Tahun Baru tanpa Suspend dan Hibernate
Setelah lebih setahun menggunakan BlankOn 2 untuk komputer kerja, dan tidak pernah diupdate, apalagi diupgrade, hari ini (1 Januari 2009) saya memutuskan pindah ke BlankOn 4, meski masih belum "senyaman" BlankOn 2.
Laptop kelas rendah yang saya pakai sejak 2005 secara mulus "ketemu jodoh" sama BlankOn 2 pada 2007, setelah gonta-ganti pasangan selama 2 tahun. Jodoh? Ya, karena semua hardware berjalan baik di BlankOn 2, mulai dari hardware standar seperti vga dan sound, hingga yang kadang menjengkelkan seperti modem dan acpi (khususnya suspend dan hibernate). BlankOn 4? Saya tak tahu mengapa kadang gagal suspend dan hibernate, kadang berhasil di laptop "tua" saya itu.
Karena dua hal itu tidak terlalu penting buat saya, maka:
pada malam tahun baru yang telah lewat,
saya bulatkan tekat (baca tekad),
untuk bersama BlankOn empat,
sampai suatu saat,
ada distro yang lebih tepat. :-)
Laptop kelas rendah yang saya pakai sejak 2005 secara mulus "ketemu jodoh" sama BlankOn 2 pada 2007, setelah gonta-ganti pasangan selama 2 tahun. Jodoh? Ya, karena semua hardware berjalan baik di BlankOn 2, mulai dari hardware standar seperti vga dan sound, hingga yang kadang menjengkelkan seperti modem dan acpi (khususnya suspend dan hibernate). BlankOn 4? Saya tak tahu mengapa kadang gagal suspend dan hibernate, kadang berhasil di laptop "tua" saya itu.
Karena dua hal itu tidak terlalu penting buat saya, maka:
pada malam tahun baru yang telah lewat,
saya bulatkan tekat (baca tekad),
untuk bersama BlankOn empat,
sampai suatu saat,
ada distro yang lebih tepat. :-)
Comments
kalau nemu yang tepat kenapa mesti tergoda dg yang baru? (walau mungkin keliatan sexy dan modis).
Saya saja masih menggunakan ubuntu 6.06 LTS dan sangat2 nyaman sekali...
BAgaimana tidak, kompi saya PIII dengan ram 384, ndak mungkin lah ganti 8.04...
mau ganti distro lain jelas malas...
KAdang dan sering kita tergoda untuk menyeleweng dan tidak setia dengan pasangan kita... hahaha. PAdahal kan yang udah lama menemani kita bukan berarti ketinggalan jaman, yang peting fungsionality... appereance nomer 13, kalau memang resource udah hebat... Salam Linux!
Tapi tentu saja itu tidak benar. Saya sangat senang dengan konsep Ubuntu 8.04.1 (Daripada dengan Ubuntu 8.10). Untuk hal ini kita tidak perlu malu untuk menjiplak konsep Microsoft, yang hanya mengeluarkan Service-Pack, bukan versi baru sistem.
Walau secara tehnikal sama, yaitu upgrade sistem, tapi dalam LInux itu memang lebih kompleks. Sudah semestinya suatu saat ada yang berpikir untuk membuat "service pack" for Linux : Ubuntu, Fedora, Mandriva. Buat apa ganti nama Ubuntu ini, nanti Ubuntu itu. Fedora entah, nanti Fedora berantah. Mandriva anu, Mandriva inu. Lebih baik dibuat rilis yang stabil seperti Debian. 3 atau 4 tahun sekali. Lainnya, dibuat paket "servica pack" saja, yang dibundel komplit dengan segala dependensinya, yang bisa didownload secara manual pakai warnet, lalu di instal manual di sistem Linux kita. Subhanallah! Andai saja itu terpikirkan oleh para pengembang Linux, saya jamin Linux akan dengan cepat menjajah dunia komputer di jagat raya ini.
Salam kenal pak
dari ubuntu, mandriva, blankon, linare, semua gak ada yg bisa, pada waktu penginstallan pasti hang ditengah jalan...