Posts

Showing posts from 2009

Bentuk Support FOSS dan Linux

Tulisan ini menggunakan merek Alfresco, RedHat, CentOS, dan Fedora sebagai contoh atau studi kasus, tidak ada titipan iklan dari produk-produk tersebut. :-) Meluasnya penggunaan Linux dan FOSS (Free/Open Source Software) lainnya belum menghilangkan kesalahpahaman pengguna atau pengembang TI terhadap FOSS. Salah satu kesalahpahaman itu adalah bentuk support atau dukungan teknis perusahaan FOSS terhadap pengguna. Benarkah produk-produk yang dikembangkan dengan konsep FOSS tidak tersedia supportnya secara komersial? Siapa yang menyediakan support dan adakah perjanjian dengan tingkat layanan atau SLA (Service Level Agreement) tertentu? Kesalahpahaman tentang support itu bisa terjadi karena kesalahpahaman yang lebih mendasar, yaitu FOSS identik dengan gratis. Padahal, yang dapat dikatakan gratis dari sebuah produk FOSS adalah surat izin atau lisensinya. Software yang dikembangkan dengan konsep FOSS tetap bisa dijual dalam bentuk CD/DVD, paket dengan hardware atau software lain, demikian p...

Mengapa Anda Mendukung FOSS?

Ini hasil wawancara virtual saya dengan beberapa pelaku bisnis ICT di dunia. Tanya : Mengapa perusahaan Anda sebagai operator telekomunikasi atau penyedia jasa akses internet mendukung FOSS? Jawab : Makin banyak orang menggunakan Linux dan FOSS lainnya, pemasukan perusahaan kami naik karena makin banyak orang mendownload software melalui internet. Juga akan makin banyak orang punya komputer dan gadget untuk mengakses internet karena harganya makin murah. Tentu sebagian pengguna FOSS dalam bentuk komputer atau gadget akan mengakses internet melalui perusahaan kami, sehingga keuntungan perusahaan kami meningkat. Tanya : Mengapa perusahaan Anda sebagai pembuat hardware (prosesor, memory, dan periperal komputer lainnya, server, pc desktop, laptop, netbook, nettop, router, smartphone dan handphone, dll.) mendukung FOSS? Jawab : Makin banyak pengembangan software free/open source yang bagus, makin murah harga software. Akibatnya, harga hardware kami juga makin murah, pembeli hardware makin b...

Migrasi ke Linux Single atau Dual Boot?

Ketika Anda ingin memasang Linux pada komputer yang telah berisi sistem operasi lain, biasanya lebih dahulu Anda harus menjawab beberapa pertanyaan. Apakah Linux akan dipasang untuk menggantikan sistem operasi lain, atau Linux sebagai alternatif, atau Linux sebagai sistem operasi utama dan yang lainnya sebagai alternatif? Pertanyaan yang tidak mudah dijawab, bahkan oleh orang yang telah mahir sekalipun. Pilihan single atau dual boot bukan karena pertimbangan teknis semata, tapi lebih sering karena pertimbangan non teknis. Saya mencoba memberikan masukan sebelum Anda membuat keputusan. Anda dapat mengumpulkan informasi dengan menjawab pertanyaan, “Apa tujuan atau alasan Anda memasang Linux di komputer itu?” Dari jawaban Anda, kita akan menemukan solusi terbaik untuk Anda dan pengguna komputer lainnya. Jika tujuan memasang Linux hanya untuk mengenalkan Linux sebelum pengguna komputer itu memutuskan mau pakai Linux atau tidak, dual boot pilihannya. Namun ada beberapa pilihan lain yang bai...

