Thursday, January 14, 2010

Apa beda Linux dan Windows?

Saya tadi siang diminta teman (tetangga rumah) melalui milis perumahan untuk menjelaskan apa itu Linux dan Open Source dengan bahasa awam. Saya coba tulis ulang penjelasan tentang Linux yang saya pernah tulis di blog ini atau di tempat lain. Semoga mudah dipahami. Kalau sulit dimengerti, mohon beri komentar bagian mana yang sulit.

Sebelum memahami perbedaan, berikut ini persamaan Linux dan Windows:
Linux dan Windows sama-sama nama untuk sistem operasi "komputer" dan sama-sama punya beberapa jenis atau pilihan, misal Linux Nusantara, BlankOn, Ubuntu, Mandriva, Fedora, openSUSE, Slackware, Debian, Gentoo, Redhat, Mint, dll. Sedangkan di Windows ada Windows 98, Me, XP, Vista, 7, Server 2008, Mobile, dll. "komputer" itu bisa berupa pc, notebook, smartphone, dll.

Persamaan adanya pilihan/jenis di atas sebenarynya tidak persis sama, karena jenis Windows itu hanya tersedia buatan MS (Microsoft), sedangkan jenis Linux itu bisa buatan beberapa pihak yg berbeda. Tidak ada Windows buatan Indonesia, sedangkan Linux ada yang dibuat Indonesia, misalnya Nusantara dibuat (tepatnya didanai) pemerintah, BlankOn dibuat yayasan dan sebagian komunitas Linux di Indonesia, Ubuntu dibuat perusahaan bernama Canonical yang berpusat di Eropa, Mandriva dibuat perusahaan Mandriva yg berpusat di Perancis, Fedora dibuat komunitas yg didanai RedHat di Amerika, openSUSE dibuat perusahaan Novel di Jerman, dsb.

NB: Mohon maaf kalau ada jenis Windows dan Linux yg belum disebut, bukan maksud saya merendahkan, tapi saya hanya menyebut yg teringat saya saat menulis ini.

Sebelum menulis perbedaan Linux dan Windows yang benar-benar beda, saya sebutkan dulu persamaan yang benar-benar sama, yaitu tampilan Linux dan Windows bisa dibuat sama, misal Start dari pojok kiri bawah, lalu tarik mouse ke atas untuk memilih program. :)

Berikut ini sebagian dari banyak perbedaan yang ada:

1. CD Linux (misalnya BlankOn) berisi tidak hanya sistem operasi, tapi juga program office (word, spreadsheet, presentation, database), photo editor, program untuk menggambar, program akuntasi, program manajemen projek, dsb. Sedangkan CD Windows hanya berisi sistem operasi, sehingga kalau mau office harus cari CD office, mau mengdit foto harus cari CD photoshop (misalnya), mau menggambar haru cari CD CorelDraw (misalnya), mau program akuntansi harus cari CD Zahir (misalnya), mau project management harus cari CD MS Project, dsb.

2. Linux (relatif) lebih aman dari virus, bahkan boleh dikatakan bebas dari virus Windows. Virus Linux ada tapi tidak berkembang.

3. Linux "bebas" dicopy, digunakan, dijual, disewakan, dijadikan sarana amal dengan membagi gratis CD Linux, dsb. Sedangkan Windows tidak boleh dicopy, tidak boleh digunakan, tidak boleh disewakan, tidak boleh dijadikan sarana amal dengan membagi CD, dsb. jika tidak dapat izin dari pembuat (MS). Biasanya izin itu dalam bentuk membeli surat izin alias lisensi yang harga surat izin semua program yang saya sebut di atas hampir sama atau lebih mahal dari harga komputernya.

Catatan terkait perbedaan nomor 3:
Menurut ahli agama di seluruh dunia, termasuk Indonesia, melanggar aturan perizinan seperti di atas adalah perbuatan aniaya (mengambil hak orang tanpa izin) sehingga dilarang oleh Tuhan Sang Pencipta kita manusia. Sebaliknya, membagikan Linux itu perbuatan mulia karena membantu mewujudkan keinginan pembuatnya dan membantu sesama manusia. Survey membuktikan, berbagi atau membantu sesama membuat hidup kita lebih bahagia. :-)

29 comments:

katakataku said...

mantabs om ulasannya :D go open source lah........

pengguna linux pemula said...

karena terinspirasi dari pak Rus, saya jadi suka bagi-bagi cd gratis... (walaupun hanya beberapa lembar saja)

Anonymous said...

tepat sekali untuk yang masih awam seperti kami. mantap sekali pak

benny said...

sampai saat ini masih susah pak mengajak orang awam menggunakan linux (termasuk orang tua saya sendiri :D). saya hanya mulai bergerak ketika orang bertanya tentang linux, gimana caranya ini, gimana caranya itu. ada masalah ini itu ; saya selalu berusaha untuk menjawabnya

wanto said...

