Wednesday, May 05, 2010

Ingin lebih Bahagia? Cobalah Linux...


Ingin lebih Bahagia? Cobalah Linux...


Hidup bahagia menjadi cita-cita semua orang normal, saya yakin termasuk Anda. Sayangnya, ada orang yang tidak tahu atau tidak mau cari tahu cara yang harus ditempuh agar hidupnya bahagia. Orang itu – saya yakin tentu bukan Anda – menjalankan perbuatan yang melawan hukum dan norma, seperti mencuri dan menipu, yang akhirnya dapat menghancurkan jiwa dan raganya, atau paling tidak mengurangi kebahagiannya.

Semua orang tentu ingin menggunakan komputer yang sesuai kebutuhan dengan nyaman, namun belum tentu tiap pengguna komputer punya cara yang sama untuk meningkatkan kebahagiaan melalui komputer. Ada yang berbahagia ketika memutar musik atau video. Ada yang berbahagia ketika berkreasi digital. Ada yang berbahagia ketika mengoprek program atau jaringan. Ada pula yang berbahagia ketika mampu berbagi ilmu atau bahkan hanya berbagi CD atau DVD.

Anda tentu tidak ingin diganggu virus ketika sedang belajar, bekerja, mendengarkan musik, atau menonton video kesukaan Anda. Anda tentu tidak ingin ditangkap polisi ketika sedang mencari nafkah dengan komputer. Anda tentu tidak ingin disiksa setelah mati oleh Tuhan hanya karena Anda menggunakan software bajakan. Padahal semua kegiatan Anda itu dalam rangka menggapai kebahagiaan, bukan menambah penderitaan.

Kita pantas bersyukur, karena Linus Torlvads dan para pengembang FOSS lainnya terus mengembangkan Linux, seperti yang selalu disertakan dalam DVD majalah InfoLINUX. Linux terbukti dapat menjadi sarana untuk hidup lebih bahagia, karena aman terhadap virus, bebas digunakan, bebas dipelajari atau dioprek, dan bebas dibagikan ke orang lain. Hasil riset di salah satu universitas terkenal di Amerika membuktikan bahwa kebahagiaan orang akan meningkat jika orang itu memperbanyak berbagi.

Di bawah ini iklan. :-)
Majalah InfoLINUX 05/2010 kami harapkan semakin menambah kebahagian Anda. Karena selain beberapa alasan di atas, DVD yang disertakan berisi distro ArtistX berukuran sekitar 3,5 GB yang luar biasa. ArtistX adalah Linux yang memiliki aplikasi lengkap untuk memainkan dan berkreasi dengan multimedia, mulai dari desain grafis 2D, 3D, musik, video, dan animasi. DVD InfoLINUX 05/2010 juga berisi beberapa distro kecil untuk Anda yang hobi jaringan atau bekerja sebagai administrator.

4 comments:

jpmrblood said...

Pak, jangan lupa sama Stallman. Dia peletak pondasi semuanya. :D

rosyidi alwan said...

Saya sepenuhnya setuju. Kebahagiaan memakai linux disebabkan oleh banyak hal:


1. Seperti yng telah disebutkan.
2. Merasa memakai sistem yang halal.
3. Bebas pikiran dari ancaman virus (windows).
4. Merasa lebih mumpuni di bidang komputer :D
5. Dlsb..

linuxer said...

wah, sayangnya release distro akhir2 ni bikin saya pikir 2x untuk cepet2 upgrade komputer lama. apalagi kalau dah hobi bongkar pasang distro...

Essays, written by Hermiyanto said...

Betul, saya setuju dengan bapak jpmrblood bahwa kita tidak boleh lupa dengan Richard Stallman, karena bagaimanapun juga, dialah peletak pondasi dari semua ini. Walaupun tentu saja, seluruh komunitas free software dan open source juga sangat berjasa, khususnya Linus Torvalds yang telah mengembangkan Linux.

Hanya saja, memang orang-orang yang bekerja di lingkungan open source melupakan Richard Stallman. Hanya orang-orang yang bekerja di lingkungan free software yang tidak melupakan beliau.

Barangkali kita akan langsung mengatakan bahwa free software dan open source itu sama saja. Tetapi sebenarnya tidak. Saya sendiri juga dulu berpikir begitu. Tetapi, setelah saya telaah lebih lanjut, ternyata kedua-duanya sangat berbeda.

Silahkan baca dua artikel dibawah ini untuk informasi lebih lanjut:
1. http://www.gnu.org/philosophy/free-software-for-freedom.html
2. http://www.slackbook.org/html/introduction-opensource.html

Hanya saja, walaupun saya menghormati free software dan open source, tetapi saya bukanlah tipikal die-hard, karena memang saya menggunakan komputer hanya sekedar untuk menyelesaikan pekerjaan saya(yang umumnya lebih banyak untuk menganalisa data dan chart, berkomunikasi, menulis, dan membaca artikel/buku/koran).

Saya memang kebanyakan menggunakan proprietary software, dan sayapun tidak berkeberatan akan hal itu. Tetapi orang-orang yang menyatakan diri mereka proponen open source juga tidak beda dengan saya. Mereka tidak peduli nilai kebebasan. Yang mereka pedulikan adalah hal-hal teknis. Begitupun juga dengan saya.

Jadi walaupun saya adalah seorang pengguna proprietary software, anda semua para pendukung open source do not blame me because you also do not care about freedom and that is the primary reason for leaving free software, Richard Stallman, the his philosophy behind.