Open Source itu Netral

Ketika para pengguna, pengembang, pebisnis, pencinta, dan pendukung Open Source meminta pemerintah RI fokus ke pemanfaatan softawre yang dikembangkan dengan cara Open Source atau konsep pengembangan software dengan cara gotong-royong, sebagian pihak memrotes dengan alasan itu tidak netral. Tuduhan tidak netral itu salah, karena Open Source bukan nama vendor, bukan nama produk, bahkan bukan nama teknologi. Kalau memihak ke BlankOn saja misalnya, baru itu tidak netral dipandang dari sudut globalisasi saat ini. Belum tahu ke depan. :-) Pada awalnya, semua software dikembangkan dengan konsep Open Source. Baru setelah ada UU Hak Cipta tentang software, ada gerakan Closed Source atau Proprietary. Jadi, Closed Source atau proprietary hal itu baru. Istilah Open Source baru heboh, setelah dunia ICT dikuasasi (cenderung di-monopoli) software proprietary. Open Source hanya cara orang membuat dan mendistribusikan software. Siapa pun dapat dan boleh berbisnis dengan konsep Open Source. Perusahaan...

ILC, GCOS, RMS, Olimpiade Office, dll.

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 telah mengilhami beberapa personal, organisasi profesi, komunitas, sekolah, lembaga pemerintah dan swasta, serta perguruan tinggi di Indonesia untuk berbuat sesuatu yang beda pada Oktober 2009 ini. Setahu saya, semua itu bukan asal beda, tapi kegiatan yang menguras fisik dan psikis untuk memajukan TIK Indonesia dengan memasyarakatkan peranti lunak Merdeka/Open Source. Kegiatan itu antara lain: ILC 2009 (Indonesian GNU/Linux Conference ) di Unhas Makassar, 10-11 Oktober 2009. GCOS (Global Conference on Free/Open Source Software) , di Shangri-La Hotel Jakarta, 26-27 Oktober 2009. RMS (Richard M. Stallman) Berbicara tentang Free Software dan GNU/Linux , di Gedung BPPT Jakarta, 28 Oktober, dan di Univ Indonesia Depok (tentative, 29 Oktober). Juga beberapa kegiatan serupa di Univ Negeri Padang (tentative 17-18 Oktober), Univ Merdeka Malang (tentative 19 Oktober), Univ Persada Indonesia YAI Jakarta (tentative 28 Oktober), dan final Olimpiade Office Open Source...

Idul Fitri 1430H Jatuh pada 20 September 2009

Ini bukan ramalan, prakiraan, atau prediksi. Anda dapat melakukan pengamatan dan perhitungan yang sangat akurat dengan Linux, berdasarkan ketentuan Tuhan bahwa matahari, bulan, dan bumi beredar pada garis edarnya dengan sangat teratur. Tidak pernah sedetikpun bulan berhenti mengitari bumi, dan tidak pernah sedetikpun bumi bersama bulan berhenti mengitari matahari. Kecuali Tuhan menghendaki lain, misalnya Tuhan menghentikan gerakan bumi sedetik saja, yang artinya hari kiyamat telah datang sebelum 1 Syawal 1430H. Jadi, keteraturan yang luar biasa atas kehendak Tuhan Sang Pencipta alam semesta itu menjadikan manusia dapat menentukan kapan 1 Syawal dengan tepat. Kalau pun terjadi perbedaan orang menetapkan 1 Syawal, bukan karena perbedaan edar matahari, bumi, dan bulan, tapi karena perbedaan kriteria dan acuan dalam menentukan bulan sabit (hilal). Para ahli falak melakukan penentuan 1 Syawal melalui Rukyatul-Hilal atau melihat bulan sabit. Ada beberapa kriteria rukyatul hilal, dua di anta...

Buat apa Indonesia merdeka? Buat apa Linux open source?

..........Introspeksi sejenak menyambut hari kemerdekaan RI dan TIK......... Di bidang negara, mengapa para pendiri negara kita memilih merdeka? Mengapa tidak bergabung saja dengan Jepang atau salah satu negara sekutu, Amerika atau Belanda atau yang lain? Kan tinggal pakai aturan yang ada, tinggal menikmati jabatan, tidak perlu perang, apalagi harus gerilya, tidak perlu menyusun undang-undang, tidak perlu belajar ilmu membangun negara baru, yang penting enak to? Mengapa hayo? Karena, para Bapak Bangsa (the founding fathers) negara kita, saya dan juga Anda, ingin kedaulatan (menentukan nasib sendiri), punya kebebasan dalam mengelola negara, menentukan bentuk negara, bisa menjaga keamanan negara, mengatur sendiri kekayaan dan keuangan negara, tidak diatur pihak lain, apalagi pihak lain itu terbukti hanya mencari keuntungan sendiri. Di bidang TIK, mengapa pakai Open Source atau software merdeka? Mengapa tidak ambil saja yang ada (Proprietary)? Kan tinggal pakai, tidak perlu mengubah kebia...