Assalamu'alaikum Mas Rus, saya mantan santri Anda di Al Hidayah Purwosari... Bahagia sekali Mas Rus dapat ngembangin sofware open source.. Tp sy pernaah coba-coba pakai OS Linux tp uh....harus belajar lagi harus belajar lagi. Akhirnya kembali ke Bajakan!

Rusmanto said...

Alhamdulillah ketemu Wanto di internet. Bisa kirim foto atau web berisi foto ke email saya di rusmanto @ gmail.com? Saya ingin tahu Wanto seperti apa sekarang? :)

Anonymous said...

mantab abis bang
langsung aja, saya tertarik mau mencicipi linux, tolong sarannya, sebaiknya pake linux yg apa untuk pemula seperti saya & yang bisa bekerja di jaringan lokal juga

Rusmanto said...

Maaf lupa jawab pertanyaan terakhir (Anonympous): Jika baru mau coba Linux sendirian (tidak dibantu teman), pilih linux live-CD (komputer diboot dari CD), misalnya BlankOn atau Ubuntu, yg sudah cukup untuk akses internet, office, grafis, musik, dan video. Setelah bisa pakai, baru install ke harddisk dg memotong atau mengedit partisi harddisk.

shasha said...

terimakasih artikelnya pak,
membantu nih , saya disuruh bikin tugas tentang perbedaan linux dan windows, izin copas sebagian isinya ya pak..
terima kasih sebelumnya

shasha said...

bahasa yang digunakan ringan, saya cukup mengerti sebagai pemula,hehe

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...

Linux (khususnya Ubuntu, AFAIK) lebih bergantung pada internet, sedikit-sedikit perlu akses internet, sedangkan Windows tidak. :-(

Rusmanto said...

Mas/Mbak Anonymous yang komentar soal Ubuntu butuh akses internet, saya tanya balik apakah Windows tidak butuh internet ketika update?

Jika tidak butuh update, Linux juga tidak butuh internet. Jadi, Linux maupun Windows butuh internet jika memang perlu saja.

Jika pakai Ubuntu, cari menu System | Administration atau System Setting, ada bagian Update Manager, matikan saja agar Ubuntu itu tidak butuh internet seperti Windows, dengan risiko jika ditemukan kelemahan (hole/bug) maka Linux/Windows itu akan berpeluang dirusak (crack).

Sebaliknya, Linux (misal BlankOn atau Ubuntu DVD yang disertakan majalah InfoLINUX), tidak lagi butuh internet atau beli CD/DVD lagi untuk install Office, Photoshop, Coreldraw, karena sudah ada penggantinya di dalam CD/DVD Linux itu. Enak kan? Dengan syarat mau mencoba dan belajar sebentar saja. :)

wuryanta_bandung said...

6 bulan masa pengenalan Open Source di SMAN 4 Bandung.....dengan distro ubuntu 11.10....anak-anak enjoy.....guru-guru masih perlu pendekatan om....langkah pertama kita installkan di lab.Komputer

Anonymous said...

sesuatu yang baik dimulai dari/dengan yang halal :)

ABU KAMIL said...

Trims Pa, mhn ijin untuk bisa di refer ulasannya

steve said...

mohon dikoreksi lagi pak Rusmanto..
Linux itu bukan nama sistem operasi akan tetapi Linux itu adalah Kernel nya..
sistem operasinya disebut Distro linux, seperti Ubuntu dll yang sudah bapak sebutkan tadi..

seperti halnya windows XP, vista, 7, 8
itu nama sistem operasi..
kernelnya memakai kernel NT

jika ada pertanyaan atau sesuatu yg ingin dibahas tentang linux, mari ber email di:

cibi.comunity@gmail.com

saya akan menjawab dengan se baik-baiknya..

Rusmanto said...

@steve, saya setuju Linux (dasarnya) adalah kernel sistem operasi. Tapi distro Linux bukan berisi sistem operasi saja. Lalu apa nama sistem operasi yang menggunakan kernel Linux? Richard Stallman bilang GNU-Linux. :-)

Saya sengaja tidak menggunakan kata kernel, karena dalam beberapa kesempatan menjelaskan Linux ke awam atau yg belum belajar apa itu sistem operasi umumnya kesulitan memahami apa itu kernel.

Setelah dijelaskan Linux itu nama sistem operasi seperti halnya DOS, Mac, dan Windows, baru mengerti. Distro, sesuai kepanjangannya distribution, adalah gabungan sistem operasi dan berbagai program atau aplikasi.

Rusmanto said...

Untuk semuanya yang ingin mendapat penjelasan apa itu Linux lebih lengkap, silakan baca http://id.wikipedia.org/wiki/Linux atau http://en.wikipedia.org/wiki/Linux

saidi ramadan said...

Assalamualaikum Pak..saya dari Medan Mahasiswa STMIK BUDIDARMA. Sebenarnya saya ingin membuat di laboratorium praktikum komputer bebasis linux. Tapi masih bnyak software yang belum mendukung seperti Microsoft VisualNet2008 jika diinstall di distro ubuntu misalnya...Lagian peminat linux masih sedikit. Gimana ya Pak agar para mahasiswa/i suka dengan opensource seperti linux ini

Rusmanto said...

