Thursday, October 28, 2010

Pemuda Harapan Indonesia di bidang TIK

Pemuda Harapan Indonesia di bidang TIK

Menjelang detik-detik Hari Sumpah Pemuda, saya ingin berbagi cerita tentang beberapa pemuda Indonesia yang telah berperan besar dalam menaikkan mutu SDM TIK Indonesia. Para pemuda itu menyadari benar akan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya TIK, bagi bangsa Indonesia agar tidak hanya sebagai pengguna, apalagi pembajak. Itu terbukti dengan karya-karya mereka di percaturan TIK di Indonesia. Karya di bidang TIK tidak selalu berupa software, dan tidak selalu menghasilkan uang untuknya, tapi karya yang terbukti berguna bagi TIK Indonesia. Siapa saja pemuda yang berkarya tanpa sumpah itu?

Berikut ini beberapa nama yang saya ingat saat menulis blog ini, urut berdasar huruf pertama nama panggilannya. Masih banyak yang belum sempat saya sebutkan, dan saya yakin masih banyak lagi pemuda harapan yang saya belum tahu nama dan karyanya. Semua pemuda di bawah ini telah membagikan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk para pengguna komputer di berbagai wilayah di Indonesia, secara offline atau daring (dalam ring) maupun offline atau luring (luar ring). Para pemuda ini rela meninggalkan keluarga dan bisnis atau tugas utamanya jika masyarakat TIK membutuhkannya.

NB: Saya gunakan kriteria pemuda adalah orang yang usianya di bawah 40 tahun, sehingga tokoh seperti (urut abjad) Andika Triwidada, Betti Alisjahbana, Budi Rahardjo, Dokter Mahmud, I Made Wiryana, Michael Opa Sunggiardi, Onno W. Purbo, Rahmat M. Samik Ibrahim, dan lain-lain tidak saya sebut sebagai Pemuda Harapan (tapi semuanya adalah Harapan Pemuda).

Adang. Nama Adang pasti tidak asing bagi orang Indonesia. Salah satu yang masih muda dan banyak perannya di dunia TIK adalah Adang Hidayat. Dialah yang menjaga infrastruktur BlankOn agar tetap mendukung para pengguna BlankOn.

Adhi. Pria bernama lengkap
Adhicipta R. Wirawan ini
aktif mengenalkan program untuk animasi/3D Blender ke masyarakat, sehingga makin banyak yang tahu dan bahkan menggunakan Blender yang dulu hanya dikenal sebagai alat penghancur makanan.

Adi. Beberapa nama Adi sangat banyak jasanya di dunia TIK Indonesia, antara lain PY Adi, Adi Nugroho Makassar yang sekarang tinggal di Kupang, dan Adi Nugroho yang sekarang tinggal di Manokwari Papua Barat. Ketiganya sangat aktif membagi ilmu di bidang TIK.

Adnan. Pegawai negeri di salah satu lembaga pemasyarakatan ini sangat aktif mengenalkan Linux/FOSS di berbagai kota di Indonesia, khususnya di wilayah Banyumas dan sekitarnya.

Aftian. Aftian adalah salah satu koordinator pengembang sistem operasi, distribusi, dan aplikasi BlankOn yang berbasis Linux dan perangkat lunak terbuka dan merdeka atau FOSS (Free/Open Source Software) lainnya. Bisnis utamanya bukan bidang TIK tapi dia percaya membagi ilmu dan pengalaman di bidang TIK sangat penting bagi Indonesia.

Andi. Banyak pemiliki nama Andi yang berkarya di Indonesia, dua di antaranya adalah Andi Belutz dan Andi Sugandi. Andi Belutz aktif di komunitas Ubuntu, dan Andi Sugandi aktif di komunitas mulitmedia Bandung dan openSUSE.

Anjar. Saya punya catatan dua nama Anjar yang sangat besar perannya di TIK Indonesia, yaitu Anjar yang aktif melalaui pasukan Air Putih membantu korban bencana mendapatkan akses internet, dan Anjar Hardiena yang mengembangan TIK merdeka Zencafe untuk warnet.

Arie. Ada beberapa nama Arie yang aktif membantu sesama dalam memanfaatkan TIK yang legal dan baik, salah satunya Arie arek Suroboyo.

