Posts

Showing posts from 2011

5 Alasan Pengguna Awam PC Windows Diharapkan Pindah ke Linux

Linux seperti BlankOn itu program atau software yang boleh digunakan untuk siapa saja, termasuk yang tidak "tahu" lisensi. Windows hanya utk yang "tahu" lisensi shg pengguna PC yang tidak tahu lisensi bisa dituduh melanggar hukum karena membeli PC berisi Windows ilegal atau bajakan.  Linux seperti BlankOn itu aman dari virus sehingga pengguna PC awam tidak perlu belajar dan install anti virus seperti ketika masih pakai Windows.  Linux seperti BlankOn itu cukup install dari sebuah CD atau DVD sudah berisi program office dan grafis. Sedangkan install Windows belum otomatis ada office dan grafis, kecuali sudah ada dalam PC ketika dibeli.  Linux seperti BlankOn itu produk Indonesia dengan menu dan ada manual berbahasa Indonesia sehingga mudah digunakan dan tidak melanngar hukum Indonesia jika diperjualbelikan, termasuk untuk mengikuti tender proyek pemerintah. Tidak ada Linux BlankOn BM (Black Market) karena boleh dijual di tempat gelap maupun terang...hihihi ini can...

Merdeka atau Mati

Merdeka atau Mati ...  Masih menyambut Hari Pahlawan yang setiap tahun diperingati selalu memotivasi saya untuk mengobarkan jiwa kepahlawanan. Saat ini, perang untuk menguasai sebuah negara tidak lagi harus dengan senjata pemusnah badan, tapi dengan senjata pemusnah jiwa. Mati tidak berarti mati badan, tapi bisa "mati" jiwa. Jika jiwa rakyat suatu negara dikuasai negara lain, sangat mudah negara lain itu menguasai badannya pula. "Perang" kini dilakukan tidak hanya dari satu-dua sisi atau bidang, tapi dari banyak bidang, salah satunya dari bidang TIK (teknologi informasi dan komunikasi). "Serangan" melalui  TIK juga dapat menggunakan banyak jenis "senjata". Contoh pertama, messenger (chat, bbm, dsb), email, social networking, dan SMS/MMS, yang seluruh datanya disimpan oleh pihak asing. Artinya apa? Banyak komunikasi penting dan rahasia suatu negara dapat dibaca oleh negara lain yang menguasai/memiliki server atau infrastruktur utama TIK. Conto...

Anda Setuju Sumpah Pemuda?

Anda Setuju Sumpah Pemuda? ... Ketika saya ditanya dengan pertanyaan ini, saya tidak langsung menjawab setuju. Bukan berati saya tidak setia dengan Sumpah Pemuda, tapi saya perlu berpikir lebih dulu apa akibat dari sumpah itu. Mengaku bertumpah darah yang satu Tanah Air Indonesia, tidak ada masalah bagi saya. Apalagi mengaku berbangsa yang satu Bangsa Indonesia, saya sangat setuju dan setia. Tapi menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia, saya renungkan dulu, ... dan saya juga setuju :-) Menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia saya maknai ketika saya berkomunikasi dengan sesama bangsa Indonesia, saya harus menggunakan Bahasa Indonesia. Buku yang saya tulis untuk bangsa Indonesia harus berbahasa Indonesia. Dan software komputer yang saya promosikan untuk bangsa Indonesia harus berbahasa Indonesia. Maka dari itu, saya menulis blog ini menggunakan software  BlankOn  buatan teman-teman saya orang Indonesia, yang setia dengan sumpah pemuda, melalui software buatannya....

Sumpah Pemuda dengan BlankOn

Sumpah Pemuda dengan BlankOn ...  Saya pernah ditanya mengapa sangat getol mempromosikan nama BlankOn sebagai sistem operasi "komplit" buatan Indonesia, bukankah nama itu identik dengan Jawa? Saya jawab, BlankOn bukan belangkon dan tidak hanya mendukung aksara Jawa. BlankOn diharapkan menjadi nama pemersatu para pengembang, pebisnis, pengguna TIK berbasis FOSS di Indonesia.  Indonesia itu ada karena ada suku-suku dan ada bahasa-bahasa: Aceh, Ambon, Bali, Batak, Bugis, Dayak, Jawa, Madura, Sunda, dan lain-lain.  (Urut abjad sebagian nama suku di Indonesia).  Ingat sumpah pemuda, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, yang artinya ada banyak nusa, banyak bangsa (suku), dan banyak bahasa, yang dipersatukan dengan nama Indonesia. BlankOn telah mendukung beberapa aksara bahasa-bahasa itu dengan bahasa utama Bahasa Indonesia.  Ngomong-ngomong, dua tahun terakhir ini Linux menunjukkan pertumbuhan sangat tinggi sebagai sistem operasi komputer mobi...

