Tuesday, January 22, 2008

Ketergantungan yang Merepotkan

Jika Anda pernah menderita ketergantungan terhadap sesuatu, misalnya rokok atau obat, Anda tentu merasakan sulit untuk menghindarinya, meskipun Anda tahu ketergantungan itu buruk. Demikian pula di bidang software komputer, Anda akan repot bila telah menderita ketergantungan terhadap software tertentu. Anda sadar salah, namun sulit menghindar karena satu dan lain hal.

Salah satu penyebab ketergantungan adalah adanya pihak lain yang tidak memberi alternatif kepada Anda. Sekadar contoh, Anda nasabah yang merasakan baiknya pelayanan sebuah bank. Namun setiap Anda akan mengakses layanan internet banking bank itu, Anda harus menggunakan IE (Internet Explorer), alias Anda mengalami ketergantungan terhadap IE. Kami menemukan contoh pertama ini adalah https://www.permatanet.com. Contoh kedua, Anda pelanggan sebuah perusahaan jasa penerbangan. Untuk melihat jadwal penerbangan atau memesan tiket melalui website perusahaan itu, Anda dipaksa pula pakai IE. Website yang kami temukan adalah http://www.mandalaair.com. Itu baru dua contoh, Anda dapat mencoba website lainnya.

Dua contoh ketergantungan di atas masih dapat diatasi, misalnya dengan menjalankan IE melalui program perantara, Wine. Anda dapat mendownload dan menginstal ies4linux untuk itu. Jika Wine dan IE gagal mengkases web-web itu, masih ada alternatif yang belum tentu mudah bagi Anda, yakni berganti langganan jasa bank atau penerbangan.

Ketergantungan menjadi sangat buruk jika benar-benar tidak ada alternatif. Contoh kasus ini adalah perusahaan yang ingin melaporkan pembayaran pajak dengan e-SPT. Saat ini, e-SPT hanya dapat dijalankan dengan MS Windows. Itu artinya pemerintah pembuat e-SPT memaksa perusahaan penggunanya membeli MS Windows, karena perusahaan yang baik pasti ingin membayar pajak dan tidak ingin menggunakan software secara tidak legal. Akhirnya bisa sangat merepotkan, misalnya Anda membeli lisensi MS Windows yang sangat mahal dibandingkan biaya mendapatkan Linux, atau Anda membuat laporan pajak tidak menggunakan komputer.

Ketergantungan lainnya berhubungan dengan hardware. Misalnya Anda membeli printer yang hanya menyediakan driver untuk MS Windows. Jika distro Linux Anda tidak berhasil menggunakan printer itu, ada dua alternatif solusi. Pertama, membeli driver yang tidak open source, misalnya TurboPrint. Kedua, menukar tambah printer itu dengan printer yang Linux Ready. Merepotkan... (InfoLINUX 02/2008)

5 comments:

gatot said...

Sepertinya penyakit "ketergantungan" itu yang sudah sangat menahun di para pengguna komputer. Semenjak era Wordstar (WS), Lotus beralih ke Ms Windows dengan Ms Office-nya hampir semua training center, lembaga kursus, lembaga pendidikan menggunakan Sistem operasi tersebut. Hal ini dimaklumi karena program tersebut lebih "user friendly" bagi penggunanya dan memang alternatif lainnya akan lebih membutuhkan kerja ekstra untuk mempelajarinya. karena kemudahaanya sehingga kita seperti lagu Ikke Nurjanah "terlena". Dan ketika kita diingatkan untuk belajar jadi malas untuk memeras lagi otak yang sudah pusing mikirin biaya sekolah mahal, pelajaran sekolah banyak dan susyah, pelajar pulang sekolah pada ngobyek cari biaya tambahan, tambah lagi barang-barang mahal. Sing penting Urip.... jadi orang yang punya waktu, kemauan keras, dana dan orang yang bekerja di TI yang banyak bergelut di pengembangan TI saja khususnya dunia Open source.
tapi sekarang tren sedikit demi sedikit sudah berubah yo Pak, kalao ngoprek Linux bareng teman-teman itu asik.. trus Linux juga sudah user friendly dan tampilannya itu lho Ma' Nyusss...
Nah.. moment-moment begitu yang akan menggairahkan lagi anak bangsa untuk berfikir kita harus bisa membuat pemikiran kalau open source itu Asyiiikkk.. jadi pusingnya hilang..

f priambodo said...

sayang sekali kebijakan pemerintah (dalam kasus ini DirJen Pajak) yg secara gak langsung mengharuskan wajib pajak menggunakan satu operating system tertentu.. bisa gak di KPPU kan ya pak??

(mohon ijin untuk buat link ke artikel ini)

aremania said...

masalah espt pajak, ada yang punya source code espt itu gak. mungkin kalo ada bisa dibuat sendiri versi linuxnya...

Anonymous said...

bukan program pajak ( espt ) saja pak. program pelaporan ke BI (labul) pun harus make windows. MEREPOTKAN, Harusnya program2 pemerintah lebih open source. kalo ada sourcenya mungkin saya bisa bantu develop di linuxnya.

Bambang P said...

Untuk menginstall e-spt di linux:

http://bpranoto.blogspot.com/2009/06/menjalankan-e-spt-di-linux.html