Arman. Arman sangat aktif dalam membagi ilmu di Sulawesi Selatan dan bersama komunitas Linux/FOSS lain di berbagai kota di Indonesia.

Ase. Perannya untuk menyebarkan Linux/FOSS di Indonesia sangat besar. Dua nama besar yang lahir antara lain karena kerja kerasnya adalah majalah InfoLINUX dan yayasan Linux (YPLI) yang melahirkan BlankOn bersama komunitas Linux lainnya di Indonesia.

Ainul. Ini salah satu penggerak TIK di Semarang dan sekitarnya. Ainul aktif dalam komunitas warnet, Linux, dan pengembangan BlankOn.

Anas. Beberapa nama Anas sangat terkenal di Indonesia. Dua di antaranya saya kenal sangat senang berbagi ilmu TIK, salah satunya adalah guru sekolah, Anas Fauzi. Anas yang aktif di komunitas TIK di Surabaya ini rela mengorbankan sebagian waktu dan tenaganya untuk sesama, terutama penggunaan TIK berbasis OSS di dunia pendidikan.

Amrin. Ini juga salah satu penggerak TIK di NTB, yang rela bersusah payah di dalam maupun di luar NTB untuk berbagi ilmu dan tenaga.

Bayu. Nama Bayu yang aktif menggerakkan masyarakat TIK juga lebih dari satu yang saya kenal. Dua di antaranya ada Bayu Cidepoks yang aktif di komunitas TIK Depok dan sekitarnya, dan Bayu Bandung yang aktif di komunitas TIK Bandung dan sekitarnya.

Bonnie. Bonnie Kurniawan aktif membagi ilmu dan pengalaman dari sisi teknis dan bisnis dalam pemanfaatan Linux/FOSS.

Dicky. Ada dua nama dicky yang saya ingat banyak jasanya dalam penyebaran ilmu dan membagi tenaganya untuk para pengguna TIK Indonesia. Pertama Dicky WP, salah satu aktivis Linux Bandung, dan yang kedua Dokter Dicky, lulusan kedokteran tapi banyak berbagi ilmu TIK.

Dedy. Ada beberapa nama Deddy dan Dedy yang aktif di komunitas TIK. Dedy yang tinggal di Jogja sangat banyak perannya memajukan SDM TIK melalui komunitas Ubuntu Jogja, KPLI Jogja, dan lain-lain.

Dirgita. Nama lengkapnya Dirgita Devina, cowok yang tinggal di pulau Kalimantan. Beberapa jasanya yang saya ingat adalah menulis buku-buku cara menggunakan OpenOffice, lalu membagi buku-buku itu melalui internet dengan lisensi terbuka. Siapa saja boleh mendownload, membaca, mengedit, dan menyebarluaskan buku-buku karyanya.

Eko. Nama Eko yang berjasa di bidang TIK Indonesia cukup banyak, dua yang tergolong pemuda dan saya ingat saat menulis ini adalah Eko "Java Linux", dan Eko "POSS ITB".

Farhan. Farhan lebih suka dibanggil bleg atau black, (mungkin) karena tidak suka jadi artis. Farhan tinggal di Pulau Sumbawa, tapi tidak keberatan bila ditugaskan ke mana saja selama itu untuk berbagi ilmu dan tenaga di bidang TIK.

Fadly. Fadly Kasim yang tinggal di Makassar ini sering bergabung ke Jakarta dan kota lainnya dengan biaya sendiri untuk membagi ilmu dan pengalaman di bidang TIK.

Fajar. Banyak nama Fajar yang saya kenal baik suka membantu pengguna TIK di Indonesia. Ada Fajar Priyanto yang aktif menulis untuk dibagikan ke siapa saja, ada Fajar pegiat TIK di Serang-Banten, ada Fajar ustadz TIK pesantren Darunnajah Serang, dan saya yakin masih ada fajar-fajar yang baik lainnya.

Fajran. Nama panggilannya Iang, tapi saya suka dengan nama Fajran. Selain terlibat aktif mengembangkan Blankon, salah satu karya terkenalnya adalah Daluang, software untuk membaca wikipedia secara offline atau luring.

