Thursday, December 26, 2013

Windows XP dan Linux di 2014

2013 menjadi tahun terburuk saya menulis blog. Saya hanya membuat satu tulisan di Januari 2013, dan baru menulis kembali di ujung Deseember 2013.

Ide tulisan ini datang setelah saya membaca artikel Jack M. Germain di Linux Insider. Apa yang kira-kira akan dilakukan pengguna Windows XP di Indonesia setelah Microsoft menghentikan dukungannya pada April 2014?

Setahu saya masih banyak komputer di Indonesia menggunakan Windows XP. Alasan pengguna Windows XP tidak pindah ke Wiindows Vista, 7, 8, atau 8.1, umumnya karena spesifikasi komputernya rendah, misal hanya memiliki memori RAM 512 MB atau kurang, dengan usia komputer sudah lebih dari lima tahun. Juga tidak pindah ke Linux karena belum terbiasa atau bahkan belum tahu ada Linux yang bisa menggantikan fungsi Windows XP.

Jika komputer berisi Windows XP akan tetap digunakan tanpa mengupgrade hardware dan tanpa mengeluarkan biaya lisensi, maka saya sarankan komputer itu dimigrasikan ke salah satu jenis (distro) Linux yang mendukung hardware lama. Tidak ada biaya lisensi Linux, hanya kemungkinan ada biaya migrasi. Masalahnya, siapa yang akan memigrasikan ke Linux? Jika migrasi dilakukan pihak lain, berapa biayanya?

Dua pertanyaan itu belum bisa saya jawab, karena sangat tergantung siapa penggunanya dan di institusi apa komputer XP itu berada. Saya berharap teman-teman yang sudah biasa menggunakan Linux bersedia membantu para pengguna XP untuk bermigrasi ke Linux, dengan biaya atau tanpa biaya, sesuai kemampuan pengguna dan kemampuan Anda sebagai pemberi bantuan.

7 comments:

Rahmat M. Samik-Ibrahim said...

Ada kemungkinan nasib Windows XP seperti Windows 98; tetap digunakan hingga titik darah penghabisan... Begitu ganti PC, langsung menggunakan Windows 7 atau 8.X yang menjadi bawaan PC baru...

Mengenai Linux... hm... kalau masih tetap seburuk Ubuntu 13.10, jangan-jangan para pengguna GNU/Linux pada lari ke Windows... Terutama yang tidak punya waktu (dan pengetahuan) untuk mensetup GNU/Linux HINGGA DAPAT DIGUNAKAN. Cape deh!

Fakhrul Rijal said...

Okay, Siap pak Rus... :D

adhan said...

Setuju pak, saya akan bantu di lingkungan saya dulu

Pradna said...

Ketika ada komunitas yg bersedia membantu migrasi, hasilnya bisa jd cepat & masif. Sperti BlankOn Banyumas memigrasi Dedemit (desa-desa melek IT) :-)

niceinfo said...

saya siap untuk itu... meskipun tanpa biaya :D

Joielechong sipayung said...

Saya sepikiran dengan Pak Rahmat M. Samik-Ibrahim, para pengguna window$ XP pasti akan bertahan sampai os dan hardwarenya sudah tidak layak dipergunakan lagi.

DI dalam perusahaan, Kendala untuk migrasi dari XP ke linux menurut saya adalah masalah kompatibilitas antara dokumen yang sudah lama dipergunakan. Para pengguna telah terbiasa menggunakan produk microsoft sehingga untuk mengubah kebiasaan tersebut diperlukan dana dan upaya yang cukup besar, yang sering sekali sulit untuk dikeluarkan oleh pihak perusahaan.

Salman Kalista said...

Ada benernya pak...

tapi masalahnya adalah keengganan user untuk migrasi :D

seperti kata pak rahmat di atas...

gunakan sampe titik darah penghabisan :D