Beberapa Contoh Memahami Perbedaan

Anda pernah membaca atau mendengar kalimat "Sepakat untuk Tidak Sepakat"? Jika pernah dan Anda sepakat bahwa kita bisa "sepakat untuk tidak sepakat", maka kita sama-sama memahami adanya perbedaan. Perbedaan pendapat itu bisa terjadi (antara lain) karena perbedaan acuan yang digunakan untuk berpendapat. Sebagai contoh, pengguna Linux yang baru mencoba Windows berpendapat menggunakan Windows itu susah, karena acuan dia berpendapat adalah menggunakan Linux. Demikian pula sebaliknya, pengguna Windows yang baru mencoba Linux berpendapat Linux itu susah. Ini juga terjadi pada pengguna smartphone atau PC tablet, ada yang cocok dengan Android, ada yang pilih Meego, ada pula yang pilih IOS (Ipad/Iphone), dsb. Sesama pengguna Linux pun ada banyak perbedaan. Misal Linux BlankOn dinilai mudah bagi yang biasa pakai Ubuntu. Lalu Linux IGN (IGos Nusantara) juga dinilai mudah bagi yang biasa pakai RedHat atau Fedora. Bahkan dengan distro Linux yang sama, ada yang berpendapat m...

Pro-Kontra Sertifikasi SDM Linux

Pro-Kontra Sertifikasi SDM Linux ... Mengapa sertifikasi SDM (termasuk kompetensi komputer berbasis Linux) kadang ditanggapi pro dan kontra? Penyebabnya antara lain ada SDM yang memperoleh kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan setelah memiliki sertifikat kompetensi (pro) dan ada SDM yang mendapatkan pekerjaan dengan mudah meskipun tidak memiliki sertifikat kompetensi lalu menilai sertifikasi tidak berguna (kontra). Saya lihat keduanya benar sesuai kondisi masing-masing, sehingga pro-kontra ini tidak bertentangan. Sertifikasi itu hanya cara mendapatkan bukti atau pengakuan bahwa seseorang kompeten di suatu bidang. Bukti itu dibutuhkan misalnya untuk melamar kerja pada perusahaan atau lembaga yang membutuhkan bukti. Sertifikasi kadang juga dibutuhkan untuk proses seleksi atau lelang proyek pengadaan barang/jasa, sebagai salah satu kriteria penilaian. Di bidang personalia atau pengembangan SDM, sertifikasi bisa dijadikan salah satu kriteria penentuan gaji dan atau jabatan. Contoh ...

Memahami Software Komersial dan Non Komersial

Memahami Software Komersial dan Non Komersial...  Salah satu pernyataan RMS (Richard M. Stallman, tokoh GNU dan Yayasan Free Software) yang menarik perhatian saya adalah free software BUKAN tidak boleh dikomersialkan. Pernyataan ini seperti bertentangan dengan pernyataan lisensi beberapa software "gratis" lainnya yang melarang dikomersialkan. Mengapa demikian? Bisa jadi itu tidak bertentangan, karena komersial pertama (versi RMS) adalah menjual software atau barang/jasa lain yang terkait software tanpa menjual lisensi (izin), sedangkan komersial pada pernyataan kedua adalah menjual lisensi (izin). Bisa jadi pula itu memang bertentangan, jika maksud komersial pada pernyataan kedua juga melarang penjualan software meskipun tidak menjual lisensi. Bahkan ada yang melarang software "gratis"-nya digunakan untuk usaha/kegiatan yang bersifat komersial. Kesimpulan saya, suatu karya berlisensi FOSS (Free/Open Source Software) dapat dikomersialkan, dengan syarat dan kete...