Pengguna Linux tidak harus Belajar Linux

Dari hasil pengamatan dan wawancara kami ke para karyawan di berbagai perusahaan, terutama yang tidak memiliki latar pendidikan komputer, kami tidak banyak menemukan keluhan atau kesulitan pengguna ketika pertama menggunakan Linux. Mereka tidak melalui proses belajar lebih dulu, tapi langsung menggunakan komputer yang telah terinstal Linux untuk bekerja. Kalau pun belajar, biasanya belajar sambil bekerja. Kelompok pengguna awam yang kami temui adalah pengguna komputer untuk perkantoran. Program yang digunakan antara lain OpenOffice (Office yang otomatis ada di umumnya Linux), program untuk mengakses web, email, dan chatting, program untuk mengedit foto, serta sebagian juga pakai program untuk memutar lagu dan film. Beberapa perusahaan yang kami kunjungi itu juga bukan perusahaan TI. Sedikit contoh jenis usaha dan lokasinya adalah perusahaan farmasi (di Solo dan Semarang, Jawa Tengah), kargo/kurir (di Jakarta dan Cengkareng - Banten), otomotif (Jakarta dan Depok - Jawa Barat), penerbita...

Seandainya Aku Jadi... hanya tahu BlankOn

Tulisan ini terinspirasi dari posting di milis UMS Goes Open Source yang bersumber dari Forum di MyQuran.org . Jika Anda pertama kali membeli komputer dan menginstalnya dengan CD Linux, misalnya BlankOn , apa yang Anda rasakan? Anda akan menyimpulkan bahwa Linux itu sistem operasi komputer yang siap pakai. Dengan sebuah CD Linux, Anda dapatkan pula OpenOffice, pengedit foto GIMP, penggambar Inkscape, pengelola projek Planner, akuntansi GnuCash, dan lain-lain. Semua program itu terpasang secara otomatis saat pertama menginstal komputer dengan sebuah CD BlankOn. Jika kemudian karena alasan politis atau bisnis Anda diminta berpindah ke sistem operasi lain dan diberikan sebuah DVD Windows misalnya, apa yang Anda pikirkan? Di benak Anda DVD Windows tentu juga berisi MS Office, Photoshop, CorelDraw, MS Project, Zahir Accounting, seperti CD BlankOn yang Anda punya sebelumnya. Tapi apa yang terjadi, Anda akan kecewa berat, bahkan bisa frustrasi, karena setelah DVD Windows terinstal, tidak ...

Mimpi Indah dan Mimpi Sedih Blogger

Sangat indah menjadi rakyat sebuah negara atau minimal kabupaten/kota yang sepenuhnya menggunakan Linux dan/atau software open source lainnya. Tidak ada rahasia di bidang software, kecuali sebagian datanya yang memang harus dirahasiakan. Tidak ada biaya lisensi, sehingga uang rakyat dapat lebih banyak digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Tidak ada ketergantungan, sehingga pemerintah dan rakyat bebas menggunakan dan mengembangkan TIK-nya. Masih indah jika untuk sementara waktu ada sebagian kecil komputer yang menggunakan sistem operasi proprietary karena ada software aplikasi yang belum dapat dijalankan dengan Linux, sambil menunggu aplikasi itu tersedia versi open source-nya. Betapa sedihnya jika tiba-tiba semua rumus matematika, fisika, elektronika, dan semua protokol seperti TCP/IP (jaringan internet), HTTP (web), SMTP (email), serta semua program open source dipatenkan atau dijadikan proprietary. Dunia ini akan terasa gelap, karena untuk mengakses internet harus lebih dulu membaya...