Frans. Ada banyak nama Frans yang terkenal, dua di antaranya adalah Frans Thamura dan Fran Setiawan. Meski banyak teman saya tidak suka dengan cara bicaranya, Frans Thamura banyak berbagi ilmu dan tenaga, khususnya dalam pengembangan software berbasis Java. Frans Setiawan adalah aktivis Linux/FOSS di Jogja.

Haris. Saya ingat tiga nama yang panggilannya Haris, semua bergelut di bidang TIK. Salah satu Haris yang sangat besar jasanya di bidang TIK adalah Ahmad Haris, yang saat ini memimpin pengembangan BlankOn Multimedia.

Harry. Ada beberapa nama Harry, salah satu yang masih tergolong pemuda dan banyak berkarya untuk kemajuan TIK Indonesia adalah Harry Sufehmi. Saat ini menjadi salah satu wakil ketua AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), sehingga bersedia repot untuk menyebarkan ilmu dan membagi pengalamannya di bidang TIK.

Hiza. Nama aslinya saya lupa, karena lebih sering lihat Hiza Ro. Dia aktif membagi ilmu dan pengalaman menggunakan Blender, tentu tidak hanya ke ibu-ibu, karena Blender Open Source adalah software 3D untuk membuat film dan animasi.

Iin. Nur Aini Rachmawati, salah satu pendiri KLUWEK (Kelompok Linux Cewek), aktif dalam pengembangan software dan komunitas TIK, termasuk kegiatan khusus untuk kaum hawa.

Mamie. Mamie Lily, meski menjadi ibu yang tinggal di Makassar, namum tetap aktif dalam kegiatan TIK di berbagai kota.

Mdamt. Meskipun tinggal di Finlandia, Mdamt tidak sulit diminta berbagi ilmu dan pengalamannya dalam mengembangkan software. Mdamt adalah pemimpin virtual pengembang BlankOn.

Noor. Salah satu komunitas Linux/FOSS yang sangat aktif di Indonesia selama beberapa tahun adalah KLAS (Kelompok Linux Arek Suroboyo), dan pak Noor salah satu penggeraknya. Saya lupa belum menanya berapa usianya, tapi dari tampilan dan semangatnya, saya yakin dia masih pemuda.

Olan. Profesi utamanya guru sekolah di Sumbawa NTB, tapi rela bersusah payah keluar NTB untuk berbagi ilmu dan tenaga.

Priyadi. Ini tergolong senior dalam menggerakan masyarakat Indonesia menggunakan dan mengembangkan TIK. Salah satu jasanya ikut membangun KPLI Bandung dan komunitas Linux Indonesia (linux.or.id).

Putu. Meskipun masih sekolah (SMA) di Klungkung Bali, Putu telah bergabung dan aktif membagi ilmu dan tenaga dalam pengembangan TIK. Sebelum pintar membuat program, Putu menulis buku cara menggunakan program, membuat font Bali dan sedang berpikir untuk membuat font Jawa.

Resza. Beberapa tahun aktif di komunitas Linux/FOSS Jakarta dan mewakili komunitas dalam berbagai kegiatan di pemerintah melalui YPLI.

Romi. Ada beberapa pemuda harapan yang bernama depan Romi, dua di antaranya Romi Satria Wahono dan Romi Muharyono.

Ronny. Banyak nama Ronny yang masih pemuda dan harapan bangsa, salah satunya Ronny Haryanto. Bertahun-tahun rela mengurusi milis, web, dan domain linux.or.id.

Rumy. Aktivis Linux/FOSS dan TIK umumnya di Manado Sulut.

Sofyan. Achmad Sofyan dikenal sejak 2000 sebagai penulis buku Linux yang dilisensikan sebagai free document, hal yang masih aneh waktu itu. Sofyan kemudian mengembangkan RimbaLinux dan ikut membidani lahirnya BlankOn Linux.

Somat. Namanya tidak mengandung kata Somat, Akhmad Safrudin, tapi sangat dikenal para pengguna BlankOn sebagai Somat. Somat menjadi pengembang inti yang bersedia malang-melintang siang-malam untuk menjaga BlankOn tetap berguna, termasuk mewakili Indonesia dalam ajang APICTA (Asia Pasific ICT Award) dengan membawa BlankOn untuk tunanetra.