Brasil Negara Berhasil

Brasil Negara Berhasil...  Semua orang tahu, Brasil negara berhasil di bidang sepakbola, sehingga saya tidak perlu ceritakan lagi di sini. Bagaimana Indonesia? Banyak orang tahu, Brasil negara berhasil membuat pesawat jet penumpang, sehingga Juni 2011 ini Indonesia memesan 30 biji. Bagaimana Indonesia? Indonesia pernah bermimpi membuat pesawat jet serupa, N2130, selain pesawat berbaling-baling, N250. Apakah Anda tahu, Brasil juga negera berhasil di bidang TI dengan mengembangkan dan menggunakan Linux/FOSS? Ratusan ribu hingga jutaan komputer di pemerintahan dan pendidikan Brasil telah terpasang Linux/FOSS. Diperkirakan puluhan juta orang Brasil telah menggunakan Linux untuk belajar dan bekerja sehari-hari. Bagaimana Indonesia? Indonesia, Go Open Source! Pemerintah punya target 31 Desember 2011 tidak ada lagi software bajakan di pemerintah karena telah beralih ke Linux/FOSS. NB: Saya belum pernah pergi ke Brasil dan tulisan ini bukan promosi Brasil. Cerita ini say...

Anak-pinak Linux dan Unix

Anak-pinak Linux dan Unix ... Pesta penuh ceria terjadi di berbagai belahan dunia untuk menyambut kedatangan Linux Ubuntu 11.04 yang namanya Natty Narwhal. Kita bisa lihat daftar penyelenggara yang tercatat di sini . Saya yakin masih banyak lagi penyelenggara pesta rilis yang tidak mendaftarkan diri ke pusat Ubuntu, misalnya yang akan terlaksana pada Sabtu 14 Mei di Depok dan Minggu 15 Mei di Semarang ( klik di sini ) . Ubuntu yang Open Source itu memiliki keturunan atau "anak" di Indonesia, yakni BlankOn . Dalam waktu dekat, pengembang BlankOn akan merilis versi 7 yang diberi nama Pattimura. Kalau BlankOn disebut anak Ubuntu, maka Ubuntu adalah anak Debian . Semua itu merupakan sistem operasi komputer terkenal yang berisi kernel Linux plus program-program dari pengembang GNU (GNU's Not Unix) dan pengembang lainnya. Unix merupakan cikal-bakal Linux, tapi Linux bukan anak Unix, karena Linux tidak dibuat dari kode program Unix. Sistem operasi terkenal untuk hp dan komput...

Model Bisnis Open Source

Model Bisnis Open Source... Open Source Software atau Free Software tidak identik dengan produk gratis. Kedua istilah itu hanya merupakan konsep pembuatan dan penyebaran, termasuk penjualan software dan jasa/barang terkait software. Banyak peluang wirausaha berbasis teknologi atau technopreneur dengan memanfaatkan konsep Open Source. Berikut ini beberapa model bisnis yang telah digunakan banyak perusahaan dengan sukses. 1. Competency-based services: Jasa berbasis kompetensi tanpa punya produk sendiri. Contoh: LPI (sertifikasi), NF (pelatihan), dll. 2. Distribution, services, and branding: Jasa plus produk. Contoh: RedHat, BlankOn, dll. 3. Widget frosting: Menjual produk seperti hardware (widget) yang menggunakan OSS (frosting). Contoh: Acer, IBM, Samsung, dll. 4. Accessorizing: Majalah, buku, CD/DVD, dll. 5. Loss Leader: Mengubah produk jadi FOSS agar tetap memimpin pasar. Contoh: Mozilla 6. Free the software, sell the brand: Membebaskan lisensi (FOSS), dan menjual merek. Contoh: Googl...

