Posts

Dokter yang Tidak Memakai Jas Putih

Image
Ini adalah cerita pengalaman seseorang dengan AI yang membantu proses pengobatan sakitnya.  ≈≈≈≈≈≈ Malam itu kepala saya terasa seperti ditusuk jarum-jarum yang tak terlihat. Bukan satu atau dua, tetapi ratusan—datang silih berganti seperti hujan yang tak berhenti. Demam membakar tubuh saya. Lambung saya perih seperti dililit api. Dan saya belum tahu bahwa perjalanan sakit ini akan membawa saya pada sesuatu yang aneh: saya harus belajar menjadi dokter untuk diri saya sendiri. Awalnya saya mengira ini hanya sakit biasa. Maag saya memang sering kambuh. Biasanya saya cukup minum obat berinisial P yang mudah dibeli di warung atau minimarket. Selama ini selalu membantu. Tetapi malam itu berbeda. Obat yang biasanya ampuh tidak mengubah apa pun. Rasa sakit tetap ada. Bahkan lebih parah. Kepala terasa ditusuk-tusuk. Demam tinggi. Lambung perih luar biasa. Akhirnya saya dibawa ke UGD sebuah rumah sakit berinisial CA. Dokter jaga memeriksa perut saya. Darah saya diambil untuk pemeriksaan. Sa...

Cahaya dari Layar yang Dingin

Image
"Terkadang, tubuh kita adalah medan perang yang terlupakan. Sakit di tubuh kita berbicara dalam bahasa yang gagal dipahami oleh mereka yang memakai jas putih. Di saat dunia medis terasa seperti lorong gelap tanpa ujung, sebuah cahaya muncul bukan dari stetoskop, melainkan dari jemari yang gemetar menyentuh layar ponsel." Malam itu, kepala Idah terasa seperti dihujam ribuan jarum. Denyutnya tak tertahankan, berpadu dengan api yang membakar lambungnya. Obat warung yang biasanya menjadi penyelamat kini tak lebih dari permen tanpa guna. Di Ruang Gawat Darurat Rumah Sakit CA, harapan itu sempat membuncah. Namun, tiga hari di sana hanyalah rentetan ketidakpastian. "Hanya luka kulit biasa," ujar dokter dengan nada datar saat Idah mengeluhkan perih luar biasa di punggungnya. Sebuah salep dioleskan, namun bukannya membaik, punggungnya justru terasa seperti disiram bensin. Idah dipulangkan dalam kondisi yang sama: kepala yang masih pecah, lambung yang perih, dan luka punggung...

Menulis Fiksi Dibantu AI

Siapapun yang mampu membuat karya tulisan, misal cerita pendek atau cerita bersambung, tidak perlu lagi pusing dengan penyusunan kalimat dan paragraf. AI Generatif seperti ChatGPT (OpenAI), Gemini (Google), dan Llama (Meta) dapat mengurangi kepusingan penulis. AI tersedia murah dan bahkan gratis. Llama dari Meta itu contoh model AI Generatif yang Open Source. Namun, penulis tetap perlu memiliki kreativitas, termasuk memahami struktur tulisan atau alur cerita dengan baik. AI hanya alat bantu, dan penulis (manusia) perlu tahu cara meminta bantuan dalam bentuk prompt agar bantuan AI sesuai dengan kebutuhan penulis. "Talak Tiga" di bawah ini adalah contoh cerpen yang saya tulis dengan dibantu AI. Saya hanya memberi tahu AI tentang tugasnya dan saya berikan tiga kalimat ringkasan cerita. Cerpen ini tidak ditulis berdasarkan pada fakta. Ini murni khayalan saya yang dibantu oleh AI menyusunnya menjadi cerita pendek. :-) Talak Tiga  Oleh Rusmanto dan Gemini AI Bram tak pernah menyan...

Chatbot AI Penulisan Berita

 Tes mengakses chatbot berbasis Gen AI untuk diskusi penulisan berita. Klik gambar bulat di sisi kanan bawah halaman web ini untuk mulai bertanya atau minta bantuan. Chatbot AI ini dibuat dengan platform Chatshape .