Subair. Bersama istrinya, Subair aktif di berbagai komunitas TIK untuk berbagai ilmu dan pengalaman. Subair juga membuat software akuntansi yang sangat berguna untuk perusahaan, tidak hanya dipakai sendiri tapi juga dibagikan ilmunya kepada masyarakat TIK Indonesia.

Takdir. Meskipun berprofesi sebagai PNS di Pemkab Sinjai Sulawesi Selatan, Takdir sering membagi ilmu dan pengalaman di berbagai kota. Takdir juga aktif dalam pengembangan software terbuka BlankOn yang telah digunakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di pemda kabupaten Sinjai.

Toosa. Prihantoosa nama lengkapnya, yang pernah memimpin KPLI Jakarta dan aktif berbagi ilmu di masyarakat Depok dan sekitarnya melalui Cidepoks.

Tri. Saya belum tahu apa panggilan yang benar untuk Tri Sapto Aji yang saat ini berada di Manokwari. Tri membagi ilmu dengan membuat buku OpenOffice Formula. Tri juga aktif di komunitas TIK di Papua Barat.

Utian. Aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan SDM TIK melalui BlankOn, KPLI Bogor, dan saat ini memimpin penyelenggaraan Indonesia Linux Conference 2010, pertemuan tahunan komunitas Linux/FOSS Indonesia.

Vavai. Vavai adalah pendiri komunitas openSUSE Indonesia dan aktif di berbagai komunitas TIK, terutama yang berbasis perangkat lunak terbuka dan merdeka atau FOSS (Free/Open Source Software.)

Willy. Nama lengkapnya Willy Sudiarto Raharjo. Willy aktif di berbagai komunitas TIK, antara lain di Jogja Linuxer, linux.or.id, dan membantu para pengguna OpenOffice dengan menggoordinasi penerjemahan dokumen OpenOffice ke bahasa Indonesia.

Yan. Saya punya banyak teman pegiat TIK dengan panggilan Yan, salah satunya Yanmarshus yang membagi ilmu melalui pengembangan aplikasi OSS Daun Salam Personalia untuk sistem informasi SDM di perkantoran.

Maaf, masih banyak lagi nama lain, laki-laki dan wanita, yang belum sempat saya tuliskan.

10 comments:

achmatim said...

wow... hidup pemuda Indonesia! maju terus ilmu pengetahuan Indonesia!

herisa said...

Nama ku kapan Munculnya hehehee

Anonymous said...

Sayang pemerintah & media tidak terlalu mempublish hal ini, sehingga spt tidak ada nilai jual, padahal product2x yang di buatnya sangatlah luar biasa.

satu kalimat :

berilah aq 1 pemuda maka akan aq getarkan dunia

Edi said...

Sayang pemerintah & media tidak terlalu mempublish hal ini, sehingga spt tidak ada nilai jual, padahal product2x yang di buatnya sangatlah luar biasa.

satu kalimat :

berilah aq 1 pemuda maka akan aq getarkan dunia

Sapto said...

Wa'duh ternyata banyak juga yaa teman2 yang mempunyai jiwa berbagi ilmu, wah aq yang di ujung timur Indonesia jadi tambah semangat nih pake dan belajar FOSS ....
O iya Pak Rus, aq biasa dipanggil Sapto, tapi ada juga sih yang manggil aq Tri atau Aji ... Jadi boleh2 saja kalo Pak Rus nulis nama panggilanq Tri ...
Thank's a lot for writing this on your blog,
Salam u/ semua FOSSer dan Linuxer Indonesia ...!

Sapto said...

Thanx Pak Rus for having written my name on your blog...
O y U can call me Sapto, sir ...
But Tri is also a good call

Best Regard

Anonymous said...

yang jelas mereka semua adalah harapan emaknya sewaktu kecil agar jadi pemuda harapan bangsa di setiap doa emaknya...

Unknown said...

Kaget juga, ternyata nama pena saya nongol di sini. Terima kasih, Pak^^

handry said...

wah bs jd penyemangat blajar nih...... tp ko' dari Palu, sulteng gak ada ya???... nungguin sya kali ........ :D

Fanny's said...

wah keren abies, generasi muda Indonesia ga kalah dengan tokoh di lua Indonesia. Go open source..
Wahai Pemuda Indonesia teruslah berkarya.. :)