Selamat Hari Kemerdekaan Dokumen

Selamat Hari Kemerdekaan Dokumen... Rabu 30 Maret 2011 ini Hari Kemerdekaan Dokumen dirayakan di berbagai belahan dunia. Barangkali Anda bertanya, mengapa dokumen dimerdekakan? Apakah kalau ada dokumen merdeka berarti ada dokumen terjajah? Maksud kemerdekaan dokumen adalah Anda bebas mengontrol semua dokumen yang Anda buat, Anda miliki, Anda simpan, sampai kapan pun juga, jika Anda menggunakan format dokumen terbuka ODF (OpenDocument Format) . Lalu apa itu ODF? ODF adalah "standar terbuka dan bebas" yang disepakati bersama (ISO/IEC 26300:2006, SNI 26300:2011) dalam pembuatan dokumen perkantoran, seperti pemformatan teks, spreadsheet, presentasi, dan gambar. Salah satu program perkantoran yang telah lama menggunakan ODF adalah OpenOffice/LibreOffice . Kesepakatan bersama menggunakan standar terbuka ini berlaku sejak 2006 melalui badan standar dunia ISO (international organization for standard), IEC (International Electrotechnical Commission), dan SNI (Standar Nasional Indones...

Fakir-miskin juga Berhak jadi Teknokrat

Image
Fakir-miskin juga Berhak jadi Teknokrat... Di Minggu pagi yang cerah 6 Maret 2011, saya silaturahim ke sebuah pesantren "Open Source" di belakang masjid Kubah Emas Cinere Depok. Saya melihat semangat para santri yang luar biasa untuk menguasai teknologi informasi berbasis Open Source. Pesantren yang dikelola bersama antara Yayasan Profesi Terpadu Nurul Fikri (LP3T-NF) dan LAZIS PT PLN ini istimewa karena tiga hal: 1) kurikulumnya mencakup teknologi, kewirausahaan/kepemimpinan, dan akhlak mulia, 2) perangkat lunak yang digunakan dan dipelajari berbasis Open Source, 3) semua santrinya berasal dari keluarga dhuafa atau fakir-miskin. Setahu saya, ini satu-satunya pesantren "Open Source untuk Fakir-miskin" yang ada di dunia. Kalau ada pesantren serupa di tempat lain, mohon Anda beri tahu saya. Para pengelola pesantren ini berharap ada banyak pesantren serupa di Indonesia. Tiga latar belakang pendirian pesantren ini adalah: 1) kurangnya pemimpin yang memiliki wawasan ipte...

Pejuang BlankOn yang Tak Kenal Lelah

Pejuang BlankOn yang Tak Kenal Lelah... Di kampung saya, kata "berjuang" itu biasa digunakan untuk menyebut pekerjaan guru honorer. Disebut berjuang karena mau mengajar tanpa gaji. Kalaupun ada honor, nilainya hanya cukup untuk makan sehari-hari dirinya sendiri. Kalau guru honorer ingin memberi makan istri dan anaknya, maka harus cari uang dari pekerjaan lainnya. Mengapa para guru itu mau berjuang? Karena para guru itu punya semangat dan passion , bahwa menjadi guru atau berbagi ilmu itu akan membuatnya bahagia, meskipun pekerjaan itu tidak seketika memberinya uang. Bahagia tidak diukur dari uang, tapi dari kegiatannya memberi manfaat untuk banyak orang. Kata "berjuang" juga sangat tepat saya gunakan untuk kegiatan para pengembang ilmu pengetahuan, dan pengembang program komputer seperti yang Anda gunakan untuk membaca tulisan saya ini. Pelakunya disebut pejuang. Contoh karya pejuang yang sederhana tapi sangat nyata manfaatnya adalah pengembangan Linux BlankOn . Pa...

Jika Linux hanya Android

Jika Linux "hanya" Android... Android telah membuat Linux dan Open Source menjadi sangat "manusiawi" dan "nyaman" digunakan. Pengguna Android merasakan Linux yang ada di hp (handphone/smartphone) atau tablet-nya itu bukan barang aneh. Lalu mengapa Linux selain Android tidak/belum bisa seperti Android? Penyebab pertama Android mudah diterima pengguna hp dan tablet (Android-Pad) adalah karena Android menggabungkan Linux dan program-programnya dengan perangkat keras hp dan tablet dalam satu paket perakitan dan penjualan. Itu tidak/belum terjadi dengan umumnya sistem operasi Linux non Android. Umumnya Linux masih dikembangkan secara "mandiri" atau terpisah dengan perakitan komputer. Selain Android, hanya beberapa Linux yang sukses dalam penjualan karena berhasil memaket dengan perakitan dan penjualan hardware ini, salah satu contohnya Linux RedHat yang dipaket dalam penjualan server. Kita masih menunggu Linux Meego yang sedang ditinggal induknya - N...