Musibah di bidang TIK

Pernahkah Anda menerima musibah di bidang TIK? Pernahkah data Anda hilang atau rusak karena virus, data penting/rahasia tersebar karena worm, software dirusak cracker (hacker jahat), hard disk rusak sebelum sempat diback-up, atau komputer hilang karena pencurian, kebakaran, gempa bumi, atau kebanjiran? Jika pernah, jangan-jangan Anda pernah pula berbuat aniaya? Kata menganiaya atau menzhalimi atau lalai dipakai banyak pihak, baik itu manusia (dengan berbagai agama, kepercayaan, golongan, suku, warna kulit, atau partai politiknya) maupun Tuhan yang mencipta manusia. Bedanya, Tuhan Sang Pencipta tidak pernah menganiaya diri sendiri dan makhluk ciptaan-Nya, sedangkan manusia, banyak yang menganiaya diri sendiri, orang lain, atau ciptaan Tuhan lainnya. Saya yakin ini dipercayai oleh semua orang yang mengaku adanya Tuhan, apapun agamanya. Banyak musibah dalam berbagai bidang di dunia ini biasanya karena manusia menganiaya diri sendiri, orang lain, atau ciptaan Tuhan lainnya. Tentu ada penye...

Apakah Anda memiliki software komputer?

Pengantar: Saya menulis ini karena membaca berita yang sangat menyedihkan di detikinet.com . Maksud saya, ini saat tepat Anda "menyelamatkan" Indonesia (termasuk diri Anda) dengan berbisnis yang terkait software free/open. Kata "memiliki" dapat berarti macam-macam. Saya hanya membahas kata memiliki dalam hal software. Software di tulisan ini adalah program komputer berupa perintah-perintah yang tersimpan dalam penyimpanan data elektronik. Komputer adalah peralatan yang terdiri atas software dan hardware. Bentuk komputer bisa berupa handphone, netbook, notebook, pc, mini computer, mainframe, dan sebagainya. Apakah Anda memiliki software komputer yang dapat Anda gunakan untuk bekerja? Jika komputer Anda berisi BlankOn Linux, maka Anda dapat menjawab "Ya", karena Anda memiliki software itu dalam arti sebenarnya. Anda dapat menggunakan untuk apa saja (personal, warnet, dan bisnis lainnya), dapat memodifikasi, menjual secara utuh atau Anda lepas hardware dan so...

Masih Soal Bisnis Software

Diskusi tentang istilah memang menarik sekaligus bisa membingungkan, bahkan menyesatkan jika tidak paham apa yang dimaksud oleh pembuat/penemu istilah itu. Di dunia ini ada istilah freeware (software gratis) dan ada free software (software merdeka). Saya gunakan kata merdeka, karena pencetus free software menjelaskan kata free adalah freedom. Meskipun mirip, kata merdeka lebih pas daripada bebas (imho). Tidak ada bebas tanpa batas, demikian pula tidak ada merdeka tanpa batas. Arti dan batasan free software antara lain: - Boleh digunakan dan disebarluaskan, namun tidak boleh menuntut pembuatnya jika ada akibat negatif dari penggunaan dan penyebaran software itu. Sebenarnya tidak boleh menuntut ini berlaku untuk hampir semua software, misal software proprietary yang diserang virus lalu merusak data, pengguna tidak dapat menuntut pembuat software itu dengan alasan softwarenya bisa diserang virus. - Boleh dimodifikasi, namun ada batasan, misal untuk lisensi GPL, hasil modifikasi yang diril...

Tip Mendirikan Training Center

Intro: Facebook memotivasi saya lebih banyak mengisi blog ini. :) Tulisan berikut ini hasil copy paste dari http://linux.or.id/node/3020 dengan sedikit modifikasi. 1. Pilih bentuk lembaga, apakah murni mencari keuntungan (ada dividen/sisa-hasil-usaha untuk pendiri/pemegang saham) atau lebih ke sosial (keuntungan tidak diberikan ke pendiri tapi digunakan untuk operasional termasuk utk gaji pengelola). Jika pertama (profit oriented) buat PT atau CV atau Koperasi. Jika kedua (not for profit), bisa berbentuk Yayasan. Keduanya boleh cari penghasilan, hanya beda dalam penggunaan laba. 2. Pilih bentuk pengelolaan, apakah mendirikan sendiri dari awal atau bergabung dengan lembaga lain. Bergabung itu berbentuk franchising, licensing, atau kerja sama bagi hasil. 2. a) Jika mendirikan sendiri, buat rencana usaha, mulai dari menetukan target pasar (siapa saja yang diharapkan mendaftar sebagai peserta) dan menentukan jenis pelatihan seperti apa yang akan diberikan (termasuk apa bedanya dengan yang ...

