Internet Halal, Bisakah?
Internet Halal, Bisakah?
Ini bukan pro dan kontra internet itu halal atau tidak, tapi bagaimana mengakses internet tanpa melanggar aturan agama, hukum formal, dan etika? Internet yang halal dan baik, sehingga menyehatkan jiwa kita, seperti apa itu? Apakah kita ketika berinternet (secara sengaja atau tidak) dapat mengakses pornografi seperti playboy? Atau melihat fitnah seperti film "fitna"? Atau mengakses konten SARA di blog seperti beritamuslim.wordpress? Atau mengakses perjudian, web kekerasan, dan informasi buruk atau jahat lainnya? Internet "halal" artinya juga tidak mendowonload atau menggunkan software bajakan karena ada Linux?
Jika tidak ada aral melintang, topik panas ini akan dikupas dalam acara e-Lifestyle MetroTV, Minggu 7 Februari 2010 pukul 13.30 WIB.
Comments
setidaknya para pakar dan praktisi ict diharapkan meminimalisir dan menfilter konten2 yang tidak baik dan memberikan pengarahan kepada pengguna awam spt saya
terima kasih infonya pak
best regards
Proteksi harus muncul dari diri sendiri, sedangkan hal teknis dan sistemik hanya bisa meminimalisir, salah satunya penggunaan open dns atau nawala
- 2 suami-istri ditangkap polisi karena judi di internet.
- anak SD memperkosa temannya karena menonton video porno dari internet.
- pencuri uang di bank ditangkap dan dipenjara karena hasil craking-nya di internet.
- dll.
Kejahatan internet bukan semata-mata kemajukan, tapi karena kejahatan itu memang kejahatan. :)
Mengapa ketika Tuhan mengutus manusia memimpin makhluk di bumi, malaikat protes? Karena akan ada manusia yang suka merusak kehidupan dengan berbagai cara. Lalu mengapa Tuhan menciptakan Iblis yg bersumpah utk selalu menggoda manusia? Itu memang Hak Tuhan, dan Tuhan berjanji barang siapa mengikuti aturan Tuhan, dijaman hidupnya aman di mana pun berada (alam dunia, alam kubur, alam akhirat). :-)
Kalau transformasi beda lagi. Pernah lihat film transformer, mobil ke robot dan sebaliknya? Komputer bisa berubah dari Windows XP ke Linux Sabily dan sebaliknya, dengan cara install Linux Sabily di partisi beda pada komputer yang sama. Proses tranformer adalah reboot, lalu pilih salah satu sistem operasi yang ada. :-)
Ya kalo menurut saya bisa saja @Anonymous menggunakan piranti lunak sepadan yang berbasis windows, tapi kembali ke eksistensi menggunakan software legal, bahwa pada kenyataannya di Indonesia sangat jarang ditemukan kegiatan komputasi (secara umum) yang legal, dari sisi OSnya berikut piranti lunak pendukungnya.
Saya juga telah omongkan perkara ini di Brueni Darus-Salam beberapa tahun yang silam di http://www.adempiere.com/index.php/Red1/Brunei
Terima kasih, wasalam syarul Ramadhan al Mubarak!