Dosa-dosa TIK oleh Bangsa Indonesia

Dosa-dosa TIK oleh (sebagian) Bangsa Indonesia... Sebuah Introspeksi... Mengapa bangsa Indonesia sering ditimpa bencana atau musibah? Di bawah ini hanya tiga dari banyak kemungkinan penyebabnya. NB: "dosa-dosa" merupakan kata pengganti untuk perbuatan aniaya atau yang merugikan orang lain. Mengaku punya Tuhan, tapi mendurhakainya. Tuhan yang Maha Adil melarang manusia mengambil hak orang lain secara tidak adil. Tapi, banyak manusia melawan pedoman itu, misalnya mengambil hak cipta orang lain di bidang software, khususnya yang "berpemilik" atau proprietary . Membuat aturan, tapi melanggarnya. Pemerintah bersama DPR telah menetapkan UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Tapi, berapa juta orang yang melanggar UU ini? Membuat janji, tapi mengingkarinya. Betapa banyak (meskipun tidak semuanya) pejabat pemerintah dan anggota DPR/DPRD yang telah berjanji/bersumpah saat diangkat dalam jabatannya, tapi tidak menepatinya. Padahal, semua pemimpin akan dimintai pertangg...

Russian Goes Open Source

Russian Goes Open Source ... Russian tidak ada hubungan dengan Rusmanto :-) Ini cerita akhir tahun lalu, tapi saya angkat sekarang setelah minggu ini saya dapat info dari teman-teman di pemerintah Indonesia bahwa pelaksanaan legalisasi software pemerintah dan IGOS (Indonesia, Go Open Source!) masih jauh dari harapan. Mungkin perlu "perintah" dari presiden seperti yang dilakukan Rusia. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin telah menandatangani perintah untuk mengalihkan sistem komputer pemerintah Rusia ke O pen S ource dalam waktu empat tahun. Kuartal ketiga 2011 ini pemerintah harus sudah menetapkan format data yang didukung oleh perangkat lunak open source yang digunakan dalam pemerintahan. Kuartal kedua 2012 , pemerintah harus mulai memperkenalkan perangkat lunak bebas (Free/Open Source Software) di bagian pemerintahan yang ditunjuk sebagai percontohan . Pada saat yang sama , harus ada semacam Pusat Open Source Software (POSS) di kementeri...

Mengubah Warnet Jadi Training dan Testing Center

Mengubah/Melengkapi Warnet Jadi Training dan Testing Center... Sebuah Ide Gila... Sudah lama saya menerima kabar yang kurang baik dari teman-teman pemilik warnet. Sejak lebih dari satu tahun terakhir, omset warnet menurun tajam, bahkan beberapa warnet tutup karena tidak layak lagi untuk mencari makan, alias merugi. Di saat bersamaan saya baca dan lihat berita menyedihkan, banyak penggangguran tapi banyak lowongan kerja tak terisi. Kontradiktif. Solusinya, beberapa bulan saya menggali ide untuk memanfaatkan warnet. Beberapa ide sudah dijalankan teman-teman, antara lain mengubah warnet sebagai usaha desain grafis, jual-beli komputer, perbaikan komputer, dukungan teknis LAN dan wireless LAN, jasa pengetikan skripsi yang kadang tidak hanya mengetik, dan lain-lain. Tapi satu ide yang saya belum lihat digarap serius, yakni tempat pelatihan komputer yang bersertifikasi. Istilah asingnya (bukan latah pakai istilah asing), Training and Testing Center . Masalahnya, selama ini pelatihan yang ber...