Tip Mempercepat (bisa) ke Linux

Saya tidak biasa menulis blog di siang hari, kecuali hari ini (11/3/2009, 15:11 WIB), karena ada pertanyaan teman di facebook tentang cara cepat bisa Linux. Jawab saya sekalian saya jadikan blog/note. Petunjuk penggunaan tip: Silakan coba pilihan ganda ini, boleh urut dari nomor 1 atau pilih mana yang paling cocok dengan sikon Anda. Saya yakin Anda bisa! :-) 1. Beli CD/DVD Linux Live-CD lalu coba dan belajar langsung di komputer. Biaya antara Rp 5.000 s.d. 15.000. 2. Beli buku/majalah yang ada CD/DVD-nya, lalu baca dan coba. Biaya sekitar Rp 50.000 s.d. 150.000. 3. Ikut kursus singkat Linux Dasar atau Fundamental dg biaya sekitar Rp 500.000 s.d. 1,5 juta. 4. Ikut kursus intensif Linux, waktu bejalar beberapa minggu s.d. bulanan, biaya Rp 5 juta s.d. 15 juta. 5. ... Silakan tambahkan (beri komentar) untuk membantu teman yang ingin cepat bisa menggunakan Linux.

Mau bisnis software atau lisensi?

Pertanyaan ini saya tujukan kepada teman yang minta nasihat untuk memulai bisnis membuat software yang dapat dijalankan di Linux. Teman saya itu tidak langsung menjawab, tapi malah balik bertanya, "Apa bedanya jualan software dan lisensi?" Lalu saya jelaskan, jika kamu ingin berjualan software di Linux, kamu akan dapat uang dari kerja kamu membuat software. Setelah software kamu serahkan, maka software itu menjadi milik pembeli. Sedangkan jika kamu ingin jualan lisensi, maka software yang kamu serahkan tetap milikmu, pembeli hanya dapat menggunakan, tapi tidak memiliki software buatanmu itu. Contoh perusahaan yang berjualan lisensi adalah Microsoft. Temanku itu akhirnya memilih jualan software, plus jasa lainnya seperti support (dukungan teknis), training (pelatihan), dan customization (kustomisasi). Dia tidak mau jualan lisensi, karena jualan lisensi akan mendorong orang lain melanggar hukum dengan membajak software itu (baca: mau menggunakan tapi tidak mau membayar lisensi)...

Tahun Baru tanpa Suspend dan Hibernate

Setelah lebih setahun menggunakan BlankOn 2 untuk komputer kerja, dan tidak pernah diupdate, apalagi diupgrade, hari ini (1 Januari 2009) saya memutuskan pindah ke BlankOn 4, meski masih belum "senyaman" BlankOn 2. Laptop kelas rendah yang saya pakai sejak 2005 secara mulus "ketemu jodoh" sama BlankOn 2 pada 2007, setelah gonta-ganti pasangan selama 2 tahun. Jodoh? Ya, karena semua hardware berjalan baik di BlankOn 2, mulai dari hardware standar seperti vga dan sound, hingga yang kadang menjengkelkan seperti modem dan acpi (khususnya suspend dan hibernate). BlankOn 4? Saya tak tahu mengapa kadang gagal suspend dan hibernate, kadang berhasil di laptop "tua" saya itu. Karena dua hal itu tidak terlalu penting buat saya, maka: pada malam tahun baru yang telah lewat, saya bulatkan tekat (baca tekad), untuk bersama BlankOn empat, sampai suatu saat, ada distro yang lebih tepat. :-)