. Tetapi malam itu berbeda. Obat yang biasanya ampuh tidak mengubah apa pun. Rasa sakit tetap ada. Bahkan lebih parah. Kepala terasa ditusuk-tusuk. Demam tinggi. Lambung perih luar biasa. Akhirnya saya dibawa ke UGD sebuah rumah sakit berinisial CA. Dokter jaga memeriksa perut saya. Darah saya diambil untuk pemeriksaan. Sa...