Jurnal Open Source

Image
Jurnal Open Source... Pernahkah Anda melihat media "Open Source" di Indonesia selain InfoLINUX ? Saya pernah melihatnya, yaitu Jurnal IdeA Edisi 7/2010 (ISSN: 2085-3416) yang diterbitkan oleh Bappeda Pemkab Tegal Jawa Tengah. Open Source dalam tanda petik ini bukan nama media, tapi sifat media dilihat dari software yang digunakan untuk membuatnya. IdeA yang terdiri atas 4 halaman cover full color dan 36 halaman isi black-white itu dibuat dengan program desktop publishing Scribus, pengedit foto Gimp, penggambar Inkscape, dan program perkantoran OpenOffice.org. Ini salah satu bukti nyata bahwa Linux dan FOSS dapat digunakan untuk menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan uang melalui produk pra-cetak. Jika ada percetakan belum mau menerima naskah dalam format file Scribus, Gimp, atau Inkscape, biasanya dapat diatasi dengan membuat produk itu dalam format PDF atau format grafis lainnya. Kalau ada percetakan menolak order, biasanya karena ada yang belum paham atau "ada sal...

Menjemput Rezeki Terkait Desain Grafis

Menjemput Rezeki Terkait Desain Grafis ... Jumlah pelaku bisnis di bidang desain grafis seperti penerbitan dan periklanan (cetak dan elektronik) sangat besar di Indonesia. Saya belum menemukan data lengkap, tapi saya memperkirakan jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu. Usaha ini menyerap tenaga kerja ratusan ribu hingga jutaan orang. Anda bisa lihat buktinya di pinggir-pinggir jalan, media cetak dan elektronik, hingga pakaian dan peralatan yang Anda gunakan beraktivitas saat ini. Semua usaha itu membutuhkan program untuk menggambar, mengedit foto, dan atau menata tampilan (layouting). Semuanya pasti ingin untung. Dan semuanya pasti ingin bahagia di seluruh waktu kehidupannya, mulai di dunia sekarang, di alam barzah nanti, dan di akhirat yang akan datang. Tidak ada yang ingin menderita seperti Gayus (maaf Pak Gayus, semoga Anda telah tobat hari ini), meskipun suka gayus (garang asem yang untuk sarapan). :-) Ukuran bisnis terkait desain grafis ini mulai dari usaha rumah tangga dan kaki li...

Sembilan Kebohongan Kurang Dua dengan Open Source

Tujuh kebohongan dengan Open Source yang bukan hoax ini mungkin pernah saya dan Anda lakukan dengan berbagai alasan. 1. Sedang pakai Pidgin untuk online di Gtalk/YM, tapi dalam status tertulis "Sedang Pergi". 2. Sedang pakai Firefox untuk akses FB dan baca blog atau Notes saya ini dengan santai, tapi di status Chat tertulis "Busy". 3. Mau mengirim email dengan Evolution ke seseorang, tapi lebih dulu Edit > Setting lalu mengganti alamat email dengan nama@kamuinisiapa.sih. 4. Menjalankan server email Postfix dari laptop, tapi dalam file /etc/postfix/main.conf ada baris "myhostname = infolinux.co.id". 5. Sharing direktori ke jaringan dengan Samba , tapi di dalam file /etc/samba/smb.conf ada baris "server string = ... (Windows Server)". 6. Memasang Linux di laptop dual boot dengan Windows, tapi dalam menu boot loader Grub hanya ada Linux. 7. Mengakses internet pakai Wine dan IE di Linux, tapi bilang ke teman hanya menggunakan program Open S...

Desktop Publishing antara Berbohong dan Mencuri

Desktop Publishing antara Berbohong dan Mencuri ... Ide menulis ini mencuat pada saat saya mengedit buku tentang Desktop Publishing dengan Free/Open Source Software, setelah beberapa saat sebelumnya mendengar berita tentang kebohongan. Tulisan ini tidak ada hubungan dengan politik dan kenegaraan, tapi berhubungan dengan karya cipta buku yang menggunakan komputer untuk menulis, membuat gambar, mengedit, melayout, dan "kebohongan" yang mungkin dilakukan oleh teman "maya" saya bernama Layouter, nama yang keren sesuai dengan profesinya. :-) Layouter mendapatkan order untuk melayout dan mencetak sebuah buku. Pemesannya meminta agar Layouter membuat desain dan tata letak buku itu dengan program CorelDraw, Photoshop, dan InDesign sebagai Desktop Publishing, lalu menyerahkan hasil cetak dengan menyertakan file dalam format PDF. Layouter menyanggupi dengan syarat boleh membuat buku itu menggunakan Inkscape, Gimp, dan Scribus. Alasannya, keuntungan usaha Layouter dalam setahu...