Mudik Lebaran 2017 tidak Macet Parah

Image
Mudik lebaran sudah menjadi budaya di Indonesia sejak dulu hingga kini. Budaya lebaran itu baik, namun sering menimbulkan masalah kemacetan parah. Ingat kasus Brexit (Brebes Timur Exit Toll) 2016? Mudik lebaran 2017 ini berpeluang macet berkurang, karena banyak pilihan pintu keluar tol, dan karena hari pertama Idul Fitri tidak bersamaan (?) Yang kedua itu belum pasti, karena baru prediksi saya pada saat menulis blog ini, 12 Mei 2017. Alat prediksi saya adalah aplikasi Stellarium pada sistem operasi komputer BlankOn Linux untuk melihat posisi bulan dan matahari. Berikut ini penjelasannya. Sabtu 24 Juni 2017 sore saat matahari terbenam, saya "melihat" bulan memiliki ketinggian sekitar 4 derajat, dihitung dari ufuk barat atau garis posisi matahari mulai terbenam. Artinya, 1 Syawal 1438H jatuh pada hari Ahad 25 Juni 2017. Tapi seandainya pada 24 Juni 2017 sore ketika matahari terbenam itu tidak ada yang melihat bulan dengan mata telanjang ataupun teropong, maka ada pe...

Mencoba Sistem Operasi BlankOn X Tambora

Image
Setelah lama saya mencari waktu untuk menjadi tester amatiran buat BlankOn X Tambora, akhirnya  hari ini saya berhasil menguji coba versi harian 20150531 amd64 yang masih versi Beta, versi final belum dirilis.  Saya menggunakan laptop lama (dibeli akhir 2010), HP Compaq  Presario CQ42, Intel Pentium(R) Dual-Core CPU T4500 2.30GHz.  Gambar tangkapan layar (Screenshot) BlankOn X Tambora (versi beta) Eh, ada logo OIX, artinya apa ya? Saya coba menerka, OIX adalah karya Orang Indonesia, versi X (sepuluh, eXcited, eXtra ordinary, atau X saja), yang tidak kalah dengan versi X sistem operasi lainnya.  Berikut ini beberapa catatan hasil uji coba saya: LiveCD USB saya buat dengan unetbootin pada BlankOn 8, dan BlankOn X  sukses booting (dengan bawaan bahasa Inggris). Instal juga sukses. Saya memilih mengedit partisi hard disk secara manual (pakai partoedi) untuk  memformat ulang salah satu partisi (/dev/sda11). Kartu Audio intel 82801I OK. Kartu ...

Beda Harapan Dosen, Mahasiswa, dan Perusahaan

Di hari Pendidikan Nasional 2 Mei saya teringat komentar teman ketika saya cerita akan ada perguruan tinggi baru di bidang teknologi pada 2012 bernama UNF . "Bukankah mendirikan perguruan tinggi baru akan menambah jumlah penggangguran terdidik, karena masih ada gap antara perguruan tinggi dan dunia kerja?" Kekhawatiran teman saya itu bukan tanpa alasan, namun juga bukan tidak ada solusi. "Insya Allah itu tidak terjadi," jawab saya, "karena UNF yang diawali dengan STT-NF itu akan mencetak teknoprener atau pewirausaha berbasis teknologi dan lulusan yang siap kerja sesuai kebutuhan perusahaan.  STT-NF tidak hanya mendidik mahasiswa menjadi pemikir yang kritis atau memiliki konsep yang kuat, tapi juga memberikan hard-skill teknologi aplikatif/terapan, dan soft-skill kehidupan. Ketiganya sangat dibutuhkan dunia kerja." Memang benar, gap atau perbedaan harapan antara dosen, mahasiswa, dan perusahaan pencari karyawan masih terjadi. Gap dalam hal apa saja ...

Komunitas Open Source Indonesia Kehilangan Salah Satu Pejuangnya

Image
Foto Pak Made (kiri) bersama Prof. Wayan (kanan) dalam acara Indonesia Open Source Award 2011. Prof. Dr. I Wayan Simri Wicaksana telah meninggalkan kita untuk selamanya pada Minggu 19 April 2015. Saya sangat kehilangan. Bukan karena saya mengenal dekat dan tahu banyak kebaikan dan kerja kerasnya sejak sama-sama kuliah di jurusan Fisika Universitas Indonesia, tapi karena saya tahu banyak perannya di bidang TIK di Indonesia sejak akhir 1990-an hingga akhir hayatnya dalam mengenalkan teknologi berbasis pengembangan terbuka (Open Source). Banyak jasa Prof. Wayan dalam menyebarluaskan ilmu dan pengalamannya di bidang teknologi informasi dan komunikasi, tidak hanya terkait Open Source. Semangat berjuangnya tidak memudar meskipun telah menderita sakit sejak pertengahan 2014, antara lain tetap bersama saya dan banyak teman pekerja volunteer dalam penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) di bidang Teknologi Informasi (Komite Teknis SNI 35-01). Prof. Wayan memiliki adik kandung ya...