Saturday, August 07, 2010

Linux untuk Membantu Rukyatul Hilal

Linux untuk Membantu Rukyatul Hilal


Agar kita tidak salah melihat bulan sabit (Rukyatul Hilal) untuk menentukan kapan 1 Ramadhan 1431H, mari kita jalankan Stellarium (lihat gambar di atas) dengan Linux BlankOn Sajadah atau Sabily 10.04.

Pertama, ubah waktu ke hari Selasa 10 Agustus 2010 yang bertepatan 29 Sya'ban 1431H sore sebelum matahari terbenam, misal pukul 17.45 WIB di Jakarta dan sekitarnya. Klik matahari (Sun) dan perhatikan berapa derajat ketinggian (altitude) matahari saat itu.

Pada saat matahari terbenam itu (altitude sekitar 0 derajat), klik gambar bulan atau Moon. Di pojok kiri atas layar tertulis altitude atau ketinggian bulan saat matahari terbenam itu sekitar 3 derajat. Dengan teropong yang canggih, bulan sabit dengan ketinggian 3 derajat akan terlihat. Insya Allah, besoknya Rabu 11 Agustus 2010 adalah 1 Ramadhan 1431H (bulan Sya'ban hanya 29 hari). Tapi jika Anda berpendapat lain, misal mata harus melihat bulan sabit sedang cuaca mendung, maka genapkanlah bulan Sya'ban 30 hari, sehingga Anda mulai puasa hari Kamis, 12 Agustus 2010.

NB: Terlepas kapan kita mulai berpuasa, mari mencari kebahagian dunia dan akhirat dengan menjalankan perintah Tuhan Sang Pencipta bulan dan matahari yang beredar secara teratur pada garis edarnya, dan mari kita menjauhi larangan-Nya a.l. dengan tidak mengambil milik orang lain seperti software bajakan, karena ada Linux, BlankOn, dan FOSS lainnya. :-)

Distro Sabily 10.04 dan BlankOn 6.0 Ombilin ada di DVD InfoLINUX 09/2010 yang beredar akhir Agustus 2010.

Terakhir disunting di Depok, 08-08-2010

5 comments:

thrvers said...

pak, ijin buat share d forum :D

THX

Rusmanto said...

Silakan sebar luaskan agar makin banyak teman faham tentang hilal (bulan sabit).

suba said...

izin share pak :D

omar salim said...

wah,, ane kira alat bantu buad memperjelas melihat bulannyah.. ternyata sama aja "ngitung" hem,,
ahsan tetep pake rukyatul hilal pak.. "melihat" Barokallohu fiikum

Rusmanto said...

@Omar : Soal "melihat" Ini memang khilafiyyah. Komputer, teropong, bahkan mata itu hanya alat untuk melihat adanya bulan sabit, agar tidak tertipu dengan bentuk sabitnya bintang besar seperti venus, mars, dan benda di langit lainnya. Kalau bulan sudah lebih dulu terbenam sebelum matahari terbenam, mata pasti tidak bisa melihat bulan. Sebaliknya kalau bulan sudah tinggi ketika matahari terbenam, itu tanggal 1 meskipun mata kita tidak melihat karena tertutp awan, misalnya. Tidak perlu dipertentangkan. Insya Allah, yang benar dapat 2, yang salah dapat 1. :)