@saidi ramadhan, harusnya kuliah tidak pakai produk visualnet2008, karena selain mahal lisensinya untuk bisnis, juga banyak perusahaan tidak menggunakan itu, tapi menggunakan php, java, dll. Agar mahasiswa suka open source, sampaikan bahwa banyak perusahaan besar pakai open source (misal Telkom, Astra, dsb.) dan server/aplikasi internet berbasis open source. Demikian pula pemerintahan mulai bermigrasi ke open source. Kalau ingin mudah cari kerja/usaha, dulu harus bisa windows, sekarang dan nanti harus biasa pakai open source.

Kinu Lip said...

Assalamualaikum pak Rus ...

mengenai point no 3 ada baiknya dijelaskan lebih rinci lagi agar kami-kami yang tingkat pemula tidak salah arah mengenai linux.

statment yang mengutarakan bahwa "linux kebal dari virus" tidak sepenuhnya benar, karena tujuan dasar dari programer pembuat virus adalah menyerang sistem operasi yang populer pada waktu tersebut agar karya buatannya bisa dikenal pengguna komputer. Karena Sistem Operasi yang banyak digunakan orang saat itu (dan sekarang) adalah windows maka para programer pembuat virus lebih banyak membuat karyanya untuk OS tersebut. Itu analisis pertama

Analisis kedua, kemungkinan programer pembuat virus berpikir ulang untuk melawan para programer pembangun linux, karena jika yang dihadapinya OS berbayar mungkin yang mereka hadapi cuma para programer yang bekerja pada perusahaan microsoft. Sedangkan untuk membuat virus yang menyerang OS yang bersifat open source mereka harus menghadapi para programer dari penjuru dunia yang skill-nya .... pikir aja jika mampu membangun dan mengembangkan Sistem Operasi kaya gimana Skill-nya :D yang jelas bukan sekedar menciptakan script yang isinya sekedar "Hello world" :D

Rusmanto said...

@Kinu Lip: No. 2. Linux relatif lebih aman dari virus. Maksud relatif itu tidak mutlak atau tidak pasti lebih aman, karena keamanan komputer juga tergantung orang yang menggunakan atau menjaga keamanannya. Misal salah satu jenis virus, worm, bisa dibuat mudah untuk menyerang Linux yang tidak dijaga keamanannya (diupdate rutin).

Saya belum dapat penjelasan dari pembuat virus bahwa mereka tidak membuat virus untuk Linux karena pengguna Linux lebih sedikit dari Windows. Yang saya pernah dapat penjelasan dari teman yg ahli virus, membuat virus untuk merusak sistem Linux memang sulit, karena antara lain sistem Linux (utamanya) hanya dapat dikendalikan oleh root, sehingga virus harus tahu password root, dan berbagai kendali teknis lainnya yang lebih sulit dibanding Windows selama ini.

Kinu Lip said...

huehehehe ... bener om yang nomor 2 maksudnya :D

sebenernya filosofi penggunaan komputer adalah sederhana yaitu tidak login sebagai administrator / root secara GUI, ini yang sebenernya menjadi kekuatan dasar Debian (distro yang saya pakai) karena mengharamkan login secara GUI dalam penggunaannya

nah para pengguna sistem operasi windows selalu merasa repot kalo login sebagai user, merasa direpotkan kalo diminta password dalam pengaksesan ... sudah hukum alam, kalo mau nyaman yang dikorbankan adalah keamanan, sebaliknya kalo mau nyaman biasanya sedikit tidak nyaman :D

Saucy Power said...

Menanggapi perbedaan nomor 3 yaitu "3. Linux "bebas" dicopy, digunakan, dijual, disewakan, dijadikan sarana amal dengan membagi gratis CD Linux, dsb.", apakah RHEL, SLES/SLED dapat disebarluaskan secara bebas?

Rusmanto said...

@Saucy Power. RedHat (RHEL) dan Suse (SLED/S) merupakan contoh distro Linux yang tidak seluruh isi CD/DVD-nya dapat disebarluaskan karena ada isi CD/DVD-nya yang proprietary. Versi/turunan RHEL yang bebas disebarluaskan a.l. CentOS.

Arlicious said...

sallam..

melihat lagi dari jenis2 Linux itu sendiri, kalo untuk orang yang benar2 awam, sebaiknya menggunakan Linux Jenis apa yaaa?

Terima Kasih Sebelumnya

mahasiswa teladan said...

saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
terimakasih ya infonya :)

Rusmanto M. said...

@Arlicious. Pengguna komputer awam saya sarankan pakai Linux yang juga dipakai teman terdekat, misal teman kuliah/kursus/kerja. Jika tidak ada teman di darat yang menggunakan Linux, dua ini bisa dipilih karena pengguna dan komunitas pendukungnya di internet/Indonesia cukup besar: BlankOn atau Ubuntu.