Tuesday, March 11, 2008

Buat apa modifikasi source code?

Saya ditanya oleh teman yang ingin menggunakan Linux, "Apa untungnya open source?"
Saya balik tanya, "Untung yang kamu maksud ini dalam hal apa, karena banyak keuntungan open source?"
"Dalam hal ketersediaan kode program atau source code," jawabnya.

Berikut ini jawaban singkat saya. Karena teman itu bukan programmer, saya menggunakan analogi. Mohon koreksi, jika analogi saya ini kurang tepat.

Salah satu keuntungannya, Linux yang open source itu dapat dimodifikasi. Ini mirip sepeda motor. Kamu dapat membongkar seluruh isi sepeda motor. Dan kamu dapat memodifikasinya, tanpa harus mengajukan izin, apalagi membayar, kepada pembuatnya. Sepeda motor itu dapat diumpamakan sebagai salah satu sistem software open source yang lengkap, misalnya Linux Ubuntu. Kamu dapat memodifikasi agar sesuai dengan kebutuhanmu. Kalau sebuah CD Ubuntu tidak bisa menjalankan mp3, vcd, dvd, dan tampilannya kurang menarik menurutmu, maka kamu dapat mengubahnya menjadi BlankOn, misalnya.

"Oke, aku ngerti sekarang," katanya sambil manggut-manggut (id: mengangguk-angguk). "Apa lagi keuntungan open source selain untuk modifikasi," tanyanya seperti makin penasaran.

Saya jawab dengan analogi lain. Open source itu mirip makanan dan obat-obatan. Semua makanan dan obat-obatan yang beredar resmi di Indonesia itu boleh disebut open source, sehingga BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dapat mengetahui apa saja isi makanan dan obat-obatan itu. Apakah kamu mau makan atau minum yang belum jelas apa isinya? Jika ya, kamu siap mengikuti jejak almarhum Munir. (Semoga Almarhum diampuni dosa-dosanya dan diterima semua amal ibadahnya. Amiin). Saya menduga Almarhum Munir tertipu, karena Almarhum yakin bahwa minuman itu tidak mengandung racun sehingga diminumnya. Repot kalau harus minta tolong BPOM dulu sebelum minum. Ini bedanya, kalau kamu atau temanmu tahu kode program, maka kemungkinan tertipu menjadi kecil. :-)

10 comments:

adit said...

jd M$ racun dunk ? he he

Rusmanto said...

Bisa ya dan tidak. :) Kalau pun bukan racun, mungkin ada tipuan? Sulit dibuktikan kalau closed source.

fxekobudi said...

Saya sangat setuju dengan analoginya Pak. :) Harus diakui bahwa komunitas Open Source telah membuat dunia menjadi indah dan lebih baik. Bayangkan jika tidak ada OSS, wah apa jadinya ya...

arifkurniawan said...

Pak Rus, ijin untuk berbagi sedikit.

Kalau soal (alm) Munir, bukan hanya beliau yang tertipu, tapi banyak pula rekan kita lainnya yang tertipu.

Kebetulan beberapa kantor rekan-rekan kita yang bertugas untuk HAM di RI juga pernah diracun secara jamaah, Pak. Pasokan air minum se-kantor dibubuhi racun. Alhamdulillah belum ada korban jiwa.
(*sedihnya, justru almarhum 'kena' ketika di LN*)

Kalau soal M$ racun atau tidak. Hehe. Itu belum bisa banyak berkomentar saya. Tapi bukti yang ditunjukkan Pak Sofyan (Sofyan Djalil) hingga penandatanganan MoU antara M$ dengan RI, sudah cukup buat mata awam seperti saya. :)

Jujur saja, saya yang rakyat ini amat berharap dengan kabar positif FOSS di NAD dan DIY. Semoga saja hasilnya benar-benar positif. Amiin.

Oh ya, satu lagi sebelum lupa. Terimakasih atas Kurikulum Linux nya, Pak. Saat ini sedang digodok di Sekolah Ubuntu Indonesia. Amat membantu sekali kurikulum itu, Pak.

Salam dari tetangga sebelah
Arif 'Bangaiptop' Kurniawan

no_mercy said...

saya masih terbatas sebagai pemakai opensource saja pak... hehehe... belum bisa apa-apa buat develop...

andrecht said...

analoginya sudah pas..
saya juga sering pake analogi itu buat jelasin ke teman2.

sip maju terus pak rus!

Anonymous said...

assalamualaikum

mas, bisa kasi tutorial ngemodif linux, bkn remaster, tpi ngerombak abis

sebelumnya trims

wassalam

Rusmanto said...

Linux itu sangat luas, mulai dari intinya (kernel), program-program pendukung kernel sehingga membentuk sistem operasi, hingga program-program untuk penggunaan sehari-hari sehingga membentuk distribusi (sistem lengkap). Kalau mau belajar modifikasi kernel, kuasai bahasa pemrograman seperti c/c++ lalu pelajari bagaimana kernel bekerja, misal dari source kernel yang ada di CD/DVD/Repo distro. Kalau mau belajar membuat distro dari dasar, bisa gunakan LFS (linux from scratch), dll.

blackdog said...

analogi yang bagus sekali,semoga tak tertipu lagi oleh source closed

KEN grafis said...

apakah sdh ada yg bisa ngemodif biar program grafis (corel draw, photoshop, pagemaker) bisa berjalan pd platfom linux? Tq