Sunday, November 29, 2009

Bentuk Support FOSS dan Linux

Tulisan ini menggunakan merek Alfresco, RedHat, CentOS, dan Fedora sebagai contoh atau studi kasus, tidak ada titipan iklan dari produk-produk tersebut. :-)

Meluasnya penggunaan Linux dan FOSS (Free/Open Source Software) lainnya belum menghilangkan kesalahpahaman pengguna atau pengembang TI terhadap FOSS. Salah satu kesalahpahaman itu adalah bentuk support atau dukungan teknis perusahaan FOSS terhadap pengguna. Benarkah produk-produk yang dikembangkan dengan konsep FOSS tidak tersedia supportnya secara komersial? Siapa yang menyediakan support dan adakah perjanjian dengan tingkat layanan atau SLA (Service Level Agreement) tertentu?

Kesalahpahaman tentang support itu bisa terjadi karena kesalahpahaman yang lebih mendasar, yaitu FOSS identik dengan gratis. Padahal, yang dapat dikatakan gratis dari sebuah produk FOSS adalah surat izin atau lisensinya. Software yang dikembangkan dengan konsep FOSS tetap bisa dijual dalam bentuk CD/DVD, paket dengan hardware atau software lain, demikian pula support dan training-nya.

Sekadar contoh, Alfresco merupakan perusahaan FOSS pengembang produk sistem manajemen konten yang menyediakan support secara komersial. Alfresco dirilis dalam dua versi, komunitas dan enterprise. Kedua versi itu tetap FOSS sehingga tersedia source code dan tanpa biaya lisensi. Perusahaan pengguna yang menginginkan support secara komersial dapat memilih Alfresco versi enterprise dengan SLA dua tingkat, Gold dan Platinum. Tentu saja, support komersial yang diberikan secara profesional itu tidak gratis. Pengguna yang tidak butuh support komersial dapat memilih Alfreso versi komunitas.

Contoh lain adalah produk distro Linux enterprise RedHat dan CentOS. Kedua produk itu dikembangkan dengan konsep FOSS, sehingga tersedia source code yang dapat dimodifikasi. Bedanya, distro RedHat dijual dalam bentuk support komersial. Sedangkan CentOS yang dikembangkan dari source code RedHat didistribusikan tanpa support dari RedHat. Demikian pula Fedora yang disponsori RedHat juga tidak disupport oleh RedHat. Namun, perusahaan pengguna CentOS dan Fedora dapat meminta support ke perusahaan lain dalam bentuk komersial dan profesional melalui perjanjian atau SLA tertentu.

Ngomong-ngomong, apa kabar CentOS terbaru yang turunan RedHat itu? Baca dan coba CentOS 5.4 di InfoLINUX 12/2009.

4 comments:

rosyidi alwan said...

Untuk pernak-pernik teknis perihal pengertian 'open source' dan gratis/tidak gratis nampaknya sudah cukup luas dimengerti oleh khalayak umum, khususnya bagi mereka yang kerjaannya di bidang IT..


Satu masalah besar yang selalu dan masih akan terus terpikirkan oleh saya adalah Peraturan/Kebijakan yang jelas mengenai undang-undang IT oleh pemerintah..

Saya sungguh kesal saat ada warnet yang jelas2 memakai Linux, tetap dirazia dengan alasan Undang2 Mengenai Pemaketan Hardware entah-berantah...

Para penegak hukum itu belum/tidak paham IT, itu yang mendasar!!

Adalah sebuah pencapaian yang amat bagus andaikata kita semua (pemakai dan penggerak FOSS), bisa mengumpulkan suara untuk kemudian di salurkan ke pemerintah untuk mengakomodasi persoalan legislasi ini. Jangan sampai kita yang sudah berjuang mati2an menegakkan sebuah sistem yang legal justru diperalat oleh kekuasaan lembaga hukum negeri ini.

Rusmanto said...

Bicara hukum di Indonesia tidak akan ada solusinya (saat ini), karena masalah bukan pada peraturan perundang-undangan, tapi lebih pada personalnya.

Mis wanto said...

mas saya ingin belajar linux., apakah linux itu bisa di instal di pc kompuer yg berabsis memori ram tertentu., mohon pencerahan nya mas.,tks

Rusmanto M. said...

@Mis wanto, ada beberapa pilihan Linux dan desktopnya (program berbasis grafis) yang dapat dipilih sesuai ukuran memori RAM. Misal untuk RAM hanya 512MB pilih desktop ringan seperti XFCE. Contoh Linux dengan desktop XFCE: Xubuntu dan DesaOS.